Dampak Kecelakaan KRL vs Truk Pengangkut BBM di Perlintasan Kereta Bintaro

  • Bagikan
Kecelakaan KRL vs Truk Pengangkut BBM

Mungkin agak sulit membayangkan kecelakaan kereta api terjadi karena tabrakan dengan truk pengangkut BBM seberat 24rb liter, kenapa?

Pertama karena sopir truk muatan BBM itu bukan sopir yang “nakal”, setahu saya sopir truk lebih taat peraturan daripada sopir kendaraan umum yang lain (mohon pak sopir jangan tersinggung ya ..heheh) .Kedua, apa mungkin di perlintasan kereta masih ada yang tidak dipasang pintu perlintasan?

Peristiwa tabrakan ini terjadi pada tanggal 9 desember kemarin, menewaskan 9 korban jiwa, dan 80 orang luka-luka. Dugaan sementara penyebab tabrakan adalah tidak berfungsinya palang pintu perlintaan kereta api, sampai saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut. Gerbong terdepan KRL yangbiasa diisi penumpang perempuan habis terbakar, dan masinis kereta juga meninggal.

Banyak dampak yang diakibatkan dari kecelakaan KRL vs truk ini. Selain jalur transportasi menjadi macet , karena mobil dan kereta api tidak bisa melintas di kawasan ini. Tapi kabar terakhir saat ini sudah bisa dilewati oleh kendaraan.

Dampak pertama menimpa PT KAI, tidak terhitung berapa besar kerugian yang timbul akibat kecelakaan ini. Sebenarnya Dirut PT KAI, Bpk Ignatius Jonan, dinobatkan sebagai CEO of the year untuk kategori transportasi, namun apa beliau tidak hadir di malam penganurehan marketer of the year, karena masih dalam suasana berkabung. Kerugian secara material pasti sangat besar, namun menurut saya kerugian non material adalah yang paling besar

Bagaimana tidak kecelakaan ini pasti berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat dalam menggunakan transportasi kereta api, terutama KRL. Kerugian yang lain adalah sistem yang sudah dibangun sampai saat ini, terutama untuk di perlintasan kereta api menjadi tidak berguna sama sekali. Pasti akan ada sanksi bagi penjaga pintu perlintasaan, padahal gaji mereka juga tidak banyak.

Dampak kedua adalah pihak kepolisian, terutama polisi lalu lintas. Semua kecelakaan lalu lintas berawal dari pelanggaran peraturan berkendara. Hal yang sepele kadang mengakibatkan kecelakaan yang bisa merenggut korban jiwa, dan merugikan orang banyak. Pihak polisi akan sangat sibuk menyelidiki kasus ini karena menyangkut banyak pihak, antara lain Pertamina, PT KAI, dan masyarakat sekitar.

Kecelakaan KRL vs Truk Pengangkut BBM Dampak ketiga adalah Pemerintahan DKI, warga DKI yang sangat mengharapkan perbaikan dari sistem transportasi di tengah kemacetan yang parah, malah mendapat kejadian yang menghebohkan seperti ini. Akibat kecelakaan KRL vs truk ini, apakah warga DKI mau naik KRL lagi? Saya pikir akan sulit.

Entah kenapa, kecelakaan KRL vs truk kali ini menambah rentetan kecelakaan kereta api yang hampir seluruhnya terjadi karena masalah palang pintu perlintasan, biasanya penyebabnya tidak jauh dari human error atau tidak adanya palang pintu perlintasaan. Tapi kenapa ya sampai saat ini kecelakaan kereta api di perlintasan masih sering terjadi?. Apakah PT KAI tidak melakukan tindakan pencegahan?.

  • Bagikan