Cara Menghilangkan Kesendirian (Rasa Sendiri)

Menghilangkan rasa sendiri

Malam minggu pusiiiiing kata Peggy Melati Sukma. Mau keluar tak ada yang mengajak, sendiri. Atau malam minggu keluar, di ajak teman makan bareng, kongkow, ramai, tapi perasaan sepi seperti sendiri.

Kesimpulan, sendiri itu beda dengan rasa sendiri. Sendiri tak ada teman itu biasa, tapi merasa sendiri dalam keramaian itu yang luar biasa. Lalu bagaimana jika merasa sendiri dalam kesendirian? Ini namanya sangat luar biasa.

Kesendirian (rasa sendiri), adalah salah satu alasan kenapa seorang memilih pacaran (baca: berhenti pacaran). Pacaran baginya bukan untuk mengukir masa depan dengan pacarnya. Bukan pula karena malu dikatakan jomblo, kuper, tidak modern, dan ketakutan lain, tapi dia memilih opsi terburuk pacaran karena ingin mengisi kesendirian. Dia mengira, dengan pacaran kesendirian akan hilang, dan akan diisi dengan hiburan pacarnya.

Rasa sendiri tidak hanya menimpa wanita, pria pun akan mudah merasakan kesendirian. Namun, pria lebih mudah menyembunyikan kesendiriannya dibanding wanita. Wanita terhalang oleh rasa malu, sehingga takut jangan sampai hanya karena menghilangkan kesendirian, malu terbuang. Nah, celoteh saya kali ini akan menguraikan cara menghilangkan kesendirian. Dengan cara ini, saya berharap tak ada lagi update status facebook yang ingin diajak keluar, tak ada lagi ngintip-ngintip malu diselimuti kesendirian.

Pertama, hilangkan kesendirian dengan merenung. Merenung bukan melamun. Merenung lebih kepada memikirkan masa lalu, masa depan hidup, untuk mengambil hikmah, pelajaran dalam melangkah ke depan. Sedangkan melamun, lebih dekat pada angan-angan, khayalan, dalam lamunan semua yang kita khayalkan pasti baik.

Philp K Hitty menyiratkan dalam bukunya, bahwa sebab Nabi pergi menyendiri di gua Hira sampai kemudian menerima wahyu, adalah karena kesendirian. Nabi saw merasa sendiri di tengah hiruk pikuk rutinitas kaum Quraisy. Nabi saw merasa sendiri meski Khadijah berada di sisinya. Nabi saw perlu menenangkan diri, berkhalwat, merenung untuk lepas dari rasa sendiri.

Merenung dapat menghilangkan kesendirian, karena kita menenggelamkan semua rasa dalam kesendirian itu. Sama saja dengan rasa sakit. Coba tenggelamkan diri Anda dalam rasa sakit itu, maka sakitnya akan berkurang.

Kita merenung saat sendiri, merenungkan apa saja yang telah kita lakukan, sebelumnya, hari ini, dan berkenalan dengan diri sendiri. Cobalah bertanya kepada diri Anda, mau kemana? Apa akhir perjalanan hidup yang sendiri ini? Nikmati dan resapi. Akan ada rasa damai, tenang, dan itu akan menghilangkan kesendirian.

Kedua, Phillip Shaver, profesor psikologi pada University of Denver di AS, kunci menanggulangi kesepian adalah dengan memfokuskan diri terhadap perasaan orang lain, minat orang lain, serta kebutuhan orang lain sambil mencoba melupakan kesulitan diri sendiri. Cara menghilangkan kesendirian menurutnya adalah dengan fokus terhadap orang lain, merasakan, dan bergabung dengan mereka yang punya kondisi serupa.

“Anda berhubungan dengan mereka yang mempunyai nilai yang sama dan Anda bisa mengembangkan persahabatan yang kokoh.” Katanya seperti yang dirilis kompas.

Opini Terkait
1 daripada 47

Menurutnya, orang yang merasa sendiri hanya tidak menemukan sisi positif dari apa yang dilakukan selama ini. Olehnya itu, orang yang tahu cara mengisi kesendirian biasanya tidak terlalu merasa kesepian.

Ketiga, hilangkan rasa sendiri dengan bersilaturrahmi dengan orang yang jarang terjalin komunikasi sebelumnya. Mungkin Anda pernah bertemu seseorang, di jalan, di terminal, di pelabuhan. Saat bertemu sempat tukaran nomor kontak. Namun, karena hanya pertemuan biasa, kontaknya hanya tersimpan tak pernah dilirik apalagi dihubungi sama sekali. Cobalah hubungi, dengan telepon, sms, chating, dan lain-lain.

Saya kan wanita, nanti dia menilai yang lain-lain lagi? Bisa jadi, niat hanya ingin menyapa menghilangkan rasa kesendirian, ternyata dia seorang pria dan merasa disamperin. Simpan ketakutan itu dulu. Itukan belum tentu ! Atau bisa saja, yang Anda hubungi juga merasa sendiri dan ingin menghilangkan kesendirian. Why not? Pertemukan dua kesendirian itu dan selamat menikmati (baca: chen long dan wang shixian pacaran).

Atau bisa juga kita menyapanya dengan cara seakan tak menyapa. Misalnya, media sosial menyediakan fasilitas tag poto, colek di facebook, mention di twitter, dan fasilitas sapa yang lain. Kenapa itu tidak dimanfaatkan?

Keempat, memikirkan perubahan di sekitar. Saat merasa sendiri, cobalah keluar, ke jendela, lihat air hujan yang menetes satu satu dari atas genteng. Lihat anak-anak yang mengejar layangn menjelang maghrib, lalu katakan, “kenapa saya tidak seperti mereka?”

Kelima, lakukan apapun yang bisa Anda lakukan. Tapi ini hanya jika merasa sendiri saat di rumah. Sendiri dan merasa sendiri. Menonton tak berefek, merenung tidak bisa, menelepon kenalan handphone-nya tidak aktif. Kenapa tidak teriak saja sambil jingkrak-jingkrak, berguling, selagi bisa Anda lakukan saja.

Cara menghilangkan kesendirian ini adalah cara yang peling rendah mutunya. Karena saat merasa sendiri, kita bisa melakukan apa saja, dan itu bermanfaat. Tindakan sekecil apapun bisa memberi arti dan mendorong suatu perubahan. Melukis diri sendiri, menulis pengalaman pribadi di blog, dan hal bermanfaat lainnya.

rasa sendiri

Tapi saya malas? Tidak apa kok. Lakukanlah pekerjaan yang paling diganrungi pemalas dan bisa menghilangkan kesendirian itu, yaitu tidur (baca: jawaban bagi yang malas salat).

So… Anda tidak keluar malam mingguan, tidak ikut ziarahan saat lebaran, di suruh jaga rumah, atau musibah kesendirian yang mudah datang meski dalam lingkungan yang ramai? Tak perlu khawatir, lakukan cara menghilangkan kesendirian di atas, dan rasakan bedanya.

Loading...