5 Pondok Tahfizh al-Quran Terbaik di Sulawesi Selatan

Pondok Tahfizh Terbaik

Maraknya pondok tahfizh al-Quran berbagai daerah patut disyukuri. Di Sulawesi Selatan (Sulsel), puluhan pondok tahfizh al-Quran tersebar di berbagai kabupaten/kota. Harapan kita, semakin banyak Pondok Tahfizh al-Quran, justru semakin bagus. Andai setiap dusun ada pondok tahfizh, artinya setiap dusun setidaknya ada calon penghapal al-Quran.

Pertimbangan dalam menentukan pondok tahfizh al-Quran untuk anak

Banyaknya pondok tahfizh al-Quran, tentu menuntut para orangtua jeli melihat pondok tahfizh al-Quran terbaik yang cocok buat para generasi al-Quran mereka. Berbagai hal biasanya menjadi pertimbangan, di antaranya; lokasi, fasilitas, biaya pendidikan, dan output yang menjadi harapan.

Para orangtua biasanya menganggap pondok tahfizh al-Quran terbaik adalah yang dekat dengan mereka. Hanya sedikit yang justru ingin menempatkan anaknya di pondok yang jauh. Padahal semakin jauh, maka ukuran jihad semakin besar, semakin jauh, semakin banyak pengalaman, dll.

Pertimbangan dari sisi lokasi juga terkait dengan kondisi geografis, keamanan, mudah dijangkau kendaraan umum, dan yang terpenting jaringan selular untuk komunikasi via hanphone.

Ada juga yang menetapkan pondok tahfizh al-Quran terbaik bagi mereka dengan menggunakan ukuran fasilitas yang ada di pondok yang mereka pilih. Berapa orang satu kamar? Kamar mandinya bagaimana? Makan berapa kali? Dan hal lain terkait fasilitas.

Dari sisi biaya pendidikan, masih mendominasi. Sehingga, orangtua yang sangat mempertimbangkan sisi biaya pondok. Banyak orangtua akan memilih dan akan menempatkan pondok tahfizh gratis sebagai pondok tahfizh al-Quran terbaik.

Kelompok masyarakat yang mengerti akan pendidikan, menempatkan output sebagai pertimbangan pertama dalam menentukan pondok tahfizh al-Quran pilihan buat anak mereka. Dan biasanya, mereka melihat dua hal; siapa pembinanya, dan sejauhmana prestasi para alumninya.

Nah, artikel ini akan melihat yang pondok tahfizh al-Quran terbaik di Sulsel, berdasarkan empat pertimbangan tadi, ditambah pertimbangan kedekatan dan kesamaan melihat cara menghapal al-Quran pada pondok tahfizh yang ada. Ini penting sekaligus menjawab apa otoritas saya menentukan bahwa A adalah pondok tahfizh terbaik, dan seterusnya.

Pondok tahfizh terbaik di Sulsel

Pondok Tahfizh al-Quran al-Imam Ashim

masjid imam Ashim
Masjid imam Ashim. Sumber poto: imamashim.id

Pondok tahfizh al-Quran terbaik peringkat pertama di sulsel adalah, Pondok Pesantren Tahfizh al-Quran al-Imam Ashim (PPTQ al-Imam Ashim). PPTQ al-Imam Ashim berdiri sejak tahun 1999, oleh KH. Syam Amir Yunus al-Hafizh, dan berada di bawah naungan yayasan al-Imam Ashim.

Meski usianya baru dua dekade, tapi pondok tahfizh ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Awal berdirinya hanya khusus membina tahfizh al-Quran, kini, PPTQ al-Imam Ashim juga memiliki madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Jadi selain membina santri yang khusus menghapal al-Quran, juga membina santri yang menghapal al-Quran sambil sekolah. Tak hanya itu, PPTQ al-Imam Ashim, juga membuka kelas santri putri.

Dari sisi lokasi, PPTQ al-Imam Ashim berada di kota Makassar, baik kampus I, II, dan III. PPTQ al-Imam Ashim berpusat di kampus II, Jl. Inspeksi Kanal Tamangapa Utara, Bangkala, Kec. Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90233

Baik kampus I, II, dan III, PPTQ al-Imam Ashim kini memiliki fasilitas yang standar untuk menampung para santri, dan kondusif untuk santri bisa mencintai kegiatan menghapal al-Quran. Bahkan tersedia mini market untuk kebutuhan santri sehingga mereka tidak perlu waktu tertentu hanya untuk kebutuhan sehari-hari.

