Kehancuran Suatu Bangsa; Belajar dari Kisah Nabi Sulaiman as

Kisah Nabi Sulaiman as

Dalam sejarah, penaklukan dan kehancuran suatu bangsa biasanya dengan jalan invasi senjata, pertumpahan darah, dan jarang sekali penaklukan dan kehancuran suatu bangsa dengan jalan damai. Kalau toh ada, maka di dalamnya sarat dengan nuansa kelicikan dan trik adu domba.

Dalam al-Quran, salah satu kisah penaklukan suatu bangsa tanpa pertumpahan darah dilakukan oleh Nabi Sulaiman as, ketika menaklukkan Ratu Saba dengan cara elegan. Meskipun di dalamya terdapat sedikit tipu sebagai salah satu dari tiga kesalahan Sulaiman.

Kisah penaklukan ratu Saba oleh Sulaiman ini, di ceritakan dalam al-Quran surah an-Naml ayat 20-44. Bermula dari ketidakhadiran burung Hud-Hud dalam majelis pengikut Sulaiman. Ketika burung itu hadir dan menceritakan bahwa dia menemukan sebuah kerajaan yang tak taat dan menyembah selain Allah, maka Sulaiman pun mengutus balik burung Hud-Hud itu dengan membawa surat untuk disampaikan ke sang Ratu.

“Sesungguhnya surat ini dari Sulaiman, dan sesungguhnya surat ini dengan menyebut asma Allah yang maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” Demikian firman Allah.

Melihat dari awal mula penaklukan Sulaiman atas Ratu Saba ini, maka kunci kesuksesan itu berasal dari tiga hal, yaitu 1) ketidaktaatan ratu Saba dan ketaatan Sulaiman kepada Maha Pencipta; 2) burung hud-hud yang diutus, dan 3) rahasia basmalah.

Opini Terkait
1 daripada 304

Kita mulai dari masalah ketaatan pada Pencipta. Kehadiran Tuhan sebagai pencipta bukan sekedar menghadirkan tanpa rel aturan kepada apa saja yang diciptakannya, untuk semua hal. Riuh pikuk hadirnya aturan dari manusia membuat sebagian golongan berniat dan berjuang mengembalikan khazanah suatu Negara kepada aturan hukum dalam syariat agama.

Argumen logisnya jelas, kehadiran Tuhan adalah kehadiran mutlak, bukan sekedar menciptakan dan melepas, tapi juga menyiapkan aturan dalam kehidupan ciptaanya kelak.

Hikmah Kisah Nabi Sulaiman as

Tulisan ini ingin mengetuk pada para pembuat hukum, bahwa naluri kemanusiaan telah disiapkan sang Pencipta untuk membuat aturan. Jika aturan dibuat dengan mengikuti naluri kemanusiaan, maka pastilah aturan itu akan sesuai syariat ke-Tuhan-an yang sudah disiapkan bersamaan dengan penciptaan. Karena jika tidak dilakukan, persis sama dengan kekuasaan ratu Saba.

Kebenaran punya jalan sendiri. Kehancuran suatu bangsa, terletak dari para penggerak bangsa itu sendiri. Dalam kasus ratu Saba, kebenaran muncul kebetulan saja melalui kekuasaan Nabi Sulaiman as. Bangsa yang tak taat sedikit demi sedikit akan memperlihatkan tanda kehancurannya. Bagaimana dengan bangsa kita???

Komentar
Loading...