Jilbab Hati Kerap Hanya Jadi Alasan; Isi Hati Siapa yang Tahu!

Jilbab Hati

Ilustrasi

Jilbab Hati – Acap kita mendengar alasan wanita yang mengaku muslimah tapi enggan memakai jilbab. Alasan beragam, ada yang berargumen batasan makna jilbab, ada yang mengatakan masa penggunaan jilbab yang tak jelas, ada juga mengatakan bahwa nanti memakai jilbab setelah jilbabin hati. (Baca: Fenomena Jilboobs)

Alasan tak memakai jilbab tetap saja alasan. Intinya adalah tidak taat pada perintah dan hukum Tuhan. Bagaimana berdiskusi tentang kebenaran akan jilbab, kalau perintah Nya saja diabaikan?

Khusus untuk alasan terakhir, ada ungkapan yang kerap kita dengar, “Jilbab hati dulu, baru jilbab fisik”. Alasan dari ungkapan itu sangat mudah dipatahkan karena memang hanya alasan dibuat-buat.

Apa itu jilbab hati?

Jilbab hati maksudnya adalah membatasi hati dari hal-hal yang tidak benar. Misalnya pikiran buruk, pikiran yang didasari akan nafsu, dan hal negatif yang sumbernya dari hati.

Kalau jilbab kepala untuk menutupi aurat wanita, agar terhindar dari godaan pria dan agar wanita mudah dikenali, maka jilbab hati agar hati tidak tergoda dari apa yang ditangkap indra.

Ada rayuan, hati sudah tertutup jilbab. Aman… Kira-kira begitu maksud jilbab hati

Jilbab hati dengan maksud di atas tentunya sangat bagus, bahkan sejatinya harus dilakukan.

Jilbab hati jangan jadi alasan menghindari jilbab kepala

Penting diketahui, janganlah karena alasan jilbab hati lantas mengabaikan jilbab kepala. Alasannya sederhana;

Opini Terkait
1 daripada 302

Pertama, tak ada perintah Tuhan dalam dalil naqli secara langsung tentang jilbab hati. Apa tujuan, bagaimana cara jilbab hati, landasan nash nya apa.

Dalam alquran disebutkan bahwa salah satu tujuan berjilbab agar mudah dikenali. Berarti dimaksudkan pada jilbab fisik, karena isi hati siapa yang tahu.

Kedua, sesungguhnya memakai jilbab salah satu bentuk ketaatan hamba pada perintah penciptanya. Tahu atau tidak maksud perintah itu, tahu atau tidak hikmah, keuntungan dari perintah itu, tetap saja perintah itu wajib dilaksanakan.

Jilbab hati bagus, tapi jilbab dengan menutup aurat mengulurkan sehingga menutupi tubuh itu perintah. Itu aturan Allah swt!

Seorang wanita mengendarai sepeda motor tapi tidak mengenakan helm, padahal mengenakan helm saat berkendara itu aturan dan wajib.

Tiba-tiba polisi lalu lintas menghentikannya. “Mbak helmnya mana, kenapa tidak mengenakan helm?”

Wanita itu itu menjawab, “saya tidak mengenakan helm, karena saya akan meng-helm-kan hati saya dulu!”

Jalan berpikir seperti itulah yang selalu beralasan akan jilbab hati dulu baru jilbab kepala.

Apakah polisi lalu lintas itu menerima alasan itu? Tidak! Seperti itulah alasan jilbabin hati dulu baru jilbab kepala.

Ketiga, dalam fase kehidupan selalu dalam tahap proses. Menjadi manusia yang baik pun demikian, selalu dalam tahap proses, bertahap. Laksanakan aturan yang mudah dilaksanakan dulu, jelas, nyata, baru kemudian melaksanakan aturan yang samar. Jilbab hati baik, tapi sifatnya tidak jelas. Baca: kenapa wanita mesti memakai jilbab

Bukan begitu wahai muslimah…

Komentar
Loading...