Setiap santri mendapat konsumsi 3 kali sehari, sampai fasilitas binatu. Sehingga pembayaran santri benar-benar dikondisikan dengan tepat, dan santri hanya mempersiapkan diri untuk menghapal al-Quran

Untuk output, setiap tahun PPTQ al-Imam Ashim menelorkan puluhan bahkan sampai ratusan santri hafizh al-Quran. Dengan sistem bintang satu, dua dan tiga, maka hampir bisa dipastikan alumni PPTQ al-Imam Ashim, hapalannya mutqin.

Arahan dari pengasuh PPTQ al-Imam Ashim
Poto Saat Arahan dari pengasuh PPTQ al-Imam Ashim. Sumber poto: imamashim.id

Kelebihan PPTQ al-Imam Ashim

Ada beberapa kelebihan yang dimiliki pondok tahfizh ini sehingga penulis menempatkan pada posisi pertama pondok tahfizh terbaik di Sulsel; Pertama, semua pembinanya adalah mantan hafizh terbaik nasional dan internasional, sehingga mutu hapalan pembina tidak diragukan lagi, dan hal ini berpengaruh ke output santri.

Kedua, dari masa ke masa, PPTQ al-Imam Ashim menunjukan peningkatan yang signifikan baik dari sisi prestasi santri maupun, program-program terkait al-Quran, dan kegiatan inovatif mempermantap hapalan al-Quran.

Kontak pengasuh: 08124257848

Pondok Tahfizh al-Quran As’adiyah Masji Jami’ Sengkang

pondok tahfizh masjid jami sengkang1
Poto bersama, pengasuh dan pembina pondok tahfizh masjid jami sengkang. Sumber poto: asadiyahpusat.org

Pondok pesantren As’adiyah Sengkang, memiliki beberapa lembaga tahfizh al-Quran yang berada dibawah naungan pondok. Namun, Pondok Tahfizh al-Quran As’adiyah Masji Jami’ adalah yang pertama, yang paling besar, dan yang tertua dibanding lembaga tahfizh lainnya, dan penulis memposisikan sebagai peringkat kedua pondok tahfizh terbaik di Sulsel.

Tahun 1931, AGH. Muhammad As’ad, atas prakarsa Petta Ennengnge serta didukung tokoh masyarakat setempat kala itu, di samping belakang Masjid Jami Sengkang dibangun gedung berlantai dua. Bangunan itu diperuntukkan untuk kegiatan al-Madrasah al-Arabiyyah al-Islamiyyah, sekaligus AGH. Muhammad As’ad juga membuka suatu lembaga pendidikan yang baru, yaitu Tahfizhul Quran.

Sejak saat itu, lahirlah para hafizh al-Quran yang juga sekaligus ulama yang memberi corak keislaman tersendiri dalam masyarakat Sulses secara khusus, dan Nusantara secara umum. Jumlah hafizh jebolan Pondok Tahfizh al-Quran As’adiyah Masji Jami’ Sengkang, sudah tidak terhitung jumlahnya. Selain karena tidak ada database untuk itu, pondok tahfizh ini adalah yang pertama di Sulawesi Selatan.

Pondok Tahfizh al-Quran As’adiyah Masji Jami’ Sengkang berada di kota sengkang, tepatnya di jalan KH. Muh. As’ad. Tidak sulit menemukan pondok ini, karena mudah dijangkau dan merupakan tempat bersejarah Kabupaten Wajo.

Pondok Tahfizh al-Quran As’adiyah Masji Jami’ Sengkang, bertahan dengan model menghapal al-Quran masa lalu. Asrama para santri tidak diakomodir secara langsung oleh Pondok. Para santri bebas memilih akomodasi di sekitar masjid jami, asrama santri daerah, atau bahkan nge-kos.

Pola kemandirian dan pembentukan karakter kuat sepertinya menjadi andalan Pondok Tahfizh al-Quran Masji Jami’ Sengkang. Buktinya, setiap tahun, jumlah santri pendaftar selalu melebihi kuota yang ditetapkan.

Karena sistem akomodasi tidak langsung oleh pondok, praktis Pondok Tahfizh al-Quran As’adiyah Masji Jami’ Sengkang meng-gratis-kan biaya pendidikan menghapal para santri.

Untuk output, tidak diragukan lagi. Ratusan santri sudah menorehkan prestasi dalam lomba tahfizh al-Quran baik nasional maupun internasional. Alumni Pondok Tahfizh al-Quran As’adiyah Masji Jami’ Sengkang, bahkan menyebar, membentuk pondok tahfizh baru dan menelorkan santri berprestasi juga. Santri Pondok ini, sudah beranak pinak, bercucu, bercicit.

