Apa Sih yang Paling Diinginkan Wanita?

yang Diinginkan Wanita

Apa hal yang paling diinginkan wanita? Jawaban dari pertanyaan ini tentu beragam. Pria yang melihat pasangannya sebagai barang akan menjawab kalau yang paling diinginkan wanita adalah emas, uang, dan harta berlimpah. Berbeda bagi wanita yang belum menikah, dengan mudah divonis yang paling diinginkan wanita adalah pasangan hidup. Wanita yang sudah lama menikah tapi belum memiliki anak, akan dianggap kalau dia sangat menginginkan anak. Begitu seterusnya.

Ada kisah menarik terkait apa sebenarnya yang paling diinginkan seorang wanita. Kisah ini dialami oleh seorang Raja dalam mitologi Britania Raya yang hidup abad ke-V. Namanya raja Arthur. Dia Raja di Camelot sekaligus pemimpin bangsa Keltik saat itu. Istrinya bernama Guinevere. Dan dia dikenal dengan pedang Excalibur nya yang sangat tajam.

Raja Arthur
Ilustrasi Raja Arthur

Suatu hari Arthur didatangi oleh sosok raksasa di istananya. Raksasa itu menantang Arthur untuk bertempur satu lawan satu. Sebagai seorang petarung yang banyak makan asam garam, Arthur merasa mampu mengalahkan sosok asing tersebut. Padahal dia tidak mengetahui kalau sebenarnya raksasa itu adalah seorang penyihir.

Walhasil Arthur dikalahkan dengan sangat mudah. Tanpa tali, Arthur merasa terikat. Saat Arthur memohon padanya agar dilepaskan, sang penyihir bersedia dengan satu syarat; Arthur harus dapat menjawab pertanyaan berikut “Apa hal yang paling diinginkan oleh wanita?”

Arthur disilahkan pergi mencari jawaban pertanyaan itu, namun jika dia gagal apalagi mencoba melarikan diri, maka si penyihir akan menemukan Arthur dengan kekuatan sihirnya, lalu tak segan membunuhnya.

Pergilah Arthur berkelana ke seluruh Camelot untuk mencari jawaban pertanyaan aneh itu. Seperti yang diduga, ada banyak jawaban. Ada yang menyebut cinta, harta, atau keluarga. Namun Arthur tahu, itu bukan jawaban yang benar dan diharapkan si penyihir.

Lama mencari, hingga dia bertemu dengan seorang wanita tua kutukan yang amat buruk rupa. Tubuhnya bungkuk, rambutnya acak-acakan, dan wajahnya penuh keriput. Saat menyapa Arthur, Arthur kaget alang kepalang. Namun Arthur sadar dan berharap mungkin saja wanita buruk rupa itu bisa menjawab masalahnya.

Setelah diceritakan, wanita buruk rupa yang bernama Dame Ragnelle itu bersedia memberitahu jawabannya, dengan satu syarat; salah satu ksatria Arthur harus menikahinya. Sebagai raja yang memiliki banyak pengawal ksatria, tentu Arthur tak keberatan dengan syarat itu. Bahkan andai saja, Arthur belum memiliki istri, demi lepas dari pengaruh sihir sang raksasa, dia pun bersedia menikahi Ragnelle.

Setelah mendapat jawaban dari Ragnelle, Arthur kembali kepada si penyihir dan menjawab pertanyaannya. Penyihir raksasa terkejut karena jawaban Arthur adalah jawaban yang tepat. Dengan ilmu sihirnya, dia tahu kalau yang memberi tahu Arthur adalah Ragnelle yang merupakan saudarinya, sama-sama keturunan dewa-dewi. Namun ia terpaksa melepaskan Arthur karena janjinya.

Arthur akhirnya kembali ke kerajaan. Dia menceritakan semua yang dialami ke istrinya, Guinevere dan para ksatrianya. Tidak ada ksatria yang bersedia menikahi Ragnelle, kecuali satu dari ksatria yang paling setia bernama Sir Gawain. Namun Arthur tetap menyilahkan dia bertemu dengan Ragnelle terlebih dahulu.

