Jika Wanita Menangis Apa yang Harus Kita Lakukan?

Wanita Menangis

Wanita adalah manusia. Klise. Wanita bisa kuat secara fisik, berotot, sabuk hitam karate, pegulat, dan bahkan banyak wanita kuat yang bisa bekerja untuk keluarga, suami dan anak-anaknya.

Tapi wanita tetaplah wanita, yang mendahulukan rasa dibanding logika. Karena itulah, wanita menangis dianggap wajar. Beda dengan laki-laki yang menangis, akan dianggap cemen, lebay bahkan banci.

Air mata lelaki itu air mata buaya. Air mata wanita adalah senjata. Ada benarnya. Banyak laki-laki menggaet wanita dengan menangis agar wanita itu kasihan. Buaya! Sebaliknya, laki-laki yang baik akan luluh dengan air mata wanita. Laki-laki yang baik tidak akan mau dan tidak akan mampu melihat wanita menangis di hadapannya

Wanita kadang terlihat tegar untuk menyenangkan orang lain. Dia tersenyum, tapi di balik senyumannya dia menyimpan duka. Hatinya menangis. Kadang juga wanita tidak ingin dikatakan lemah. Meski hatinya hancur, air matanya dia tahan aga tidak dituduh menangis.

Wanita paling pandai mengelola tiga hal; masakan, keuangan dan pandai mengolah rasa. Meki dia sangat sedih dan ingin menangis menumpahkan air matanya, tapi karena takut anak-anaknya tahu dia sedih, maka dia memilih tersenyum agar anaknya ikut tersenyum.

Info Grafik Kenapa wanita menangisPenyebab wanita menangis

Secara garis besar, wanita menangis karena empat hal umum;

  1. Wanita menangis karena alasan fisik
  2. Wanita menangis karena marah
  3. Wanita menangis karena komplikasi Perasaan
  4. Wanita menangis karena kenangan masa lalu

Mari kita lihat satu persatu;

Pertama: alasan fisik. Penyebab wanita menangis karena alasan ini sangat alami dan laki-laki juga seperti itu. Tangan kejepit pintu, jari teriris pisau saat ngiris bawang, atau terkena panah asmara tajam tepat menembus jantung hehehe. Bukan, maksudnya ada hal yang mengganggu secara fisik, membuat sakit sehingga air mata menetes.

Wanita juga rentan menangis saat memasuki masa Pra Menstruasi (PMS). Saat kondisi ini, konon wanita suka marah, tensi cepat naik, sensitif, dan mudah meluapkan emosi buruknya melalui tangisan.

Kedua; wanita menangis karena marah. Tak semua kemarahan wanita bisa membuatnya menangis, tapi marah yang disebabkan karena hal tertentu yang terkait perasaan hubungan dengan orang lain. Cinta misalnya.

Suatu hari, anak-anak tetangga melempar mangga di depan rumah. Kayu yang dipakai melempar mengakibatkan genteng rumah pecah berantakan. Apakah wanita itu menangis? sepertinya tidak. Wanita itu marah, iya. Tapi dia tak akan menangis.

Dalam kasus yang sama, suatu hari anak-anak tetangga melempar mangga di depan rumah. Kayu yang dipakai melempar mengenai hidung suaminya sehingga kegantengan suaminya berkurang. Apakah wanita itu akan menangis? Sepertinya iya. Karena itu terkait perasaan sayang kepada suami yang kegantengannya berkurang… preet

Wanita juga kadang menangis akibat kemarahan yang membuat emosi meluap melampaui batas. Ini juga biasa terjadi terutama ketika wanita itu tidak menemukan atau tidak mampu melampiaskan kemarahannya, emosi numpuk akhirnya menangis.

Opini Terkait
1 daripada 40

Dalam kasus yang sama, suatu hari, anak-anak tetangga melempar mangga di depan rumah. Kayu yang dipakai melempar mengenai dirinya. Kebetulan anak yang melempar adalah anak yatim piatu dari seorang ibu yang sudah meninggal, dan ibu itu pernah membuatnya cemburu. Emosi bertumpuk. Ingin memarahi anak, kasihan. Tidak marah, kelewatan. Tak ada cara melampiaskan amarahnya itu kecuali menangis.

Ketiga; wanita akan menangis karena komplikasi perasaan. Banyak hal yang bisa membuat perasaan wanita komplikasi dan akhirnya menangis. umumnya wanita akan menangis jika terharu.

Beda dengan laki-laki, wanita bisa menangis karena terharu. Saat melihat suaminya sukses, anaknya juara kelas, atau nonton sinetron yang alur ceritanya membuat terharu. Dalam kondisi wanita terharu lalu menangis, kadang laki-laki heran dan berkata “begitu saja nangis.” Memang tidak masuk akal.

Komplikasi perasaan wanita sehingga membuatnya menangis juga akan muncul saat dibohongi. Jangan coba-coba membohongi wanita, karena jika dia tak akan mampu melawanmu, dia akan menangis.

Bagaimana jika kebohongan itu membahagiakan? Sama. Wanita tetap akan mudah menangis. bukan menangis karena bahagia tapi menangis karena komplikasi perasaan akibat dibohongi.

Keempat; wanita akan menangis karena masa lalu. Wanita paling mudah mengingat setiap peristiwa dalam detik demi detik yang dilaluinya. Peristiwa berkesan di masa lalu, baik itu menyedihkan, menggembirakan, tetap akan mudah membuat wanita menangis.

Itulah sebabnya, saat wanita ditinggal suaminya, dia menangis bukan karena ditinggal, tapi pada saat tertentu ada kenangan masa lalu yang membuatnya tak tahan sehingga harus meneteskan air mata. Masa indah saat menikah, apa saja, semua bisa membuatnya menangis.

Wanita menangis
Ilustrasi

Menghadapi wanita menangis

Menghadapi wanita menangis memerlukan kecerdasan ganda. Cerdas memainkan perasaan dan cerda memainkan logika. Anda laki-laki, saat melihat wanita menangis, jangan ikutan menangis, tapi lakukanlah sesuatu sehingga perasaan yang membuat wanita menangis itu tidak akut.

Olehnya itu, diharamkan mengucapkan kalimat yang bertentangan dengan logika dan perasaan wanita saat dia menangis. Misalnya; ada wanita menangis jangan katakan padanya, “kamu baik-baik saja bukan?” Bertentangan dengan logika dan perasaan, karena saat dia menangis saat itu juga dia tidak baik, tak perlu ditanya lagi.

Jangan pula menantang perasaannya seperti menyudutkan dan menyalahkan dia. Misalnya dengan mengatakan, “Sudah jangan menangis terus.” Apalagi kalau berkata, “kamu jelek banget saat menangis.”

Mengatakan itu sama saja dengan menyudutkan dia bahwa menangis yang dilakukan itu salah meski memang salah. Tapi sudah, jangan dilawan. Menangis baginya adalah ekspresi jangan salahkan ekspresi itu, apalagi menambah dengan jargon “jelek.”

Lalu harus bagaimana? Biarkan saja. Cukup menemani dia saat menangis tanpa ikutan menangis. Saat menemani, tunjukan bahwa masih ada kamu di sisinya. Tunjukan kesan, ayo menangis saja jangan takut. Jangan khawatir, menangislah saya masih ada kok.

Pada titik tertentu, ada kesempatan kita mengatakan sesuatu padanya untuk mengalihkan perhatian sembari menunjukan perhatian, dan lebih bagus dirangkai dengan lucu-lucuan.

Misalnya, katakan padanya, “Menangislah, jangan kawatir buatmu saya selalu ada membawa tissu dan bahu.”

Loading...