Kelebihan Pondok Tahfizh al-Quran As’adiyah Masji Jami’ Sengkang

Sebagai pondok tahfizh tertua, dan awalnya diasuh langsung oleh al-Allamah AGH. Muhammad As’ad al-Bugisy, para santri sangat yakin dengan berkah. Istilah “barakka’na As’adiyah” menjadi ajimat para santri, dan hal ini sulit untuk dibahasakan.

Metode pembelajaran, sistem akomodasi pondok, dan hal lain, terkesan jadul. Tapi tetap saja, santri Pondok Tahfizh al-Quran As’adiyah Masji Jami’ Sengkang menorehkan prestasi sampai hari ini. Ini sulit dijangkau akal, tapi itulah faktanya.

Kontak pengasuh: 085256799343

Pondok Tahfizh al-Quran al-Junaidiyah Biru

Santri mangolo pondok tahfizh junaidiyah biru
Poto Santri menghadapkan hapalan pada pembina di pondok tahfizh junaidiyah biru. Sumber poto: junaidiyah.com

Peringkat ketiga ditempati oleh Pondok Tahfizh al-Quran Junaidiyah Biru yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Ma’had Hadits Biru yang kini menjadi Pondok Pesantren Modern al-Junaidiyah Biru. Pesantren ini sangat terkenal dengan nama Pesantren Biru, mungkin karena dulu letaknya di jalan Biru, Kota Watampone, Kabupaten Bone.

Pondok Tahfizh al-Quran al-Junaidiyah Biru didirikan pada tahun 1970 sebagai bagian dari Pesantren Biru, namun waktu itu berpusat di masjid Raya Bone. Pesantren ini didirkan oleh oleh AGH. Junaid atas inisiatif pemerintah Kabupaten Dati II Bone, atau lebih dikenal dengan Gurutta Junede’.

Pada tahun 1972, lembaga tahfiz di Masjid Raya dipindahkan ke lokasi pesantren tersebut di Jalan Biru, Kabupaten Bone, dan ulama yang menjadi pengasuh pondok dipercayakan kepada AGH. Huzaifah.

Dalam perkembangannya, AGH. Huzaifah secara pribadi membeli tanah di samping area Pesantren dan membangun rumah dari hasil kerjanya sendiri. Rumah itulah yang kemudian ditempati mappangolo, atau tempat para santri menghadapkan hapalannya.

Dalam usianya yang hampir setengah abad, Pondok Tahfizh al-Quran al-Junaidiyah Biru telah mencetak ratusan hafizh al-Quran yang tersebar di seluruh nusantara. Di antara alumninya ada yang sudah mendirikan pondok tahfizh sendiri.

Dari sisi lokasi, Pondok Tahfizh al-Quran al-Junaidiyah Biru berada di pusat kota Watampone, yaitu Jalan Jendral Sudirman Nomor 5-7, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, 92714

Seperti pondok pesantren pada umumnya, santri tahfizh Pondok Tahfizh al-Quran al-Junaidiyah Biru, diakomodasikan oleh pembina untuk memantau secara langsung dan terikat proses menghapal santri.

Prinsip ikhlas beramal sangat kental dipegang oleh pembina pondok tahfizh ini, yang merupakan anak kandung AGH. Huzaifah. Ini dibuktikan dengan biaya pendidikan yang tidak mahal, dengan konsumsi 3 kali sehari.

Ratusan alumninya sudah menorehkan gelar dan presatasi di berbagai ajang lomba tahfizh al-Quran, baik STQ maupun MTQ. Bahkan banyak diantaranya sudah menjadi dewan hakim.

Kelebihan Pondok Tahfizh al-Quran al-Junaidiyah Biru

Dibanding pondok tahfizh al-Quran yang lain, Pondok Tahfizh al-Junaidiyah, dibina oleh pasangan suami isteri yang keduanya adalah hafizh hafizah terbaik, Abul Khair al-Hafizh dan Imas Aas Asrariyah al-Hafidzah. Ini terbukti dengan peningkatan jumlah santri dari tahun ke tahun, sejak dikendalikan oleh keduanya.

Kontak pengasuh: 081355007274

Pondok Tahfizh al-Quran Haqqul Yaqin Enrekang

Pondok tahfizh al-Quran pendatang baru, namun saya tempatkan sebagai peringkat keempat. Poin yang menjadi pertimbangan adalah kecepatan santrinya menunjukkan taji prestasi dari cabang lomba yang diikuti. Karena usianya masih sangat muda, santrinya hanya mengikuti cabang 1 juz dan 5 juz.