Setelah Gawain melihat Ragnelle, ia tetap tidak berubah pikiran dan tetap ingin menikahinya, sebagai bentuk kesetiaan kepada Arthur. Sebenarnya, selain karena kesetiaan, Gawain pun penasaran dengan jawaban pertanyaan apa yang paling disukai wanita. Ini menjadi rahasia penting sehingga dia pun bertekad menikahi Ragnelle.

Pernikahan mereka diselenggarakan di istana Arthur, dan banyak pengunjung yang merasa kasihan kepada Gawain. Namun Gawain tetap menguatkan hatinya. Alasan setia dan penasaran.

Opini Terkait
1 daripada 38

Pada malam pernikahan saat keduanya di kamar, Gawain langsung bersiap untuk tidur tanpa melihat wajah istrinya. Namun ketika Ragnelle memanggilnya, Gawain tidak percaya apa yang dilihatnya. Istrinya berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik.

Ragnelle memberitahu Gawain bahwa ia akan menjadi cantik pada malam hari dan buruk rupa pada siang hari. Namun sebagai suami, Gawain dapat memilih, apakah ia ingin istrinya untuk terlihat cantik pada malam hari dan jelek pada siang hari, ataukah cantik pada siang hari dan jelek pada malam hari.

Tanpa berpikir panjang, Gawain memberikan jawabannya: “Sebagai perempuan, kamulah yang paling menderita. Biarlah kamu yang menentukan sendiri bagaimana baiknya. Apakah kamu ingin terlihat cantik pada siang hari, atau pun malam hari, keputusan itu ada di tanganmu.”

Ragnelle pun menangis bahagia. Sedangkan Gawain terheran-heran. Walhasil, Ragnelle pun lepas dari seluruh kutukan. Kini ia terlihat cantik setiap saat, tidak hanya siang atau malam saja.

***

Para pujangga menarik kesimpulan dari cerita itu, bahwa hal yang paling diinginkan wanita adalah sovereignty, atau disebut juga her own way, yaitu ruang yang diberikan kepadanya untuk menentukan pilihannya sendiri. Inilah yang paling diinginkan wanita bahkan karena hal itulah, Ragnelle lepas dari kutukan.

Hal yang paling disukai wanitaFakta! Wanita seringkali tidak diberikan kesempatan untuk memilih. Kalau toh kesempatan diberikan maka posisinya setelah pria. Ada banyak tatanan berlebihan sehingga untuk bersuara saja wanita merasa sulit.

Ilustrasi-muslimah-bekerja
Ilustrasi muslimah bekerja

Islam hadir salah satunya dengan misi memberikan hal yang paling diinginkan wanita. Tidak seperti pada zaman Jahiliah yang semuanya ditentukan pria. Kehadiran Rasul saw dengan rahmat untuk semesta alam mendobrak tradisi itu, dan menempatkan wanita sesuai kodratnya.

Tradisi yang tidak memberikan pilihan pada wanita berlangsung sejak lama di dunia Arab. Bahkan, untuk masalah wanita menyetir kendaraan sendiri, baru boleh di era 2000-an.

Pria harus mengakui, bahwa banyak wanita lebih hebat, lebih kuat, lebih tahan, dan lebih-lebih yang lain dari pasangannya. Banyak wanita tangguh, mengasuh anak sambil bekerja. Menjadi istri sekaligus mengerjakan pekerjaan suami. Banyak! Namun mereka tidak mampu berbuat yang lebih baik lagi, hanya karena ruang memilih dan menentukan sudah layu sebelum berkembang.

So, tempatkan wanita pada tempatnya. Jika dia mampu, berikan dia kesempatan menentukan. Setelah itu, siapkan bahu atau tisu. Yah, mungkin saja dia akan menangis bahagia atau lepas dari kutukan seperti Ragnelle.

Referensi:

  1. The Wedding of Sir Gawain and Dame Ragnelle
  2. Raja Arthur
Loading...