Jatuh Cinta Setelah Menikah; Ada Apa?

Fenomena jatuh cinta setelah menikah

Tidak ada yang tidak berubah di dunia ini kecuali satu, yaitu ketetapan bahwa semua hal bisa berubah. Kecantikan, kegantengan semua berubah, apalagi cinta. Rasa cinta bisa berubah tak pandang waktu, karena rasa cinta terkadang dalam posisinya akibat. Dia datang karena sebab, cinta juga pergi karena sebab. Hari ini jatuh cinta, besok belum tentu. Sebelum menikah jatuh cinta, setelah menikah jatuh cinta lagi. Itu juga bisa!

Apa yang ada dalam pikiran kita membaca kalimat “Jatuh cinta setelah menikah?” perselingkuhan? Ini yang umum terjadi. Namun jangan salah, Jatuh cinta setelah menikah juga terjadi pada pasangan yang dinikahkan. Istri tidak mengenal suaminya, begitu pula sebaliknya. Rasa cinta datang setelah mereka menikah.

Jatuh cinta setelah menikah dengan pasangan yang dinikahkan biasanya awet. 61% perceraian terjadi pada pasangan yang yang berpacaran sebelumnya. Masuk akal, karena jurus romantis pamungkas baru pertama kali digunakan. Ibarat pisau yang terlalu sering digunakan akan cepat tumpul. Demikian juga sisi romantis pada rasa cinta.

“Sudah maki makan?”

“Bobo maki.”

kentu’ ki itu sayang.”

Masih ada sejuta kalimat romantis orang pacaran. Ingat, saat pasangan pacaran itu menikah, jangan gunakan kalimat romantis itu lagi. Hambar! Bahkan bisa berubah 180 derajat.… di sinilah pentingnya menikah dengan pasangan yang serba baru, agar jatuh cinta terjadi setelah menikah juga baru. Romantisme juga baru.

Sekarang mari kita lihat Jatuh cinta setelah menikah dari sisi berbeda. Ingat bahwa godaan terhadap maksiat tak pernah berpisah dengan manusia. Iblis sudah mendapat sertifikat legal untuk itu dari Tuhan. Oleh karena terkadang posisi cinta adalah akibat, maka Jatuh cinta setelah menikah kadang terjadi dan orientasinya perselingkuhan.

Banyak kisah menceritakan hal itu. Hanya karena reuni terjadi kuch kuch dengan mantan saat sekolah dulu. Hanya karena sedikit ketidaksempurnaan pasangan, ada yang mencoba melirik sosok lain yang dianggap lebih sempurna.

Kita kadang lupa, bahwa tidak ada manusia sempurna. Jika ada celah ketidaksempurnaan pada pasangan, maka carilah hal yang dimiliki pasangan itu yang tidak dimiliki orang lain.

Apa sebab Jatuh cinta lagi setelah menikah?

Pertama, salah memaknai perilaku romantis. Ini banyak terjadi pada wanita. Melirik sosok baru karena sosok itu lebih romantis. Masih adakah yang mengalahkan romantisme kamu saat malam pertama bersama dengan dia? Bahkan sesuatu yang disembunyikan, ditutupi untuk orang lain, pada malam itu bebas untuk dia!

Romantisme tak selamanya dari sesuatu yang indah, yang mampu membuat perasaan klepek klepek… tidak mesti seperti itu!

Opini Terkait
1 daripada 123

Bagi suami, coba ingat saat pertama kali istri belajar memasak demi menciptakan menu yang disukai suaminya. Meskipun ia sendiri tidak menyukainya. Coba ingat saat istri melahirkan meregang nyawa demi janin karena ulahmu!

Bagi istri coba ingat saat suami dengan sigap mengganti popok si kecil yang terbangun tengah malam, saat sang istri terlelap karena kelelahan. Atau coba ingat bagaimana suami masih bisa tersenyum saat istri ngomel.

Masih banyak. Jika anda jatuh cinta lagi setelah menikah, ingat sisi-sisi romantis itu!

Kedua, sosok baru datang pada saat ada masalah. Terjadi pertengkaran hebat dalam rumah tangga. Uang belanja sedikit, tak cukup memenuhi kebutuhan makan suami yang kegemukan tidak sixpack.

Hadirlah sosok yang tiba-tiba membayarkan belanjaan istri di pasar. Mau beli apa lagi, ambil saja, dia datang dengan bodi atletisnya. Dia tak kuat makan, dan uang belanjanya cukup!

Kita kadang lupa, bahwa riak-riak masalah sengaja diciptakan Tuhan dalam rumah tangga, karena dua hal; sebagai ujian dan sebagai pemicu alasan munculnya romantisme baru. Itulah sebabnya, 9 bulan setelah pertengkaran hebat dalam rumah tangga, biasanya akan lahir bayi mungil yang akan lebih merekatkan pasangan suami istri.

Ketiga, pasangan yang tidak sepemikiran. Ini kerap terjadi pada pasangan yang perbedaan umurnya yang sangat jauh. Masih usia SMP sudah menikah. Pasangannya jauh lebih tua. Dia masih ingin menikmati permainan anak-anak, malah terjebak dalam permainan dewasa. Rentan! (Baca juga kisah Bantalia)

Istrinya masih ingin tampil bak remaja, suaminya mau yang keibuan. Istrinya masih mau nonton di bioskop, suami maunya di majelis taklim saja, tak perlu ke bioskop. Istrinya suka ngemil, makan bakso khas gaya remaja, suaminya marah, kenapa tidak masak saja.

Komunikasi tidak nyambung. Karena bosan dengan komunikasi yang tidak nyambung itu, mulailah masing-masing berpikir mendapatkan ruang baru yang diangap lebih nyaman. Lahirlah cinta baru setelah menikah. Banyak hal akhirnya suami atau istri jatuh cinta pada sosok yang sepemikiran dengan dia.

Diperlukan pengertian yang lebih besar terutama dari suami. Jangan sampai, kehidupan masa remaja dicari sendiri pada sosok lain lalu melahirkan cinta baru yang bukan pada suami.

jatuh-cinta-setelah-menikah.jpg
Ilustrasi

Keempat, karena keyakinan dan pemahaman agama. Untuk hal ini, saya kira pembaca memahami, kalau pasangan paham agama, rasa cinta bahkan tidak jadi akibat, tapi bisa dijadikan sebab.

Suami dan istri yang paham agama, meski muncul rasa cinta baru, rasa cinta itu akan pudar oleh ketakutan akan dosa. Itu dosa, dosa masuk neraka!

Terakhir saya ingin mengatakan, jangan angkuh menyikapi fenomena jatuh cinta setelah menikah. Imam Syafi’iy mengingatkan para suami, “Andai semua wanita di dunia ini kamu nikahi, maka Anjing pun akan kelihatan cantik.”

Loading...