Becak, Kendaraan Tradisional Populer di Makassar Masa Lalu

Hampir semua daerah dan kota besar di Indonesia memiliki kendaraan tradisional yang digerakkan tenaga manusia ini. Kian hari kendaraan ini terpinggirkan oleh kendaraan bermesin, dan pengendaranya terdiskriminasi secara sosial. Beda masa beda popularitas. Meski abad 20 kendaraan tradisional ini bersaing dengan dokar dan bendi dengan tenaga kudanya, kini semua tergerus oleh kedigdajaan mesin.

Becak, kendaraan tradisional yang pertama kali ditemukan di Jepang, itupun secara kebetulan oleh pejabat pembantu di Kedutaan Besar AS. Ketika di Yokohama, dia berpikir bagaimana istrinya yang cacat, bisa pula ikut berjalan-jalan seperti yang lain.

Dibuatlah sebuah rancangan, dan dikirim ke sahabatnya. Atas kerja seorang pandai besi Obadiah Wheeler, dibuatlah becak berdasarkan gambar tadi. Namun di Jepang waktu itu, becak dinamakan Linrikisha.

Seiko-san, seorang pedagang sepeda asal Jepang di Makassar, resah dengan penjualan yang menurun. Akhirnya, terinspirasi dari banyaknya bahan-bahan sepeda, dia membuatnya menjadi kendaraan roda tiga, yang dalam bahasa Makassar “Tallu Roda.” Tahun 1940-an,

Opini Terkait
1 daripada 127

Tallu Roda berangsur berganti dengan Becak. Becak berasal dari bahasa Tionghoa, Be-Chia yang artinya kereta kuda. Be-Chia lebih sering digunakan karena pengendaranya umumnya masyarakat mampu kalangan Tionghoa.

Banyak sumber lain menyebutkan, kalau becak ada di kota Makassar pada masa penjajahan Jepang. Berangsur, kendaraan yang terbuat dari bahan sepeda ini, marak dan populer. Bisa dipastikan, karena kendaraan menggunakan mesin masih kurang. Sisi lain, becak lebih simpel dibanding dengan dokar, dan lebih efisien karena tidak lagi menggunakan tenaga hewan.

becak
Ilustrasi

Di Makassar, meski semakin hari semakin kurang, becak masih sering ditemukan, terutama di lorong, gang dan blok-blok yang menghubungkan perumahan. Sapaan pengemudinya adalah Daeng. Sapaan status sosial yang sebenarnya tidak rendah untuk suku Bugis-Makassar. Lain sapa lain kerja.

Pekerjaan pengemudi becak atau tukang becak, sayangnya dipandang sebagai kelas rendahan. Entah mengapa, seakan kesadaran telah hilang, padahal becak pernah populer di masa lalu, dan masih melegenda sampai sekarang.

Loading...