Demitologisasi Sekolah; Educated atau Schooled?

Demitologisasi Sekolah

Sejatinya, sekolah adalah tempat mencari ilmu, meski kenyataannya, tidak semua siswa yang sekolah adalah mencari ilmu. Kritik pedas pernah dilontarkan oleh Ivan Illich apa yang ditawarkan oleh sekolah hari ini adalah mitos masyarakat industrial.

Orang-orang modern tidak dapat lagi memahami pendidikan tanpa mengacu kepada sekolah. Keinginan terhadap pendidikan memberikan jalan dorongan untuk bersekolah. Doktrinnya adalah bahwa pendidikan adalah produk sekolah (Illich:1969, h.147). Masuk akal, karena faktanya, masyarakat terperangkap dalam mitos bahwa hanya lewat sekolahlah manusia bisa menemukan pendidikan dan lewat sekolahlah manusia menemukan defenisi akuratnya tentang dirinya sebagai.

Inilah mitos yang mesti segera didekonstruksi. Pendidikan bukanlah hak “prerogatif” sekolah. Karena itu Illich menyarankan untuk segera membedakan tekanan pengertian tentang educated dan schooled. Pendidikan (educated) adalah sesuatu yang mengada secara cair dalam lingkup sosial dan kultural seorang individu. Pendidikan dalam pengertian ini berlangsung secara wajar dan alamiah mengiringi pergerakan budaya suatu komunitas, semakin dinamis komunitas itu maka pendidikannya semakin variatif dan dinamis pula. Pendidikan dalam artian ini juga dapat berlangsung dalam kondisi yang tidak terhingga dan anti disiplin, ia berdialog tanpa diatur oleh kurikulum dan kelas-kelas atau waktu tertentu. Pendidikan dalam konteks ini dapat kita temukan dalam berbagai tingkatan sosial masyarakat, dalam kondisi dan situasi apapun.

Pengalaman adalah guru terbaik, adalah ungkapan yang mungkin bisa mewakili proses pendidikan (educated, sekali lagi bukan scooled) model ini. Pengalaman, pergulatan seorang individu terhadap situasi sosialnya memungkinkan bagi seorang individu menjadi sangat kreatif dalam menghadapi problem kehidupannya. Dan pada saat yang sama sang terdidik dalam “sekolah yang tanpa kelas” ini mengakses langsung pendidikan tanpa aturan-aturan yang formal. Guru dalam sekolah ini adalah dirinya dan apa yang ia temukan.

Masalah baru muncul pada wilayah evaluasi dan penilaian. Meniadakan scholled secara total, meniscayakan pengabaian standar cerdas dan tidak cerdas menjadi terbantahkan. Tak ada penilaian, apalagi evaluasi, karena peran educated lebih pada proses bukan hasil. Berbeda dengan schooled sebagai arena dimana kepentingan dari berbagai ideologi dijejalkan dan diformat sebagai sesuatu yang suci.

Demitologisasi sekolah sangat penting dikampanyekan untuk meruntuhkan dinding tebal yang dibuat oleh sekolah, yang mengalienasi individu yang memasukinya dengan komunitas dimana ia berada dan atau dari mana ia berasal.

Opini Terkait
1 daripada 304
Demitologi sekolah
Ilustrasi

Demitologisasi menjadi semisal shock therapi bagi orang-orang muda yang “terlanjur” berada di dalamnya untuk segera sadar dari pengaruh “hipnotis” sekolah. Dan tentu saja untuk membawa kembali sekolah ke tujuannya.

Paling tidak demitologisasi sekolah mencoba mengurai ulang hubungan antara masyakat bersekolah dan masyarakat tak bersekolah. Sisi feodalisme sekolah dicairkan dan diruntuhkan sehingga ia menjadi bagian penting dari masyarakat untuk melakukan perubahan-perubahan sosial. Dan karena itulah produk-produk sekolah penting untuk terus-menerus dikritisi, perubahan kurikulum, pendidikan yang ramah rakyat perlu untuk digaungkan terus menerus.

Demitologisasi sekolah mengandaikan runtuhnya “keangkeran” kelas sebagai satu-satunya tempat dimana pengetahuan bisa dan sah untuk dipertukarkan (atau dijejalkan). Kelas dalam perspektif demitologisasi adalah ruang kecil dimana beberapa pengetahuan dipertemukan untuk mendialogkan perbedaan-perbedaan, bukan untuk dominasi.

Kelas bukan lagi menjadi arena penaklukan sang guru terhadap muridnya, dengan segala khotbah dan ajaran-ajaran sucinya. Sehingga kelas perlu untuk segera dihancurkan dan kesetaraan antara guru-siswa dan mileu sekitarnya terjalin dalam suasana yang dialogis tanpa saling mrncurigai dan saling mendominasi.

*Disadur dari Pendidikan Pembebasan Paolo Preirre

Komentar
Loading...