5 Cara Mengatasi Rasa Malu atau Tidak Percaya Diri

Mengatasi Rasa Malu atau Tidak Percaya Diri

Mengatasi rasa malu seperti yang ada pada judul sesungguhnya dimaksudkan cara mengatasi rasa tidak percaya diri. Kebanyakan orang membahasakan rasa tidak percaya diri dengan bahasa malu. Malu menghasilkan ketidakpercayaan diri, sedangkan tidak percaya diri membuat orang “malu-maluin”. “Ayo wakili saya ke acara pernikahan yak?”

“Nggak ah, saya malu.” Padahal maksudnya “Nggak ah, saya tidak percaya diri.

Sifat malu itu bagus, jika yang dimaksudkan adalah malu yang sebenarnya. “Malu sebagian dari iman.” Sabda Nabi saw. Malu adalah merasa direndahkan terkati jati diri, keyakinan atau keimanan (baca: wanita pemalu itu idola). Malu terkait jati diri, lebih dekat dengan harga diri. Misalnya, seorang dikatakan seperti binatang, maka harga dirinya terusik. Dia merasa malu dikatakan seperti itu, karena dirinya adalah manusia.

Demikian pula, malu akan muncul secara otomatis jika bertentangan dengan nurani (kebenaran dan keyakinan). Misalnya, saat berjalan di keramaian, tiba-tiba celana melorot, tanpa disuruh pun, spontan tangan bergerak menarik celana itu, atau menutup, karena rasa malu.

Adapun malu karena tidak percaya diri, adalah bentuk prasangka sepihak secara subjektif dari diri sendiri, bahwa akan ada hal yang menurunkan martabatnya, padahal belum tentu prasangka itu benar adanya. Dalam contoh tadi, “Ayo wakili saya ke acara pernikahan yak?”. “Nggak ah, saya malu”. Karena sebelum mengatakan iya, bersedia, dia sudah berprasangka pada dirinya secara subjektif. Prasangka itu bisa saja, “Jika saya pergi ke pesta itu, banyak orang akan mengejek saya”. Dan prasangka-prasangka lainnya.

Lalu bagaimana cara mengatasi rasa malu atau tidak percaya diri itu? Lihat kiat berikut;

Pertama, beranikan diri. Lebih jauh nekatkan diri

Inilah cara paling ampuh mengatasi rasa malu atau tidak percaya diri. Orang yang nekat, dipastikan rasa tidak percaya dirinya sudah hilang. Orang nekat melakukan sesuatu tanpa perhitungan matang. (baca: siapa yang berani lapor)

Misalnya, dalam seminar, cuma Anda yang tamatan SMA. Selain Anda, semuanya bergelar professor. Dalam kondisi seperti ini, maka hampir bisa dipastikan rasa tidak percaya diri akan lebih dominan. Jangankan berbicara, bergerak sedikitpun akan sulit dilakukan. Tapi itu jika Anda memperhitungkan segala kemungkinan. Coba buang semua perhitungan itu, lakukan saja. Itulah nekat, dan percaya diri pasti datang.

Kedua, buang pikiran negatif tentang diri kita sendiri

Terkadang kita terlalu cepat berpikir negatif terhadap diri sendiri. Misalnya, merasa tidak mampu padahal belum melakukan apa-apa. Pikiran negatif juga terkadang muncul, karena kita terlalu jauh mempertimbangkan efek yang kita lakukan.

Misalnya, saya takut presentasi, nanti salah, kalau salah semua orang akan menertawakan saya, semua orang akan membicarakan keburukan saya, lalu cerita itu tersebar dan didengar pacar saya yang sekarang berada di luar negeri. Kalau dia dengar, dia akan kecewa, lalu memutuskan saya, menganggap saya pria tak berguna. Woooow, jauh nian pertimbangannya. Bukankah pikiran negatif itu juga bisa dibalik. Saya presentasi, benar, orang kagum, orang bercerita, pacarku dengar dan tahu, dia bangga, lalu … Jadi, buang jauh-jauh pikiran negatif itu, dan ganti menjadi pikiran positif.

Opini Terkait
1 daripada 47

Ketiga, membiasakan diri mencoba

Rasa malu atau tidak percaya diri, bisa kita atasi dengan sering mencoba, berusaha untuk tidak malu. Tidak percaya diri akan muncul dari rasa ragu berlebihan, dan keraguan muncul karena kita jarang mencoba.

Dalam contoh yang sama, presentasi. Kita ragu melakukannya di depan umum, karena kita tidak pernah mencobanya. Mantapkan hati, dan cobalah. Bisa juga uji coba dilakukan di tempat yang tekanannya lebih rendah. Ragu presentasi di kampus, cuba presentasi di depan adik, di depan tetangga, dan tempat lain.

Teruslah mencoba dan berusaha membiasakan diri. Awalnya mungkin malu, tapi ingatlah kalau rasa malu itu hanya membawa kerugian saja. Kita cukup menjadi diri kita sendiri, tampil dengan yakin dan percaya diri dengan apa yang kita miliki sekarang.

Keempat, perbanyak teman

Orang yang mempunyai banyak teman, biasanya lebih percaya diri dibanding yang kuper. Kenapa demikian? Karena semakin banyak teman, maka semakin banyak kesempatan belajar dari orang lain. Belajar tentang hal yang kita tidak ketahui, dan membuat kita tidak percaya diri.

Selain itu, interaksi dengan orang lain, memberikan pemahaman baru akan sifat manusia kebanyakan. Mungkin selama ini, kita punya rasa takut, tapi dengan interaksi dengan orang lain, kita tahu bahwa ternyata perasaan itu juga ada pada mereka (baca: cara menghilangkan rasa sendiri).

Kelima, Bangun mental merasa lebih hebat

Cara mengatasi rasa malu atau tidak percaya diri ini yang paling buruk diantara 4 cara sebelumnya. Bahwa rasa percaya diri akan muncul, jika kita merasa hebat dari yang lain. Ini sangat ampuh, namun kekurangannya melatih sifat kesombongan yang ada dalam diri kita.

Mental merasa lebih hebat, bisa dimulai dari memberanikan diri dan membiasakan untuk menjadi berani berada di hadapan orang banyak dan keramaian, dan katakan pada orang yang banyak itu dalam hati, bahwa saya lebih hebat dari Anda semua. Jadi mulailah untuk kalahkan rasa malu tersebut dan selalu tampil dengan penuh keyakinan dan keberanian.

Semua orang memang terkadang menjadi malu karena suatu hal dan tidak sedikit orang yang memang seorang pemalu. Malu untuk berbicara, malu untuk bergaul, malu untuk tampil di depan umum, dan sebagainya. Sifat malu atau tidak percaya diri itu biasanya hanya akan merugikan diri kita sendiri saja.

Tetapi tak perlu khawatir dan berkecil hati, karena rasa malu itu pasti bisa dirubah. Cara mengatasi rasa malu atau tidak percaya diri tadi, semoga memberi manfaat bagi Anda.

Loading...