Fungsi Kopiah dalam Berbagai Identitas

Fungsi Kopiah

Kopiah, dalam bahasa Arab disebut Imamah. Istilah lain, peci, peci hitam, songkok, dan biasa juga hanya disebut penutup kepala. Kopiah awalnya berwarna hitam, kemudian direduksi ke berbagai warna, sesuai keinginan. Bentuknya setengah bulat setengah kotak.

Kopiah Sebagai Identitas Agama

Kopiah menjadi identitas agama keagamaan bukan tanpa dasar. Hadis Abu Dawud dan Tirmidzi mengatakan, “Perbedaan antara kami dan kaum musyrik adalah sorban terlebih topi kami.”

Bisa jadi dengan dasar itulah, kopiah selain sebagai produk budaya, pun sebagai identitas agama, seperti orang timur tengah yang menyebutnya dengan nama Kufi. Di Eropa, kopiah disebut dengan Topi Doa (topi agama) dan dipakai saat melaksanakan salat.

Narasi sejarah juga menyebutkan, para kyai, wali, ulama senantiasa memakai kopiah. Pada awal pergerakan Nasional 1908 kebanyakan para aktivis mulanya memakai Blangkon, yang lebih dekat ke tradisi priyayi dan aristokrat, tetapi seiring dengan meluasnya gerakan satu rasa dan penolakan terhadap penjajahan, kopiah menjadi simbol pemersatu dan patriotisme.

Nahdhatul Ulama (NU) menganjurkan pemakaian kopiah sebagai identitas santri pada Muktamar NU ke 10 di Banjarmasin. Sebagai lembaga pergerakan, NU menjadikan kopiah sebagai pakaian resmi baik rapat maupun perundingan. Kopiah pun menjadi hal penting, bahkan jika ada aktivis tak memakai kopiah saat itu, dianggap sebagai suatu yang aneh.

Sewaktu kecil, penulis terkadang ditegur keras oleh orang tua, karena tidak memakai kopiah saat ke madrasah. Masih teringat dengan jelas, ketika dikejar pengasuh pondok pesantren As’adiyah berlatar NU, juga karena tidak memakai kopiah. Apa daya, nalar santri belum melekat dalam diri penulis saat itu (bahkan sampai sekarang).

Kopiah sebagai Identitas Politik

Teman saya menjadikan kopiah sebagai alat menaikan popularitasnya pada Pilkada, dengan memakai kopiah ukuran tinggi. “Sumardi Passongkok Tanre”, Sumardi yang memakai kopiah (songkok) tinggi, dan akhirnya dia terpilih.

Opini Terkait
1 daripada 304

Eksistensi kopiah sebagai salah satu budaya Indonesia yang sekarang mendunia dan sebagai warisan budaya milik Bangsa, pun erat dengan keberagaman. Kopiah yang awalnya sebagai tradisi santri, kini juga dipakai oleh non-muslim karena menjadi pakaian nasional. Kopiah merakyat, membawa wibawa, simbol Islamisme, dan simbol patriotisme dan nasionalisme.

Menjadi menarik, dalam konteks politik ternyata kopiah memiliki kekhasan tersendiri dari pemakainya. Akan terasa beda, orang tua yang menggunakan kopiah dengan orang tua yang tidak menggunakan kopiah. Dalam Pilpres 2014 lalu, hal ini sempat menjadi perbincangan menarik, tatkala pasangan Jokowi-JK tampil dalam debat tanpa menggunakan kopiah.

Dalam sejarah politik, Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, kebanyakan ditemukan memakai kopiah. Hampr semua dokumentasi terkait perjuangan proklamator ini menggunakan kopiah.

kopiah hitam
Poto Soekarno dengan kopiah hitam

Kopiah memiliki nilai khas tersendiri bagi seseorang apalagi seseorang yang akan menjadi pemimpin atau wakil rakyat. Itulah sebabnya, kebanyakan caleg (calon legislatif) memasang poto di balihonya dengan menggunakan kopiah. Ada pesan yang ingin disampaikan melalui poto, setidaknya pesan bahwa yang bersangkutan orang yang dihormati.

Kopiah dan Status Sosial

Entah karena apa, seorang yang memakai kopiah dan tidak, akan terlihat berbeda. Ada kewibawaan tersendiri bagi orang yang memakai kopiah. Tersirat status sosial dan derajat sosial lebih tinggi bagi orang yang memakai kopiah.

Kopiah hitam bahkan terkadang menjadi pengganti helm saat mengendarai sepeda motor. Tentu hal ini tidak dibenarkan. Selain tidak bisa menjadi alat pengaman, juga melanggar UU lalu lintas. Tapi, saya kadang menggunakan kopiah saat berkendara dan dibiarkan saja oleh aparat yang melihat hal itu.

Dalam acara sosial juga demikian. Tamu yang menggunakan kopiah, biasanya akan mendapat tempat yang lebih terhormat dibanding dengan yang tidak menggunakan.

Apakah kopiah memberi pengaruh terhadap status sosial?

 

Komentar
Loading...