10 Jurus Ampuh Guru dalam Mengajar

Guru merupakan bagian yang sangat penting bagi perkembangan tujuan tercapainya pendidikan di tanah air. Guru berkualitas, pasti akan menghasilkan peserta didik yang berkualitas pula.

Guru berkualitas tidak hanya didukung kekayaan materi ajar saja, tapi mesti didukung juga oleh referensi metode ajar. Olehnya itu, guru senantiasa harus selalu berkembang dan berupaya melahirkan strategi baru dalam mengajar. Hal ini semata-mata karena perkembangan peserta didik yang semakin hari semakin dinamis.

Melalui pendekatan psikologi dan ilmu pendidikan, ternyata begitu banyak strategi yang bisa diterapkan saat proses belajar mengajar di kelas. Beberapa diantaranya masih menjadi rahasia pembicara publik, guru profesionla dan guru-guru hebat di seluruh dunia.

Setidaknya, ditemukan 10 jurus ampuh guru dalam mengajar yang saya ramu dari beberapa artikel terkait hal itu. kesepuluh jurus ampuh guru yang saya maksud, yaitu;

Pertama; ubah frame berpikir. Pembelajaran yang sebenarnya adalah bukan tentang guru tapi tentang peserta didik. Rahasianya; dengan menjadikan peserta didik sebagai bintang, otomatis menggiring duru kelak menjadi bintang.

Kedua: belajar bukan hanya materi, tapi pelajari pula peserta didik. Seorang guru harus memiliki pengetahuan tentang peserta didik yang diajar. Guru harus memahami tentang bakat, minat, kebiasaan, bahkan masa lalu peserta didiknya. Dengan mengerti peserta didik, maka peserta didik pun akan mudah mengerti guru.

Ketiga: sampaikan sesuatu bukan hanya dengan lidah. Hal ini secara khusus terkait dengan bahasa komunikasi non-verbal. Sampaikan materi dengan komunikasi tubuh. Lebih umum lagi, adalah keteladanan. Peserta didik akan mudah meyakini materi pelajaran, jika melihat guru yang mengajarnya juga melaksanakannya.

Keempat: menunjukan kepada peserta didik, bahwa belajar adalah kebutuhan mereka. Tantangan terbesar untuk jurus ini adalah sistem nilai. Karena masih banyak peserta didik belajar bukan sebagai kebutuhannya, tapi sebagai jalan memenuhi kebutuhan mereka akan nilai.

Opini Terkait
1 daripada 302

Kelima: memanfaatkan VAK. Guru dalam pembelajaran harus memastikan penggunaan dan pemanfaatan Visual, Auditori, dan Kinestetik. Tujuannya adalah pengaktifan secara maksimal indera peserta didik. Semakin banyak indera peserta didik yang aktif, maka semakin banyak pula kesan yang dapat diterima peserta didik.

Keenam: siasat hukum 20 menit. Hasil riset menunjukan, bahwa kemungkinan besar perhatian peserta didik hanya bisa bertahan 20 menit, setelah itu mereka akan memerhatikan hal lain. rahasianya, pastikan setiap 20 menit seorang guru melakukan sesuatu yang berbeda, unik dan mengundang perhatian peserta didik kembali.

Ketujuh; lakukan dialog. Pembelajaran efektif bukan monolog, tapi dialog. Berikan kesempatan peserta didik berbicara kepada guru, atau kepada temannya. Tak perlu khawatir apa yang akan mereka bicarakan pada tahap awal, karena sedikit demi sedikit arah pembicaraan juga akan focus.

Kedelapan: mengajukan pertanyaan yang tepat. Pertanyaan yang tepat tak selamanya terkait langsung dengan materi ajar. Guru yang baik adalah yang mampu memberikan pertanyaa sebagai pemancing kepada peserta didik untuk tahu. Rahasianya, hindari pertanyaan yang jawabannya memang guru tidak ketahui.

Kesembilan: Tularkan emosi positif. Secara psikologis dalam proses pembelajaran, emosi memiliki hukum menular. Seorang guru yang marah di depan peserta didik, bisa membuat peserta didik didik merasakan kemarahan itu. Rahasianya, kenali emosi positif Anda, dan tularkan hal itu kepada peserta didik.

guru mengajar

Kesepuluh: penampilan menarik. Seringkali, bukan materi ajar yang membuat peserta didik tertarik. Peserta didik kadang lebih tertarik terhadap penampilan guru. Olehnya itu, guru sejatinya memanfaatkan penampilan menarik dan semenarik mungkin. Tidak hanya ditentukan oleh pakaian, tapi juga komunikasi non-verbal.

Kesepuluh jurus ampuh guru tadi, hanya poin esensial namun sering dilupakan oleh dalam proses pembelajaran. Jika guru memahami, bahwa sebenarnya tidak ada peserta didik yang bodoh hanya belum menemukan guru yang tepat, maka setiap saat guru akan melakuna inovasi dalam pembelajaran.

Sayangnya, terkadang sebagai guru terkadang mengahadapi peserta didik yang tidak sesuai dengan keinginan, dan jika itu tidak terjadi, maka tepat guru harus selalu berinovasi.

Komentar
Loading...