Bahaya Crypto! Jangan Asal Main yang Penting Untung

  • Bagikan

Pertama, kalau mata uang fisik berdasarkan asumsi nilai barang yang beredar seperti contoh di atas, maka crypto sebagai mata uang berdasarkan atas kesepakatan dan sentimen dalam suatu komunitas. Misal, di komunitas A sepakat mereka menggunakan alat tukar digital dengan nama ABCD, ditentukanlah jumlah ABCD yang beredar. Naik turunnya harga ABCD berdasarkan sentimen pasar di komunitas tersebut.

Jaminannya apa? Ya tentu catatan yang ada di blockchain saja. Berbeda dengan mata uang fisik yang jaminan nilainya berdasarkan nilai barang yang beredar, dan fluktuasi hal itu diatur oleh negara.

Bayangkan, jika sebuah crypto ABCD yang jumlahnya hanya satu juta koin, diborong oleh seseorang, maka orang itulah yang memainkan harga koin ABCD tersebut. Dia bisa memainkan harga atau memainkan sentimen sehingga orang berburu koin ABCD tadi.

Kedua, crypto tidak dijamin! Ada beberapa hal sehingga sebuah koin crypto tidak bisa dijamin. Misalnya, tak ada yang tahu siapa pembuat sebuah jenis mata uang crypto. Dalam contoh, koin ABCD, tak ada yang tahu siapa pembuatnya, tiba tiba disepakati, bernilai dengan nilai naik turun.

Memang, beredar isu bahwa mata uang crypto jenis ini dibuat oleh ini, tapi itu sekedar isu. Satoshi misalnya, kita tidak tahu dia orang mana, ayahnya siapa, tinggal di mana, dan dia punya apa sehingga layak bertanggungjawab atas sebuah koin bernilai. Aneh bukan?

Berbeda dengan mata uang fisik yang dijamin oleh negara masing masing. Dari sinilah kemudian kita bisa memahami perbedaan trading crypto dan trading forex.

Ketiga, fluktuasi atau naik turun nilai sebuah koin krypto yang hampir tidak bisa diprediksi karena sifatnya spekulatif. Spekulatif tanpa adanya aturan inkrah yang mengatur. Dalam konsep hukum Islam, di sinilah ghrarnya.

Anda beli koin ABCD seharga Rp. 100 hari ini, besok naik, Anda jual seharga Rp. 1000, lalu Anda jual. Maka yang membeli berpotensi rugi. Harapan pembeli tentu untung, yaitu jika koin ABCD dihargai di atas Rp. 1000. Itu jika posisi Anda sebagai penjual. Sebaliknya, bayangkan jika posisi Anda sebagai pembeli.

Banyak yang mengatakan, crypto sebagai investasi. Iya, investasi yang naik turun. Tak ada jaminan, yang sekarang murah, kelak jadi mahal. Sebaliknya, yang sekarang mahal, kelak jadi murah. Semua bisa terjadi, dan semua itu tak ada yang menjamin!

Keempat, crypto dinilai bukan berdasarkan aset. Tapi nilai yang disepakati. Bayangkan, jika Anda memiliki 100 poin ABCD yang nilainya 10 juta misalnya, tiba tiba, catatan di cryptography dimanipulasi, ada perubahan sentimen, atau tiba tiba pencetus mata uang ABCD tidak bertanggung jawab. Bisa?

Bandingkan dengan transaksi mata uang fisik. Anda menyerahkan 10 juta, anda mendapat aset senilai 10 juta. Bukan aset yang disepakati senilai 10 juta, yang mana kesepakatan itu berdasarkan sentimen dalam sebuah komunitas seperti yang terjadi di transaksi crypto.

Saran untuk pemain atau yang tertarik dengan crypto

Pertama, jangan mudah terjebak dengan bahasa “ini era digital”. Emangnya kenapa dengan era digital? Ketahuilah, ada banyak kelemahan dan bahaya digitalisasi. Yang terpenting, era digital tidak bisa menghapus dunia nyata. Fakta dan apa yang ditangkap oleh indera akan tetap ada.

Pahami baik baik risiko dan kemungkinan risiko yang ada. Kesiapan Anda menghadapi risiko tersebut. Jangan justru sok sokan dan berkata “dunia dalam genggaman”.

Kedua, memahami sesuatu dengan baik, Anda harus menyimpan terlebih dahulu segala hal yang mempengaruhi asumsi. Jika menelaah crypto tapi tetap mengingat bahwa Anda sudah untung, maka sia sia analisa tersebut.

Anda mungkin berhasil menjual koin crypto dan untung, tapi bagaimana dengan yang membeli koin Anda. Ingat itu terjadi tanpa aset kecuali aset koin digital itu sendiri.

Ketiga, sebagai makhluk sosial beragama, sederhana! Anda ragu tinggalkan, dan ikutilah putusan agama yang lebih paham. MUI dan NU sudah mengeluarkan fatwa kalau itu haram.

Akhirnya, tulisan ini bukan ingin menyudutkan sebuah alat tukar digital. Ada banyak crypto yang beredar. Tulisan ini untuk kehati-hatian dan tembahan referensi buat kita semua.

  • Bagikan