Home Schooling; Jawaban atas Kejenuhan Siswa

  • Bagikan
pendidikan di rumah

Semakin banyak orang yang berpendapat bahwa sekolah formal bukanlah wadah yang dinilai cocok untuk mendidik siswa-siswi di Indonesia.

Sekolah formal dinilai gagal untuk mencetak generasi-generasi penerus bangsa. Hal ini semakin diperkuat dengan banyaknya tindak kriminal yang dilakukan oleh anak usia sekolah.

Sekolah sebagai sistem, kerap menciptakan kejenuhan mendalam terhadap siswa. Akibat kejenuhan itulah yang kemudian merembet jauh sampai ke akar tujuan pendidikan yang ingin dicapai.

Alternatif paling ringkas tentunya bagaimana menjadikan sekolah sebagai tempat “hidup” bagi siswa. Sekolah harus hadir sebagai wadah yang dirindukan. Alternatif lain, adalah Home Schooling.

Home Schooling atau sekolah di rumah dinilai dapat menjadi jawaban terbaik karena sistem belajar yang diterapkan seperti fungsi satu-satu dalam Matematika, yaitu sebuah sistem yang membuat satu murid fokus pelajaran disesuaikan dengan tipe anak tersebut, apakah kinestetik, auditori atau visual. Dengan sistem ini, diharapkan siswa dapat menyerap seluruh materi yang disampaikan dengan baik.

Home Schooling ini memiliki beberapa kelebihan, di antaranya:

1. Fokus

Baik orang tua maupun anak, keduanya bisa lebih fokus terhadap materi dan tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran. Keduanya bisa membuat kesepakatan bersama mengenai tujuan cara serta langkah yang harus dilakukan. Di sinilah, peran orang tua menjadi sangat penting. Orang tua harus mau mencurahkan segala waktunya untuk sang anak agar pembelajaran ini lebih fokus dan terarah.

2. Output Sesuai Harapan

Dengan tujuan yang jelas dan visi yang sama, maka hasil yang akan didapatkan juga akan sesuai dengan yang diharapkan. Di sini, Home Schooling menjadi jawaban orang tua atas idealisme dan pemikiran yang akan diterapkannya kepada sang anak. Tentu saja, untuk masa depan yang lebih baik.

3. Targetnya Akademik dan Non Akademik

Selain baik untuk daya intelektual, Home Schooling juga dinilai baik untuk mengasah kecakapan hidup sang anak. Sekolah formal terkadang hanya bisa mengisi penuh otak tanpa bisa membuat pemikiran yang masuk dalam otak tersebut berkembang. Sehingga, keahlian-keahlian yang dibutuhkan dalam hidup tidak terjawab. Sang anak yang sekolah di sekolah formal hanya tahu akademik, hitungan eksak, dan tidak bisa menggali lebih dalam arti sesungguhnya dari apa yang dia dapat itu untuk menyelesaikan masalah kehidupan.

4. Mengontrol Moralitas

Inilah kelebihan lain dari Home Schooling yang memang tidak diberikan oleh sekolah formal. Dengan Home Schooling, orang tua dapat dengan mudah mengontrol tingkat emosi sang anak. Nilai moral yang ditanamkan sejak kecil pun dapat dilanjutkan dengan mudah.

Sebagai orang tua, memang sudah seharusnya memperhatikan perkembangan sang anak dengan baik. Selain memperhatikan, tugas selanjutnya tentu mengarahkan dan mengontrol kalau-kalau ada nilai moral anak yang malah melenceng. Maka saat ini terjadi, orang tua dapat dengan mudah mencari penyelesaiannya.

5. Menanamkan visi ke depan dalam diri siswa

Ini berhubungan sekali dengan target non akademik yang ingin dicapai dari Home Schooling. Yaitu menanamkan sebuah pemikiran yang dapat membuatnya lebih kritis. Kritis terhadap dunia sekitar, kritis terhadap alam, kritis terhadap masa lalu, dan kritis terhadap masa depan. Dengan mencetak seorang anak yang kritis, maka akan mendapatkan seorang anak yang mampu menentukan visi jelas untuk masa depannya.

pendidikan di rumah

Setidaknya lima kelebihan di atas dapat mewakili kelebihan home schooling secara keseluruhan. Namun, bersama dengan kelebihan selalu ada kekurangan yang mendampingi, yaitu sosialisasi yang kurang karena berteman, pengalaman akan hidup yang kurang (hanya sebatas dengan keluarga saja), sarana yang jelas sangat minim, dan lain-lain.

Bersama dengan kelemahan ini jugalah muncul sebuah pertanyaan besar, benarkah Home Schooling adalah solusi yang terbaik? Saya kembalikan kepada pembaca yang budiman untuk menjawab ini.

 

  • Bagikan