Hati Membatu, dan Cara Mengatasinya

Hati dalam bahasa remaja biasanya dilambangkan dengan warna pink model lingkaran meliuk di bagian atas dan bawah. Bentuk itu diambli dari sketsa bentuk hati manusia secara biologis. Terlepas dari bentuk, hati memiliki peran penting dalam tindakan manusia, sikap bahkan face, besar dipengaruhi oleh hati. “… jika dia baik, maka baik semua, jika dia tidak baik, maka semuanya juga bakal tidak baik. Itulah hati manusia”. Sabda Nabi saw.

Ada banyak hal yang membuat hati dikatakan tidak baik. Penyakit hati, dalam bentuk sakit hati, tinggi hati (sombong), selalu merasa benar. Demikian pula hati yang tidak mau menerima kebenaran, tidak mau menerima ilmu, tidak mau menerima nasehat. Hati tidak baik model seperti ini, saya istilahkan hati membatu. (baca: cara mengambil hati mertua)

Dalam perjalanan masa hidup manusia, masa remajalh masa yang paling menentukan kondisi hati. Hati membantu atau tidak akan jelas kelihatan di masa remaja. Perhatikan anak Anda, siswa Anda, keponakan Anda, jika masuk masa remaja. Apakah dia mendengar, apakah dia melakukan nasehat yang diberikan, melakukan? Atau mereka tidak mendengar, melawan, mendengar tapi tidak melakukan? Awas, saya khawatir itu adalah gejala hati membatu. Berikut cara mengatasinya;

Pertama, kenali penyebabnya. Penyebab hati membatu adalah saat berbicara kepada, saat menelepon, dilakukan dengan berlebihan. Sebab lain, terlalu banyak tertawa, terlalu sering kekenyangan, dan banyak berteman dengan orang yang tidak baik.

Berarti untuk mengatasi hati membatu adalah dengan mengurangi hal itu. Sebenarnya ini bukan hanya untuk para remaja, tapi juga untuk manusia dewasa. Jika hal itu sering Anda lakukan, maka sedapat mungkin dikurangi. Untuk para remaja, anak, peserta didik, dengan mengalihkan perhatian mereka, atau menasehati secara langsung. Antisipasi penyebabnya, karena itu lebih mudah dari pada mengobati.

Kedua, berdzikir. Seorang yang menderita penyakit hati membatu, obat yang paling mujarab adalah dzikir. Seringlah berdzikir. Dan bagi anak, perserta didik, ajak mereka berdzikir atau setidaknya mrenungi ciptaan Allah, mengingat nikmat yang mereka dapatkan sejak pagi sampai masa mereka berdzikir.

Suatu hari, seorang sufi menguji Hasan al-Bashri. Dia berkata, “Wahai Hasan ! Aku mengadu kepadamu tentang hatiku yang membatu, bagaimana aku mengatasinya?”. Hasan al-bashri lalu menjawab, “Lembutkanlah hatimu dengan berdzikir.”

Opini Terkait
1 daripada 47

Ketiga, memperbanyak membaca al-Quran, dan mencoba memahami maknanya. Bagi orang dewasa, hanya butuh kesadaran untuk hal ini. Dan bagi remaja, mereka harus dijebak dengan membiasakan memperdengarkan ayat al-Quran saat di rumah, merubah nada dering HP, dan “jebakan” lainnya.

Membaca al-Quran dan merenungi kandungan maknanya, adalah bentuk ketaatan. Al-Quran adalah mukjizat, dan salah satu mukjizat al-Quran adalah melembutkan hati manusia. Bagaimanapun hati manusia membatu, keras, tak mau menerima nasehat, akan terkikis dengan suara lantunan al-Quran. Ingat kisah Umar bin Khattab, saat pertama kali masuk Islam. Dia takjub dengan suara lantunan al-Quran, padahal Umar kala itu sangat membenci Islam.

Keempat, mengkonsumsi makanan yang halal. Apa yang membuat anak-anak jaman sekarang sulit mendengar nasehat, beda dengan anak masa lalu, padahal nasehatnya sama, dan dinasehati oleh orang yang sama. Penyebabnya adalah makanan yang dikonsumsi. Inilah salah satu hikmah keharaman materi yang didapatkan dari cara yang tidak halal. (baca: hukum gaji PNS yang nyogok).

Seorang penjudi di kampung saya memiliki 6 orang anak. Keenamnya kini semua menjadi orang hebat, semua doktor dengan moral yang baik. Berbekal rasa heran, saya menanyakan. Menurutnya, dia tidak pernah memberikan makanan haram, meski dia seorang penjudi. Jika saya menang judi, uang itu saya makan, saya berikan ke orang lain, atau saya menggunakannya untuk berjudi lagi, tak pernah untuk anak-anaku.

Kelima, berdoa dan mendoakan. Anda memiliki hati membatu, rajinlah berdoa. Anak memiliki hati membatu, ajak mereka berdoa, atau doakan. Tanda doa berkhasiat mengobati hati membatu adalah saat mengeluarkan air mata. Olehnya biasakan berdoa dengan menyesali perbautan sebelum meminta, agar air mata bisa keluar, karena itu adalah bukti kelembutan hati. Berikut salah satu doa hati membatu, atau doa melembutkan hati;

Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah berkata, “Saat mata mengalami kekeringan, tidak pernah menangis karena takut kepada Allah, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya keringnya mata itu adalah bersumber dari kerasnya hati. Hati yang paling jauh dari Allah adalah hati yang keras.” Demikian disebutkan dalam kitab Bada’iy al-Fawa’id.

Sungguh repot menghadapi hati membatu. Ini bisa menimpa Anda, saya, anak-anak kita. Kita perlu mengatasi, dan mengantisipasinya. Semoga tulisan ini memberikan pencerahan untuk itu. Silahkan bagikan untuk lebih bermanfaat.

Loading...