Kapitalisasi Pendidikan di Sekolah Menengah Kini Tak Terhindarkan

Kapitalisasi Pendidikan

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, resmi mengumumkan pemberian bantuan kepada pelajar SMA Negeri 1 juta untuk seorang siswa, dan untuk siswa miskin bisa sampai 1, 7 juta persiswa. Bantuan ini bisa jadi sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap pendidikan dan masyarakat kurang mampu sehingga menghambat pendidikan anaknya.

Bantuan pemerintah ini, sedikit banyaknya memberi efek positif seperti halnya bantuan kepada siswa Sekolah Dasar dan Menengah sebagai upaya sukses pendidikan dasar 9 tahun. Namun tak sedikit efek negatifnya. Seperti tulisan saya sebelumnya mengenai masalah baru pendidikan gratis, bantuan pemerintah kepada siswa bergeser kepada kapitalisasi pendidikan yang sulit dihindarkan.

Dengan model pemberian bantuan berdasarkan siswa per-tahun, maka untuk mendapatkan bantuan yang banyak, mesti diikuti dengan pesatnya jumlah siswa dalam satu sekolah pula. Semakin banyak siswa maka bantuan yang diterima juga semakin banyak. Dalam kalkulasi ekonomi tentu banyaknya bantuan memberi efek pergerakan yang juga besar. Bukankah beli borongan akan lebih murah dari pada beli satu-satu?.

Sadar atau tidak, kapitalisasi pendidikan dari hal ini kelak memicu persaingan perekrutan siswa baru yang tidak sehat. Rasionalnya, semakin banyak siswa dalam satu sekolah, maka semakin banyak dana BOS yang akan diterima sekolah itu. Berbagai cara diupayakan agar jumlah siswa bisa lebih banyak dari tahun sebelumnya, mulai dari gaya baliho ala pemilu/pemilukada, kampanye pencitraan oleh guru, bahkan ada sekolah membayar calon siswa untuk masuk ke sekolahnya dan memakai makelar segala. Sulit mendeteksi kejujuran pihak sekolah menilai hal tersebut disebabkan model bantuan pemerintah tadi, namun gejala ini muncul sejak adanya Bantuan Operasional Sekolah.

Opini Terkait
1 daripada 304

Belajar dari Bantuan Operasional Sekolah dengan metode pemberian berdasarkan jumlah siswa di SMP, bentuk kapitalisasi pendidikan terasa nyata dan efeknya pada hampir semua lini keterlibatan siswa; mulai dari sulitnya siswa tinggal kelas yang berakibat berhentinya seorang anak bersekolah, sampai kelayakan siswa dikeluarkan dari sekolah berdasarkan peraturan. Segala peraturan yang bisa menjadi penghalang kemudian ditafsirkan sedemikian rupa dengan satu tujuan, anak tersebut tetap sekolah, dan tak mengurangi jumlah siswa.

Kapital berarti, modal pokok dalam perniagaan. Kapitalis, kaum yang bermodal. Sedangkan Kapitalisme adalah faham perekonomian yang modalnya bersumber pada modal pribadi atau perusahaan swasta dengan ciri persaingan dalam pasaran bebas, dan kapitalisasi adalah prosesnya. Suatu hal yang pasti terjadi dalam sistem kapitalis adalah lahirnya kecenderungan keras dikalangan masyarakat untuk mengumpulkan kekayaan dan tidak mengelurkannya kecuali pada jalan yang mendatangkan keuntungan besar bagi dirinya.

Kapitalisasi pendidikan
Ilustrasi Kapitalisasi pendidikan

Jika melihat dari definisi kapitalis ini dan sedikit demi sedikit berlaku dalam proses pendidikan, bisa dibayangkan bahaya pendidikan di depan mata telah menjadi bom waktu. Kapitalisasi pendidikan mengubah paradigma pendidikan kelak tidak lagi bertumpu pada keberhasilan tujuan yang mempengaruhi proses, tapi pendidikan akan bertumpu pada penghasilan material sebagai alat yang belum tentu berujung pada keberhasilan tujuan. Awas…

Komentar
Loading...