Belajar dari Kisah Nabi Yusuf as.

0 16

Dan perempuan yang rumahnya ditinggali yusuf menggodanya. Dan dia menutup pintu, dan berkata ” mari kesini, mendekatlah kepadaku. Yusuf berkata, “Saya takut kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik”. Sesungguhnya orang zhalim itu tidak beruntung.

Dan sesungguhnya perempuan itu menginginkan dirinya (Yusuf). Dan Nabi Yusuf pun berkeinginan kepada perempuan itu, sekiranya Tuhan memeberikan tanda dan Yusuf melihatnya. Demikianlah kami palingkan dia dari keburukan dan kejelekan. Sesungguhnya Yusuf termasuk hamba yang kami pilih.

Dan keduanya berlomba menuju pintu (Nabi Yusuf ingin melepaskan diri dari godaan, dan perempuan itu ingin menghalanginya). Dan perempuan itu menariik gamisnya hingga terkoyak. Dan suami perempuan itu mendapati mereka di depan pintu. Perempuan itu berkata, “apakah balasan terhadap orang yang bermaksud buruk terhadap istrimu, selain dipenjarakan atau dihukum dengan hukuman yang pedih?”.

Dia (Yusuf) Berkata: “dialah yang bermaksud menggodaku.” Seorang saksi dari keluarga perempuan, memeberikan kesaksian, “jika gamisnya koyak di bagian depan, maka perempuan itu benar, dan Yusuf bersalah dan termasuk orang-orang yang berdusta”.

Dan jika gamisnya koyak dibagian belakang, maka perempuan itulah yang berdusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar”.

Maka ketika suami perempuan itu melihat gamis yang koyak di bagian be;lakang, dia berkata: “Sesunggunya ini adalah tipu dayamu. Tipu dayamu benar-benar hebat”.

Kisah di atas, termuat dalam al-Quran surah Yusuf, ayat 23-28. Lanjutan dari kisah itu secara ringkas. Para wanita meledek istri Tuan Yusuf karena telah menggoda pembantunya. Dengan skenario cerdas, Yusuf diperintahkan berjalan di dean mereka dengan membawa dalam suatu acara, dimana semua perempuan yang ada memegang pisau. Karena kegagahan dan simpatik Yusuf, tanpa terasa, mereka mengiris tangan mereka sendiri. Yusuf tak tahan akhirnya divonis bersalah dan memilih penjara.

Penulis melihat rentetan ayat kisah di atas sangat ilustratif dan bisa dijadikan pelajaran dari kasus pelanggaran yang ada di negeri ini. Sebagai contoh,

Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 2596 K/PDT/2008 mengeluarkan larangan kepada pemerintah melaksanakan UN. Tiga tuntutan keputusan MA harus dipenuhi pemerintah dalam hal ini Depdikbud. Pertama, memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan serta guru dalam proses pendidikan. Kedua, pemerintah harus membuat satu skenario respons terhadap siswa yang gagal atau menjadi korban UN agar siswa tidak stres berat. Ketiga, pemerintah meninjau kembali sistem pendidikan dasar secara umum. Ujian tetap jalan.

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK). MK menyatakan penjelasan pasal 10 UU 39/2008 tentang Kementerian Negara tidak ber-kekuatan hukum mengikat. Al-Hamdulillah wamen tetap jalan.

Hasil paripurna tentang bel-ot Century, yang salah satunya merekomendasikan seluruh penyimpangan yang berindikasi perbuatan melawan hukum yang merupakan tindak pidana korupsi, tindak pidana perbankan, dan tindak pidana umum, berikut pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab agar diserahkan kepada lembaga penegak hukum, yaitu kepolisian RI, Kejaksaan Agung, dan KPK sesuai kewenangannya. Bagaimana sekrang, kalah dengan berita Lady Gaga.

Dan masih banyak pelanggaran lain. Penulis menyayangkan, tidak ada skenario cerdas seperti yang dilakukan Istri tuan Yusuf, membuktikan bahwa saya salah karena memang Yusuf sangat gagah. Saya melanggar putusan ini dan itu, karena memang layak dilanggar (misalnya).

Ketika Yusuf pada akhir babak akhirnya dipenjara, Antasari pun demikian. Setelah ditemukan banyaknya kejanggalan dari “barang bukti”, tetap saja tidak bisa menghadiri akad pernikahan anaknya.

Banyak hal yang bisa dikaitkan sekaligus dijadikan pelajaran dari kisah ini…

 

Komentar
Loading...