Benarkah Sahabat yang Tidak Membayar Zakat, Pahlawan di Perang Badar?

  • Bagikan
Kisah sahabat
Ilustrasi

وَمِنْهُمْ مَنْ عَاهَدَ اللَّهَ لَئِنْ آتَانَا مِنْ فَضْلِهِ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ الصَّالِحِينَ فَلَمَّا آتَاهُمْ مِنْ فَضْلِهِ بَخِلُوا بِهِ وَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِي قُلُوبِهِمْ إِلَى يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ بِمَا أَخْلَفُوا اللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

Beberapa “pakar” mengatakan bahwa ayat dari surah (al-Taubah 9: 75-77) adalah berkenaan dengan salah seorang pahlawan perang Badar dan Uhud. Para mufasirin sepakat ayat ini turun berkaitan dengan Tsa’labah ibn Khathib. Hal ini juga menunjukkan adanya gerakan murtad dari sahabat terhadap ajaran Nabi saw” Hal ini berdasarkan penafsiran Ibn Abdil Barr dalam al-Isti’abnya.

Mari kita mencoba membandingkan beberapa pendapat tentang orang yang dimaksud dalam ayat tersebut. Betulkah yang dimaksud adalah Tsa’labah ibn Khathib, seorang pahlawan di perang badar?

Dalam Fathul Bari (5/35), Ibnu Hajar al-Asqallani mengatakan bahwa memang benar ayat tersebut diturunkan berkenaan dengan sahabat Tsa’labah ibn Hathib al-Anshari, dan membenarkan Ibn Ishaq menyebut nama Tsa’labah ibn Hathib diantara nama para pahlawan perang Badar, tapi dia bukan pahlawan perang Badar dan Uhud.

Menurutnya Tsa’labah yang pahlawan perang Badar itu sudah syahid saat perang Uhud. Sedangkan Tsa’labah yang disinggung dalam ayat tersebut hidup hingga masa kekhalifahan Utsman ibn Affan.

Hal senada diungkapkan oleh al Alusi dalam tafsirnya Ruh al-Ma’ani. Dia berkata, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Tsa’lab ibn Hathib yang dikenal dengan Ibnu Abi Hathib. Dan dia bukan seorang pahlawan perang Badar. Karena pahlawan perang Badar itu sudah syahid saat perang Uhud.

Sementara al-Thabari, Ibnu Katsir, Jalaluddin as Suyuthi, Ibnu Ajibah, dan Ibnu Athiyyah dalam tafsir mereka masing-masing, hanya mengatakan bahwa ayat tersebut diturunkan berkenaan dengan Tsa’labah ibn Hathib. Dan mereka tidak menyinggung jika orang itu pahlawan perang Badar dan Uhud. So…

Kemudian, ada yang bertanya, mengapa Tsa’labah tidak diperangi sebagaimana suku-suku yang menolak membayar zakat lain? Jawabnya: karena dalam al-Qur`an dia diindikasikan sebagai munafik, bukan sebagai orang kafir.

Kisah sahabat
Ilustrasi

Sedangkan suku-suku yang murtad dan menolak membayar zakat itu diperangi karena mereka adalah kekuatan kafir riil yang menjadi ancaman bagi negara Islam di Madinah. Mereka pun tidak menunjukkan indikasi bertaubat atau mengubah pendirian diri mereka dari menolak membayar zakat.

Jadi kasus Tsa’labah ibn Hathib tidak bisa ditarik menjadi bukti bahwa terjadi gerakan murtad besar-besaran di kalangan sahabat setelah meninggalnya Rasulullah saw.

  • Bagikan