Hikmah Larangan Memakai Emas dan Sutera bagi Laki-Laki

“Semua ciptaan disediakan untuk manusia, dan semua dibolehkan kecuali yang dilarang. Semua perintah, di baliknya tersimpan manfaat besar jika manfaat itu dilaksanakan, dan semua larangan jika dijauhi, maka ada kebaikan besar di baliknya.” Inilah dua prinsip orang beriman yang akan mempermudah seorang hamba mengimplementasikan penghambaannya kepada Allah swt.

Seorang hamba akan selalu digoda iblis yang mempunyai legalitas menggoda yang diberikan oleh yang Maha Kuasa. Godaan itulah yang akan membuat seseorang merasa takut melaksanakan perintah atau takut menjauhi larangan. Manusia akan mudah melakukan pertimbangan sendiri dan lupa dengan dua prinsip tadi.

Hal lain, manusia akan mudah melakukan perintah dan menjauhi larangan jika menemukan hikmah pelarangan itu secara ilmiah. Padahal, Rasulullah saw saat bersabda baik dalam bentuk pelarangan atau perintah tidak memberitahu keilmiahan di balik perintah dan larangan itu. Nanti, puluhan tahun, berabad abad hikmah itu ditemukan barulah manusia sadar.

Dalam opini ini saya berikan dua contoh yang sulit. Pertama, Rasulullah saw melarang menggunakan sutera bagi laki-laki. “Sesungguhnya Allah SWT yang Maha Gagah Perkasa menghalalkan sutra, dan mengharamkannya bagi kaum pria umatku.1Riwayat an-Nasai Dilema, karena sutera menjadi komuditas ekspor yang mahal dan bisa menaikan taraf hidup masyarakat. Mungkin inilah sebabnya, daerah penghasil sutera mengembangkan komuditas ini dengan berbagai cara, seperti mewajibkan memakai pakaian dinas harian (PDH) bagi ASN setempat.

Apa yang akan Anda ikuti? Kalkulasi pribadi bahwa dengan memakai sutera akan mengembangkan komuditi sutera atau mengikuti larangan Rasulullah saw, manusia yang tak pernah salah. Manusia yang tiada satu pun dari sabda nya kecuali itu wahyu dari Allah swt.

Orang beriman dengan mudah memilih mengikuti larangan Rasulullah. Tapi, manusia tidak semua sama. Masih banyak yang mencoba mencari argumen lain, misal bahwa boleh memakai sutera jika bukan sutera full, dan argumen apologi lainnya.

Kita akan mudah menjauhi larangan Rasulullah saw untuk tidak memakai sutera bagi laki-laki, jika hikmah pelarangan itu kita temukan. Jika tidak, akan sulit. Karena kita lupa dua prinsip seperti yang diutarakan dalam paragraf pertama.

Sebuah penelitian di Italia tahun 2002 menunjukan bahwa wanita yang memakai sutera akan merasakan manfaat besar tapi tidak bagi laki-laki. Manfaat itu di antaranya dapat menghindarkan wanita dari sariawan pada MV, memperlambat manupouse, serta meningkatkan kesuburan. Itu berbanding terbalik bagi laki-laki yang memakai sutera.

Opini Terkait
1 daripada 89

Tak sampai di situ, ilmuwan Swiss pernah menerbitkan penelitian dalam jurnal Cosmetics and Toiletries, bahwa partikel sutera yang disebut sericin, serta protein sutra, dapat menghasilkan protein dalam kulit dan rambut yang membentuk “homogeneous protective filma”. Ini menunjukkan sutra dapat membentuk lapisan penghalang, membantu mempertahankan kelembaban dan mungkin memiliki efek antipenuaan

Kedua, Rasulullah saw melarang pria memakai emas, apakah dalam bentuk cincin, kalung, atau bentuk lainnya. “Emas dan sutra telah dihalalkan bagi kaum wanita dari umatku dan diharamkan bagi kaum pria umatku.” 2Hr. Ahmad

Ada dua alasan ilmiah pelarangan emas bagi laki-laki. Satu di antaranya sekaligus menjadi argumen pelarangan memakai sutera dalam pembahasan sebelumnya. Pertama, hadis Nabi saw sendiri terkait itu. Bahwa keindahan atau ketampanan pria adalah yang nampak keharumannya bukan pada warna-warninya. Sedangkan kecantikan wanita adalah yang nampak pada warna-warninya dan tidak nampak keharumannya.3Riwayat al-Tirmidzi

Seperti halnya sutera tadi, hiasan pria bukan pada warna pakaian gemerlapnya perhiasan emas, tapi pada keharumannya. Keharuman tersebut bisa dalam bentuk parfum minyak wangi, bisa juga kepribadian. Rasanya tidak pernah tersirat di benak masyarakat mengagumi pria yang dianggap tampan karena warna-warni pakaian atau banyaknya perhiasan yang menempel di badannya. Pria baru dianggap tampan bila kepribadiannya wibawa, ilmunya tinggi, kepemimpinannya bertanggung jawab.

Kedua, temuan ilmiah bahwa ternyata laki-laki yang keseringan memakai emas akan mengalami masalah pada organ testisnya, yang berfungsi sebagai tempat memproduksi Sperma. Kandungan emas dapat menembus sel sperma, yang dapat mengakibatkan fragmentasi sebagai penyebab kemandulan laki-laki. Efek memakai emas ini hanya dialami oleh pria daripada wanita. Wanita tidak punya testis dan tidak memproduksi sperma.4Penelitian dilakukan oleh Viroj Wiwanitkit, M.D.,a Amornpun Sereemaspun, M.D.,b and Rojrit Rojanathanes, Ph.D, di Department of Clinical Laboratory Medicine; b Division of Histology and Cell Biology, Department of Anatomy, Faculty of Medicine; and c Sensor Research Unit, Department of Chemistry, Faculty of Science, Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand

Ada yang mencoba nyentrik, “boleh dong kalau gak keseringan?” Ternyata, temuan berbeda menyebutkan, laki-laki yang memakai emas dan sutera akan cenderung ketagihan dan memakainya dalam waktu lama. Mau alasan apa lagi?

Ilustrasi

Akhirnya, di akhir artikel ini, saya mengingatkan bahwa harta yang paling bernilai adalah keimanan. Pada masa Rasulullah saw, belum banyak sutera, belum banyak emas, tapi larangan itu sudah dikeluarkan. Bukan pertimbangan ilmiahnya, tapi bahwa semua yang dikatakan beliau baik perintah atau larangan, semua benar. Kebetulan saja hari ini, kebaikan di balik perintah dan larangan itu belum kita temukan.

Loading...