Berdiri pada bulan Agustus 2019 oleh KM. Muhammad Ilham, S.Ag, Pondok Tahfizh al-Quran Haqqul Yaqin Enrekang, selain bercita-cita mencetak para penghapal al-Quran, sepertinya memiliki agenda lain. Hal ini terlihat dari visi misi-nya, yaitu menjaga dan memelihara kehormatan, kesucian, dan kemuliaan al-Quran agar tetap terbaca sesuai kaidah tajwid yang diajarkan Rasulullah saw.

Bagi orangtua yang ingin memondokkan anaknya di pondok tahfizh yang jauh dari kota, sepertinya Pondok Tahfizh al-Quran Haqqul Yaqin Enrekang ini bisa menjadi pilihan. Pondok ini beralamat Jl. Lapoci, Kelurahan Bangkala, Maiwa, Kabupaten Enrekang.

Semua santri akan mendapat fasilitas ruang kelas, mini market, sampai tempat olahraga. Fasilitas akan terus ditingkatkan seiring berjalannya waktu.

Dengan uang infaq dan pembangunan, para santri mendapat konsumsi 3 kali sehari, sekaligus mendapat pengetahuan tambahan, seperti baca kitab kuning, nahwu sharaf, serta ilmu keislaman lainnya.

Bisa dianggap kelebihan, bisa juga dianggap keunikan, Pondok Tahfizh Haqqul Yaqin dibina oleh dua hafizh bersaudara yang telah membina tahfizh sejak lama dan mengajar di Pondok Pesantren Rahmatul Asri, Enrekang, Sulawesi Selatan.

Kontak pengasuh: 085342185665

Pondok Tahfizh al-Quran Syahid al-Haq

Berdiri tahun 2005 dengan harapan dan cita-cita membentuk hafizh berkualitas, Pondok Tahfizh al-Quran Syahid al-Haq, didirikan oleh KM. Ahmad Syahid, M.Pd.I. pondok tahfizh ini penulis tempatkan sebagai peringkat kelima.

Awalnya, Pondok Tahfizh al-Quran Syahid al-Haq sifatnya lokal yang hanya membina anak-anak dalam lingkup keluarga dan sekitar lokasi pondok. Namun seiring perkembangan, pondok tahfizh ini telah menerima santri dari luar Sulawesi Selatan.

Seperti halnya pondok tahfizh peringkat keempat, bagi orangtua yang ingin menempatkan anaknya jauh dari kota, pondok tahfizh ini bisa menjadi pilihan. Pondok ini beralamat di Kelurahan Jenna’e, Liliriaja, Soppeng, Sulawesi Selatan, 90861.

Membina santri putra dan putri, jika dibanding prestasi beberapa santri yang sudah menorehkan nama di even Nasional, biaya pendidikan tergolong murah, tak cukup sejuta sebulan dengan fasilitas asrama, dan konsumsi 3 kali sehari.

Santri yang mondok di Pondok Tahfizh al-Quran Syahid al-Haq, special menghapal al-Quran, namun akan mendapat bimbingan khusus dari pembina, seperti nahwu, sahraf, dan ilmu keislaman lainnya.

Ada hal unik, atau bisa dianggap kelebihan. Santri di pondok ini dididik bermental baja, mandiri, dan tegas, sehingga banyak hal yang merupakan bagian proses pendidikan untuk itu, berlaku di pondok ini meski tidak formal.

Kontak pengasuh: 082348878778

***

Dalam penilaian penulis, ada satu hal yang menjadi kesamaan 5 Pondok Tahfizh al-Quran terbaik di Sulsel tadi, yaitu mengedepankan kualitas hapalan, bukan kecepatan dalam menghapal. Ada banyak pondok tahfizh yang mengedepankan kecepatan menghapal, sehingga mengabaikan kualitas.

Bagaimana kalau ada yang bisa menghapal al-Quran dengan cepat dan berkualitas? Bisa jadi ada individu yang bisa, tapi sifatnya kasuistis. Tidak semua orang bisa seperti itu. Artinya, mengedepankan kecepatan bukanlah metode, prinsip, sistem yang baik dalam suatu pondok tahfizh. Karena dalam satu pondok ada beragam santri di sana.

Baca: bahaya menghapal al-Quran cepat!

لَا تُحَرِّكۡ بِهِۦ لِسَانَكَ لِتَعۡجَلَ بِهِۦٓ

“Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) al-Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)-nya.”

Berikan Komentar

Alamat email bersifat pribadi