Efek Galau dan Cara Mengatasi Rasa Galau

Mengatasi Rasa Galau

Galau? Gak la yau…

“Galau” kata yang tenar era akun @poconggg. Akun ini kerap meng-update timeline twitternya dengan menggunakan hastag #galau. Didukung follower 3 jutaan kala itu, akhirnya kata tersebut marak, dan menjadi istilah remaja.

Sedikit-sedikit “saya galau”. Sampai akhirnya rasa galau menjadi alasan atas sesuatu yang tidak sesuai harapan.

“Kenapa kamu tidak mengerjakan PR?”

“Oh, saya lagi galau pak”…

Mudah dan sangat menjengkelkan kedengaran, itulah efek galau yang lagi booming.

Sebenarny, kata galau sudah ada dalam kamus besar bahasa Indonesia. Artinya beramai-ramai, jika diposisikan sebagai kata kerja (ber-galau). Galau berarti tidak teratur, tidak karuan, jika kata itu membicarakan keadaan. Dan ke-galau-an bermakna lagi kacau jika membicarakan perasaan (baca: kata-kata muslimah galau).

Galau jarang digunakan untuk makna beramai-ramai. Bisa jadi karena hal itu disebabkan bahasa @poconggg yang kerap berbicara perasaan. Kalaulah demikian, maka konotai galau adalah hal negatif, makanya perlu dicarikan cara mengatasi rasa galau. Karena objeknya pikiran, keadaan, dan perasaan, maka cara mengatasi rasa galau, harus tepat membidik hal itu.

Cara mengatasi rasa Galau

Bagaimana cara mengatasi rasa galau?

Pertama, berpikir positif. Klise banget sih. Emang gampang, emang mudah? Betul, berpikir positif adalah kalimat klise, yang susahnya minta ampun. Bagaimana mau berpikir positif kalau rasa galau sudah menyerang?

Caranya dengan memakai untung rugi. Apa untungnya tetap galau, dan apa ruginya memulai berpikir hal baru yang sifatnya positif. Boleh dong galau untuk hal positif? Boleh. Lebih baik galau karena memilih, daripada damai karena acuh.

Cara berpikir positif saat galau adalah dengan memikirkan hal yang paling indah yang pernah Anda alami. Saat rangking kelas, saat diberi uang jajan sepuluh kali lipat dari orangtua, dan hal indah lainnya.

Opini Terkait
1 daripada 47

Kedua, jangan tenggelam dengan rasa galau yang Anda alami.

Maksudnya apa sih? Anda galau, jangan katakan, “maaf saya galau”. Jangan akui diri Anda lagi galau apalagi menjadikannya sebagai alasan.

Meski rasa galau itu menyerang, tapi jangan biarkan diri kita terbuai dalam kegalauan yang membuat kita semakin berpikir tidak jelas, tetapi kondisikan diri kita untuk bisa mengubah pandangan hidup kita tentang rasa tersebut.

Jadi rasa galau ada, mengganggu, tapi Anda tidak mengakui bahwa itu galau. Arahkan pikiran, bahwa itu bukan galau, itu Cuma resah, gelisah, dan lain-lain.

Ketiga, Jangan takut. Apa sih yang menjadi dasar dari perasaan hadir?

Galau hadir karena pikiran yang membebani. Pikiran yang membebani adalah pikiran yang menyudutkan diri kita, bahwa ada bahaya menyerang diri kita karena keadaan ini dan keadaan itu.

Mengetahui pacar lagi selingkuh, galau. Kenapa, karena merasa ada bahaya bagi diri jika pacar kelak akan meninggalkan kita (baca: keuntungan pacaran). Olehnya, tak perlu takut. Kuatkan pikiran Anda, dan katakan, “diri saya tak akan apa-apa”.

Keempat, jika rasa galau sudah akut, sulit diubah, bicarakan kepada orang dekat dan tepat. Rasa galauitu akan mudah cair jika dilampiaskan, lampiaskan kepada orang lain, namun pilih orang dekat dan tepat.

Orang dekat akan mudah memahami penyebab rasa galau itu, dan mudah mendiagnosa cara mengatasinya. Dia tak sungkan memberikan resep mengatasi rasa galau yang Anda alami dengan membeberkan rahasianya sendiri. Orang tepat juga demikian. Tepat memberikan saran, tahu rasa galau yang kita alami, dan memberi solusi untuk kepentingan kita, bukan untuk kepentingannya.

Kelima, hilangkan rasa galau dengan menenangkan hati dan pikiran. Akan menjadi lingkaran setan, siklus tak terputus jika tak punya formula menenangkan pikiran yang baik. Tenangkan pikiran dengan mendekatkan diri pada Tuhan. Perbanyak doa, amal, dan dzikir.

cara mengatasi galau

Cara menenangkan pikiran juga bisa dari bantuan eksternal, seperti mendengarkan musik meneduhkan, mendengarkan bacaan al-Quran. Bisa juga dengan memanggil rohaniawan, memberikan suntikan ketenangan dengan cara tertentu.

Nah, lima cara mengatasi rasa galau ini saya terapkan loh pada anak usia sekolah menengah pertama. Iyah, saat bimbingan konseling. Peserta didik yang ada di dalamnya didominasi oleh mereka pengidap rasa galau. Cara yang paling ampuh ada pada tips kelima, yaitu menenangkan pikiran.

Selamat mencoba

Loading...