Beberapa Pertanyaan Seputar Lailatul Qadar

Lailatul Qadar

Lailatul Qadar istilah yang sering disebut di bagian akhir bulan Ramadhan. Bukan cuma ustad, dai, orang tua, dan anak pengajian saja, tapi kata Lailatul Qadar kerap terdengar lebih terkesan jualan motivasi kepada umat Islam untuk lebih respect terhadap ibadah di akhir bulan suci Ramadhan.

Tiada yang memungkiri bahwa sebenarnya hakikat Lailatul Qadar benar-benar ada sesuai janji Allah swt dalam surah al-Qadar. Namun bentuk, model, gaya, dan sesuatu yang menggambarkan Lailatul Qadar secara detil kurang didapatkan dari berbagai literatur. Bisa jadi hal ini karena orang pilihan yang mendapatkan Lailatul Qadar tidak bisa membahasakan yang bisa dimengerti sesuai dengan apa yang dialami.

Opini saya kali ini akan menguraikan beberapa hal terkait Lailatul Qadar yang menjadi pertanyaan di kepala saya, kita, mereka dan mungkin Anda. Dengan sedikit sentuhan dari yang pernah saya dengar dan baca, celoteh ini semoga bisa memberi manfaat dan spirit mengejar Lailatul Qadar;

Apakah Lailatul Qadar hanya turun dan datang di malam hari?

Banyak teman saya menilai pertanyaan ini sekaligus pernyataan konyol, karena kata Lailatul Qadar memakai kata Lailah yang artinya malam. “pastilah turunnya di malam hari.” Kata mereka mencoba meyakinkanku.

Saya tidak serta merta menerima hal ini dengan berbagai argumen; pertama: jika Lailatul Qadar hanya turun di malam hari, bagaimana dengan porsi pembagian jatah malam dan siang berbeda antara tempat yang satu dengan tempat yang lain. Siang di Indonesia, bukankah malam di Virginia. Artinya, jika yang Maha Kuasa berkehendak menurunkan berkah Lailatul Qadar kepada umatnya di virginia, maka yang di Jakarta ngantri dulu. Atau lebih nyentriknya, mungkinkah kehendak Tuhan dibatasi oleh aturan waktu ciptaannya sendiri?

Apakah Lailatul Qadar hanya turun malam ganjil bulan Ramadhan?

Seperti yang saya tulis di awal, Lailatul Qadar kemudian menjadi jualan laris di bulan ramadhan. Pemahaman bahwa di malam ganjil, malam setelah malam pertengahan Ramadhan kemudian mengikuti pemahaman awal bahwa memang Lailatul Qadar hanya turun di bulan Ramadhan.

Opini Terkait
1 daripada 90

Jika melirik dalil naqli, hadis Rasul saw yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar menyebutkan hal itu

“Barang siapa yang berupaya untuk mendapati Lailatul Qadar, hendaklah ia berupaya untuk mendapatinya pada malam ke 27.”

Para ulama berbeda pendapat tentang kapan tepatnya Lailatul Qadar terjadi. Sebagian mereka berpendapat bahwa lailatul qadar jatuh pada tanggal ganjil yaitu tanggal 21, 23, 25 atau 29. Untuk masalah ini, sepertinya akan kembali ke masalah pertanyaan pertama bahwa waktu berbeda antara tempat yang satu dengan tempat yang lain.

Perbedaan tempat akan mempengaruhi rukyah penetapan awal puasa, dan perbedaan tersebut akan mempengaruhi masalah ganjil genap puasa. Ganjil di Indonesia, genap di Saudi Arabia, dst.

 

Untuk menjawab hal itu, salah satu jalan terbaik (setidaknya bagi saya) adalah melihat Lailatul Qadar dari sisi kaum sufi.

Bagi kaum sufi, hakikat Lailatul Qadar adalah suatu peristiwa pertemuan antara hamba dan Tuhannya, di mana nuansa perjumpaan itu sangatlah indahnya sehingga dikatakan lebih indah, lebih terang, lebih baik dari Cahaya Seribu Bulan di langit dunia fana ini.

Seputar malam lailatul QadarKetika Tuhan tidak terbatas termasuk ruang dan waktu, maka bahasa malam dan siang, ganjil dan genap hanyalah bahasa manusiawi agar keterbatasan manusia mudah mencerna bahwa Lailatul Qadar benar-benar ada. Setiap manusia beriman pasti merindukan perjumpaan dengan Tuhannya. Rindu yang fana’ adalah sesuatu yang tak mengenal waktu.

Bagaimana jalan untuk meraih atau mendapatkan Lailatul Qadar itu?. Dengan menggunakan kode PIN, dan itu sangat mudah (kedengaran). Baca di sini.

Loading...