Bulan Istimewa dalam Islam

0 19

Setiap agama mempunyai waktu istimewa, dimana waktu istimewa tersebut dimanfaatkan oleh umatnya untuk melaksanakan berbagai kegiatan ibadah. Dalam Islam juga terdapat bulan istimewa dari waktu istimewa. Demi memuliakan dan memberikan kesempatan umat Islam, untuk mendapatkan nilai atau pahala berlipat-lipat dibanding dengan beramal baik di bulan-bulan lain. Bulan yang dimuliakan Allah diantaranya Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Dzulhijjah, dan Muharram.

Adapun sebab-sebab keistimewaan dari hari-hari Islam adalah pertama, pengistimewaan bulan Rajab, bahwa bulan ini disebut pada bulan Allah atau dalam masa Jahiliyah mereka menjuluki sebagai bulan alAsham yang berarti bulan sunyi dan sepi suara pedang. Dan penisbatan ini menunjukkan keagungan dan kemuliaan-Nya. Disebut bulan Asham karena orang-orang Jahiliyah jika sudah memasuki bulan ini, mereka mengistirahatkan secara total pedang mereka sehingga masyarakat akan sedikit merasa tenang sampai bulan ini berlalu.

Dalam Lisanul Arab dinamakan Rajab karena berasal dari kata rajaba, yang artinya mengagungkan dikarenakan kebiasaan orang-orang Jahiliyah Arab adalah menghormati dan mengagungkan bulan ini dengan cara meninggalkan peperangan sampai akhir bulan Rajab.

Kedua, pengistimewaan bulan Sya’ban disebabkan oleh kesenangan Rasulul saw pada bulan ini untuk menjalankan ibadah, sehingga bulan ini sering disebut sebagai bulan untuk Rasulu saw. Pada bulan ini Nabi menjalankan ibadah puasa, sebagaimana dalam hadis Nabi, “Dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Umu Salamah, sesungguhnya Rasulullah saw. menjalankan puasa pada bulan Sya’ban dan Ramadhan”. (HR. Ahmad bin Hanbal)

Selain itu, ada satu hari yang utama pada bulan Sya’ban yaitu malam nishfu Sya’ban atau pertengahan bulan Sya’ban.

(baca: keistimewaan bulan Sya’ban)

Ketiga, pengistimewaan bulan Ramadhan sebagaimana dalam hadis tentang keutamaan bulan Ramadhan. “Berasal dari Abu Hurairah ra. beliau berkata: Rasulullah saw bersabda: Jika bulan Ramadhan telah tiba, maka pintu-pintu surga akan dibuka, pintu-pintu neraka akan ditutup dan setan-setan dibelenggu”. (HR. an-Nasa’i)

Qadi Iyadh berkata, makna lahir dan substansi dari hadis itu adalah sebagai tanda penghormatan atas masuknya bulan yang agung, agar orang-orang kafir berhenti menyakiti dan membuat kekacauan atas orangorang Islam.

Keistimewaan bulan Ramadhan adalah disebabkan adanya suatu malam yang sangat mulia yaitu malam Nuzulul al-Quran, yang diartikan dengan malam turunnya al-Quran, sebagaimana dalam surat al-Baqarah ayat 185.

Keempat, pengistemewaan bulan Syawal adalah hari pertama kemenangan kaum muslimin dari Ramadhan lantaran memenuhi perintah Allah swt. Hari raya Idul Fitri 1 Syawal, hari yang penuh kebahagiaan untuk umat Islam yang telah menunaikan kewajibannya berpuasa pada bulan Ramadhan. Di hari raya ini pintu ampunan Allah swt dibuka untuk umat muslim dunia.

Keistimewaan lain bulan Syawal adalah berpuasa selama enam hari pada bulan ini (setelah 1 Syawal) nilainya sama dengan puasa selama satu tahun. Sebagaimana hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, “Dari Abu Ayyub ra ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan kemudian mengikutkan enam hari dari bulan Syawal, maka ia seperti telah berpuasa setahun”. (HR. Tirmidzi)

Kelima, Pengistimewaan bulan Dzulhijjah, yaitu sebagai bulan yang digunakan umat Islam untuk melaksanakan ibadah haji. Bulan ini sebagai bulan yang suci dan dihormati karena di dalamnya terdapat keutamaan-keutamaan.

Waktu yang paling utama pada bulan Dzulhijjah ini adalah sepuluh hari pada awal bulan Dzulhijjah. Keutamaan sepuluh hari awal bulan Dzulhijjah ini sebagaimana Allah telah berfirman dalam surat al-Fajr ayat 1-3: “Demi fajar dan malam yang sepuluh. Dan yang genap dan yang ganjil”. (QS. al-Fajr: 13).

Selain keutamaan pada hari yang genap di bulan Dzulhijjah terdapat hari yang disebut dengan hari Arafah, yang bertepatan tanggal 9 Dzulhijjah, di mana pada hari itu terdapat banyak keutamaan, dan umat Islam disunnahkan untuk menjalankan ibadah puasa. Sebagaimana dalam hadis Nabi saw “Dari Qatadah berkata, Rasulullah Saw. bersabda: berpuasalah pada hari Arafah. Sesungguhnya Allah menghapus dosa pada hari itu dan saya mensunnahkan pada hari itu untuk berpuasa sebelum dan sesudahnya”. (HR. Ibnu Majah)

Selain keutamaan pada hari kesepuluh dari bulan Dzulhijjah, hari Arafah terdapat juga hari besar pada bulan Dzulhijjah, yaitu hari Tasyrik. Hari ini juga dapat dikatakan sebagai hari besar bagi kaum muslimin, sehingga pada hari itu diharamkan untuk melakukan ibadah puasa dan dianjurkan untuk memperbanyak menyebut nama Allah. Sebagaimana dalam surat al-Baqarah ayat 203:

Keenam, pengistimewaan bulan Muharram karena pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, dan Musa pun berpuasa atas kejadian itu. Adapun hadis yang bersangkutan di antaranya: “Dari Ibnu Abbas ra. dia berkata: Nabi Muhammad saw datang di kota Madinah. Sedangkan orang-orang Yahudi menunaikan puasa pada hari Asyura, maka beliau bertanya “Hari apa ini sehingga kalian mengerjakan puasa?” orang-orang Yahudi menjawab “ini adalah sebuah hari yang sangat mulia. Allah telah menyelamatkan Musa pada hari ini dan sebaliknya menenggelamkan Firaun lantas Musa berpuasa (pada hari itu) sebagai ungkapan rasa syukur” Rasulullah saw bersabda: “Kami semua lebih berhak dibandingkan dengan Musa daripada kalian” akhirnya Rasulullah saw. berpuasa pada hari Asyura tersebut dan memerintahkan para sahabatnya untuk ikut berpuasa. (HR. Ibnu Majah).

Komentar
Loading...