Bote’ Patologis

0 46

Perahu kecil yang dipakai untuk langkah antisipatif, menyelamatkan penumpang kapal besar misalnya, atau perahu yang digunakan di perairan yang tak bisa menggunakan kapal besar, di Spanyol disebut Bote. Saya menggarisbawahi perahu ini disebut Bote karena fungsinya, yaitu fungsi alternatif.

Bote juga ditemukan dalam bahasa gaul. Bo-te singkatan bohong terus. Dalam bahasa bugis, Bote’ artinya bohong. Dari sinilah kemudian dikenal istilah pa Bote’, yang artinya orang yang suka berbohong atau pembohong. Ma Bote’, orang yang berbohong. Namun dalam bahasa Bugis juga ditemukan kata Belle, yang juga berarti bohong. Saya memaknai, Bote sebagai bohong yang sifat awalnya tidak serius, awalnya hanya candaan, atau bohong mengenai sesuatu yang tidak terlalu penting. Sehingga pa Bote tidak merasa takut Botenya, atau bohongnya ketahuan. “Pa Bote’ itu ma Bote’ di atas Bote.” Tahu artinya kan?

Dalam filsafat bahasa, semua kata yang sama meski arti berbeda, memiliki hubungan terkait. Saya sulit menerima ini, tapi sampai sekarang belum menemukan bantahannya. Bote yang berarti perahu, dan Bote’ yang berarti bohong, saya coba hubungkan dengan melihat makna di baliknya.

Bohong ada dua, bohong patologis dan bohong kompulsif. Bohong patologis adalah bohong yang diniatkan. Sejak awal direncanakan. Belle dalam bahasa Bugis. Bohong patologis sudah menjadi sifat yang mengubur malu. Ketahuan pun, pelaku patologis akan tetap berbohong. Pembohong patologis suka mencari perhatian orang lain, kemudian ia akan menebar kebohongan agar bisa mendapat sorotan. Beda dengan bohong kompulsif. Pelakunya tidak punya niat, namun karena merasa terpojok akhirnya dia berbohong.

Akhirnya jadi rumit. Bote’ patologis, bohong yang awalnya hanya untuk candaan, coba-coba, atau bohong pada sesuatu yang dinggap tak penting, namun diniatkan sejak awal. Pribadi melihat titik temunya pada objek yang dibohongi. Bagi pelaku Bote’ Patologis, hanya menggunakan ini sebagai alternatif yang diniatkan. Ibarat perairan yang tidak bisa dilalui dengan kapal besar akhirnya menggunakan Bote.

bote

Terkadang sesuatu tidak dianggap penting lagi, karena pesimis atau terbiasa. Orang yang pesimis akan biasa saja saat dibohongi. Kebohongan yang dia temui akan dimaklumi. Misal, menganggap bahwa bohong dalam politik adalah keniscayaan. “Berbohong dalam politik, biasalah.” Katanya. Dia tidak optimis bahwa dalam politik, kejujuran pun bisa diwujudkan. Pun dengan orang yang terbiasa bahkan suka dibohongi tidak lagi melihat Belle, tapi menganggap itu hanya Bote. Di mana biasanya ditemukan lingkungan seperti ini? Di pasar (maaf). Di pasar, Bote’ sudah menjadi hal biasa. Makanya, jika penjual menyebut harga, umumnya tawaran dikeluarkan karena asumsi bahwa itu Bote’. Itulah sebabnya, Nabi saw bersabda, seburuk buruk tempat adalah pasar.

Apapun model bohong itu, Bote atau Belle, patologis atau kompulsif, itu dilarang. Bahwa bohong dalam kondisi tertentu dibolehkan, janganlah dijadikan kebiasaan sehingga memaknai darurat demi kepentingan

Komentar
Loading...