Bagaimana Menentukan Pilihan Terhadap Calon Legislatif ?

Bagaimana Menentukan Pilihan

Pembentukan relawan demokrasi adalah salah satu cara KPU mengantisipasi anjloknya pemilih menuju tahapan pemilihan umum untuk yang ke-3 kalinya. Sayang, tak ada pemetaan sebelum para relawan bergerak. Karena keengganan pemilih sebenarnya efek dari kurangnya perubahan dari eksekutif dan legislatif. Jika merunut lebih jauh, maka kesalahan pertama ada pada pemilih yang tidak mengerti bagaimana menentukan pilihan terhadap calon legislatif.

Haruskah kita seperti Negara maju yang belajar demokrasi sampai ratusan tahun lamanya, sehingga bisa membuat masyarakat pesimis? Kita harus melompat lebih dari step yang dilakukan Negara demokrasi yang sudah maju. Caranya? Tergantung bagaimana menentukan pilihan terhadap calon legislatif.

Seperti diketahui, bahwa sistem menjadi bakal calon legislatif sampai calon legislatif, tidak memiliki urgensi perbaikan yang jelas, namun lebih didominasi kepentingan partai. Akibatnya, para calon legislatif sulit melakukan perbaikan, karena terpenjara setidaknya oleh kepentingan partai yang mengusungnya.

Parahnya, pemahaman masyarakat dalam menentukan pilihan masih didominasi cara lama, yaitu berdasarkan kekeluargaan, agama, pertemanan, rekan kerja, sampai masalah suku. Akhirnya, anggota legislatif terpilih, bukanlah anggota legislatif “terbaik” berdasarkan tugas seorang anggota DPR. Syukur-syukur kalau kebetulan terpilih dengan cara seperti itu, sekaligus juga memiliki itikad baik.

Kita tidak perlu menunggu ratusan tahun untuk perbaikan tersebut. Sejatinya, yang paling utama adalah mengetahui bagaimana menentukan pilihan terhadap calon legislatif saat di TPS. Siapakah mereka yang layak dipilih? Om kita? Saudara? Guru kita? Bukan itu dasarnya. Tapi menentukan calon legislatif adalah siapa yang bisa menjalankan fungsinya sebagai, pembuat undang-undang yang manfaatnya kepada masyarakat, siapa yang bisa mewakili aspirasi masyarakat, dan siapa yang bisa melakukan pengawasan terhadap kebijakan pemerintahan. Catat…!.

Artinya, meski dia saudara kita, orang yang memberi makan kita setiap hari, bahkan meski dia orang tua kita sekalipun, kalau dianggap tidak mampu menjalankan fungsi legislatif itu, sebaiknya tidak perlu dipilih.

Bagaimana Menentukan PilihanAda beberapa syarat seorang calon legislatif yang layak pilih berdasarkan tugas legislatif tersebut; Pertama, calon legislatif itu harus berani. Keberanian bagi seorang anggota legislatif sangat dibutuhkan.

Bisa dibayangkan, jika seorang anggota legislatif tapi penakut, lalu bagaimana dia menyampaikan pendapatnya saat rapat, bagaiman menyampaikan aspirasi konstituennya, bagaimana dia melakuakan pengawasan? “Hanya bisa menyanyikan lagu setuju,” kata Iwan Fals.

Opini Terkait
1 daripada 304

Kedua: Calon legislatif pilihan kita harus pintar sekaligus cerdas. Banyak anggota legislatif saat rapat hanya bisa diam, mengekor terhadap pendapat yang sudah ada. Bahkan lebih memilih menonton video porno.

Kenapa? Boro-boro menyampaikan pendapat, masalah yang dibahas saja, tidak dimengerti. Demikian juga calon legislatif harus cerdas, karena dalam menjalankan fungsinya, anggota legislatif harus cerdas agar semua usahanya dapat diterima.

Ketiga: Calon legislatif harus agamis. Tidak ada agama yang mengajarkan keburukan. Anggota legislatif yang agamis minimal akan terjaga oleh pemahaman keagamaannya. Atau setidaknya ketika kecerdasannya telah punah, dia masih punya doa untuk perjuangannya.

“Saya kan tidak tahu siapa yang di baliho bawah pohon mangga itu?” Ketus tetangga saya. Untuk masalah ini juga sangat sistemik. Masih banyak calon legislatif belum dikenal kecuali melalui baliho dan banner oleh konstituen. Bagi yang tidak mengenal satupun calon legislatif, usahakan tanyakan. Tanyakan pada orang yang mengerti tentang calon legislatif itu dan posisi orang tempat Anda bertanya netral. Jangan sama sekali tanyakan pada rumput yang bergoyang.

“Saya kan penduduk baru di sini, tidak punya waktu untuk cari tahu?” Untuk kondisi ini, Ada tiga pilihan; 1) Saat di TPS, lihat wajah dari poto yang mewakili 3 identitas calon legislatif yang layak pilih tadi; 2) Tanyakan pada hati nurani Anda; dan 3) Anda tidak usah pergi memilih.

Pilihan pertama dengan harapan semoga, poto yang ada di lembar suara tidak menipu Anda. Opsi kedua, jika nurani benar-benar nurani, maka pilihan Anda pun tepat. Opsi ketiga, tidak usah memperburuk keadaan dengan memilih sembarang orang. Namun saya yakin, hal ini sangat minim kemungkinannya.

Tiga pilihan tadi adalah alternatif terakhir. Pilih calon legislatif dengan benar, karena masa depan Anda, keturunan Anda, Negara Anda (eh kita), tergantung siapa pilihan kita.

Semoga bermanfaat…

 

Komentar
Loading...