Kenapa Wanita Belum Menikah?

0 4.632

Seribu satu macam pertanyaan di kepala, bukan hanya pada wanita, namun juga pertanyaan itu muncul di pikiran pria. “Kenapa wanita itu belum menikah?’

Menikah memang bukan kewajiban yang jika tidak dilakukan akan menjadi hisaban dosa, namun menikah adalah hal yang melengkapi kesempurnaan beriman. Mungkin terdengar ekstrim bagi non-muslim namun dalam Islam, tidak ada istilah harus mengenali partner hidup dengan jangka waktu lama supaya benar-benar mengenali baik buruknya calon partner pada kondisi yang bernama pacaran.

Bagi seorang muslim, menikah bisa menjadi ladang atau tempat meraih amalan pahala, karena saat dia harus bersabar menghadapi kekurangan pasangannya, akan menjadi hitungan pahala. Ketika dia mampu mentoleransi kekurangan parnernya, akan menjadi hitungan pahala. Ketika dia mampu memaafkan kesalahan parnernya, akan menjadi hitungan pahala. Ketika istrinya memasak, mencuci, mengepel, merawat sakit, tanpa bantuan pembantu maka itu akan jadi hitungan pahala. Hebatnya, ketika melayani kebutuhan biologis saja, menjadi hitungan pahala. Luar biasa, dari hal yang sangat tidak enak hingga hal yang enak sekali, menikah menjadi ajang untuk meraih ridha Allah swt.

Mungkin banyak wanita mulai bersedih melihat kondisinya. Termenung menyendiri ditemani kerutan-kerutan yang semakin jelas di raut wajahnya. Ada rindu akan fitrah membelai bayi kecil? Rindu akan fitrah merasakan belaian mesra seorang lelaki. Rindu akan rasa nyaman bisa berlindung diri pada dekapan kuat dan hangat seorang imam.

Saya punya seorang teman wanita, usianya sudah hampir 50 tahun. Dari sisi wajah orangnya cantik. Dari sisi materi orangnya cukup mapan. Bukan hanya itu, dia mempunyai latar pendidikan yang cukup baik dan mempunyai orientasi yang normal, namun hingga usianya yang menjelang “Magrib” dia tak kunjung menikah. Lalu kenapa dia belum juga menikah? apa sebab?

Tentu ada banyak wanita seperti teman saya, wanita itu belum menikah. Simalakama, sisi lain wanita terhalang oleh rasa malu, sehingga terkesan defensif dan malu untuk memulai. Wanita menunggu, menunggu agar pria menyatakan rasa ke dia, menunggu agar pria memulai duluan, dan menunggu agar dia yang dilamar.

Dari sisi rasa malu dan kondisi wanita yang seyogyanya dilamar, perlu reformasi yang tidak mudah. Bahwa Khadijah ra lebih dahulu menyampaikan perasaanya terhadap Rasulullah saw, tentu dengan cara yang elegan.
Kenapa wanita belum menikah? Jawaban pertanyaan itu sangat bervariasi jika dilihat dari sisi fakta yang saya jumpai. Pernah saya menyelidiki seorang wanita yang tak kunjung menikah; semasa mudanya beliau banyak di “taksir” oleh banyak pemuda masanya. Tak sedikit juga laki-laki yang datang ke rumahnya, menemui orang tuanya bermaksud mengutarakan maksudnya untuk meminta restu menikahinya. Sayang, alasan tak pernah habis, alasan yang memblokade datangnya rejeki jodoh padanya. Beberapa alasan tersebut adalah; terlalu memikirkan “kualitas” pernikahan nantinya, dia berpikir jika lelaki yang dinikahinya haruslah menjadi partner seumur hidup yang mampu membahagiakannya.

Apakah alasan itu keliru? Iya. Wanita itu lupa bahwa seorang partner yang menjadi pasangan hidup juga manusia yang mempunyai kelemahan dan kekurangan yang harus dia lengkapi juga. Pernikahan itu saling melengkapi bukan malah menuntut untuk hanya selalu melengkapkan.

Alasan lain yang tak kalah bombastisnya datang dari keluarganya yang terlalu memikirkan uang panaik dan kondisi finansial pria. Katanya, menikah itu harus sudah mapan secara finansial, minimal tidak kelaparan saat berumah tangga. Lebih parah lagi jika membandingkan dengan pria yang datang sebelumnya melamar wanita yang menjadi keluarga wanita itu.

“Dulu sepupumu dilamar, uang panaik 100 juta, udah PNS. Nah, dia?...”

Nyaung Penghalang Nikah

 

Harus diakui, bahwa tidak ada salahnya berpikir demikian, sangat realistis. Berpikir materi duniawi terhadap calon suami itu normal saja, tapi jangan jadi penghalang, palagi agama tidak menjadikan materi sebagai tolak ukur utama memilih pasangan. Ada yang menjadikan sesuatu itu real (nyata) pada segala apapun yang terjadi dialam dunia ini, yaitu Tuhan yang maha kuasa akan segala sesuatunya. Untuk semua hal termasuk materi. Kuncinya adalah berusaha bersama nanti setelah sah menjadi suami isteri.

Kondisi perbandingan jumlah pria dan wanita yang mulai tidak seimbang sepertinya akan menjadi penyebab wanita belum menikah, jika seorang pria hanya menikahi seorang wanita. Tahun 2010 saja, perbandingan wanita dan pria di Indonesia selisih 1,9 juta. Meski demikian, perbandingan jumlah wanita dan pria di seluruh dunia hanya kisaran 8% saja.

Kenapa-wanita-tidak-menikah
Kenapa wanita belum menikah? iIlustrasi

Apakah poligami menjadi solusi? Tentu para pengikut sunnah abal-abal, yaitu yang hanya mengikuti sunnah Nabi dari sisi poligami saja, akan riang gembira suka cita gegap gempita membaca paragraph ini. Tapi dalam konteks penyebab wanita belum menikah karena lebih banyak wanita dibanding pria akan bertentangan dengan hukum alam sendiri.

Lalu bagaimana solusi bagi wanita yang tidak atau belum menikah? Entahlah. Sangat sulit mengukur rasa yang dialami dari hal fitrawi seorang wanita. Saya hanya bisa berkata, “jangan bersedih, melaporlah kepada Tuhan.” Dan bagi yang masih muda, lembutkan hatimu kepada siapapun. Ingat bahwa ukuran terbaik seorang pasangan adalah baiknya akhlaknya.

Komentar
Loading...