Jenis Puasa menurut Pendapat Ulama

0 15

Pada tulisan saya sebelumnya tentang pengertian puasa menurut ulama, kali ini pembahasan seputar jenis puasa menurut kalangan ulama.

Menurut Ibnu Rusyd jenis puasa ada dua, yaitu puasa wajib dan puasa sunnat, puasa wajib dibagi menjadi tiga yaitu pertama, wajib karena waktu itu sendiri yakni puasa ramadhan; yang kedua wajib karena sesuatu sebab yaitu puasa kafarat dan yang ketiga wajib karena seseorang mewajibkan puasa atas dirinya yaitu puasa nazar.

Sementara al-Ghozali dalam kitab Ihya Ulumuddin membagi jenis puasa dalam tiga tingkatan yaitu: Pertama, Puasa umum yaitu puasa mencegah perut dari makanan dan minuman yang berbahaya bagi tubuh seperti memakan dan meminum yang diharamkan Allah swt, sekaligus menjaga kemauan daripada memenuhi segala keinginan yang sekedar untuk menuruti nafsu syahwatnya belaka.

Kedua, Puasa khusus yaitu puasa mencegah pendengaran, penglihatan, lidah, tangan dan kaki dan serta anggota-anggota tubuh lainnya dari segala perbutan yang menyebabkan dosa.

Ketiga, Puasa yang khusus dari khusus yaitu puasa hati dari segala keinginan terhadap cita-cita yang hina dan menjauhkan diri dari segala fikiran dari persoalan duniawi belaka serta mencegahnya dari keinginan selain Allah secara keseluruhan, baik jiwa maupun raga.

Puasa ini lebih mengajarkan kepada manusia untuk mampu berpuasa pada tingkat seperti Nabi-Nabi, orang yang shiddiq atau taat dan orang yang muqarabbin (orang yang dekat dengan Allah).

ibadah yang bisa diqadha

Dalam dimensi berbeda para ulama bersepakat, jenis puasa terdiri dari 4 macam, yaitu:

  1. Puasa wajib, yaitu puasa yang telah ditetapkan kewajibannya oleh syarak. Misalnya puasa di bulan ramadhan, puasa kafarat dan puasa nazar
  2. Puasa sunnah atau mustahab, yaitu puasa yang berdasar pada adanya anjuran untuk melakukannya. Misalnya puasa hari Senin dan Kamis, puasa Arafah dan sebagainya
  3. Puasa makruh, yaitu puasa yang dilakukan pada hari yang meragukan apakah sudah tiba bulan ramadhan atau belum puasa pada hari Jumat atau Sabtu secara tersendiri
  4. Puasa Haram, yaitu puasa pada hari raya Idul Adha, Idul Fitri, pada hari Tasyriq (3 hari setelah Idul Adha).
Komentar
Loading...