Kenapa Dinamakan Gaji 13?

Bagi sebagian besar pegawai Negeri Sipil, bulan ini mungkin salah satu bulan kebahagiaan. Pasalnya gaji 13 sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2012 yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 28 Mei lalu. Meski ada yang telat, dan bahkan di beberapa daerah belum cair. Namun bayangan akan bertambahnya pundi keuangan mereka sudah di depan mata.

Guru saya pernah berkata, kepuasan rezki terletak pada berkahnya, bukan pada jumlahnya. Berapapun jumlahnya tidak akan membawa kebahagiaan jika tidak berberkah, katanya.

Berkah itu dilustrasikan dengan sederhana. “Jika gajimu 2 jt/ bulan tapi pengeluaranmu lebuh banyak, maka itu adalah gejala tidak berkah. Namun jika pengeluaranmu lebih sedikit, maka itu adalah gejala rezkimu berberkah”. Simpel…

Sejak online tadi, akun twitter, dan facebook teman yang semestinya menikmati kebahagiaan mendapat gaji 13, justru mengungkapkan hal menunjukkan tidak cukup, tidak puas, dan masih mau nombok lagi. Yah, gaji 13 masih merasa kurang bagi sebagian mereka. Salah satu dari mereka menganggap ini adalah efek dari namanya.

Kenapa bukan dinamakan gaji tambahan saja?. Kenapa mesti gaji 13?, bukankah 13 adalah angka sial?. Menarik…

Apakah di semua Negara takut akan tanggal 13?. Ternyata tidak, sebab di Itala, hari sialnya adalah hari Jumat tanggal 17.

Manusia memandang angka 12 sebagai angka sempurna, karena terkait dengan banyak peristiwa seperti dalam setahun terdapat 12 bulan, sistim perbintangan juga mengenal 12 bintang, siang dan malam dibagi menjadi 12 jam. Angka 13 menjadi angka sial karena 1 angka di atas angka sempurna. Sesuatu yang dianggap melebih angka sempurna justru dipandang dapat memunculkan kegagalan. Pandangan lain juga menyebutkan bahwa angka 13 jika dijumlahkan (1 dan 3) hasilnya menjadi 4, yang dalam bahasa Cina diartikan sebagai mati.

Opini Terkait
1 daripada 302

Peristiwa Peluncuran Pesawat Angkasa Apollo 13 yang diluncurkan pada 11 April 1970 pukul 13:13 yang pada akhirnya gagal mengorbit karena pesawatnya meledak dan hancur, dan uniknya tanggal peluncuran kalau dijumlahkan (1+1+4+7+0= 13).

Saya pernah menginap di sebuah hotel dengan gratis. Kebetulan teman adalah pengelolanya. Dia mengijinkan saya menginap di kamar No. 13, katanya kamar itu angker, kalau berani silahkan, gratis…katanya. Satu malam saya coba, ternyata luar biasa…

Sebenarnya, kepecayaan tahayul dan mitos angka 13 ini berasal dari pengetahuan kuno bernama Kabbalah. Kabalah merupakan sebuah ajaran mistis kuno, yang telah dirapalkan oleh Dewan Penyihir tertinggi rezim Fir’aun yang kemudian diteruskan oleh para penyihir, pesulap, peramal, paranormal, dan sebagainya. Bangsa Yahudi sejak dahulu merupakan kaum yang secara ketat memelihara Kabbalah.

Menurut mereka, angka 13 merupakan salah satu angka suci yang mengandung berbagai daya magis dan sisi religius, bersama-sama dengan angka 11 dan 666. Oleh karena itu, dalam berbagai simbol terkait Kabbalisme.

Penulis tidak mendapat asal mula kenapa gaji tambahan ini dinamakan gaji 13. Namun diperkirakan, 13 dimaknai dan dimaksudkan sebagai tambahan gaji bulanan yang jumlahnya 12 bulan. Mungkin juga pencetusnya tidak mempercayai dan anti terhadap mitos angka 13. Dan kemungkinan yang paling buruk, gaji 13 dimaksudkan agar semua yang menerima menjadi sial… 😀

Bagi penerima yang terpeting adalah rasa syukur kepada yang Maha Kuasa dengan tambahan ini. Bukankah Tuhan akan menambahkan jika kita bersyukur, dan jika kufur, azab menanti…

Komentar
Loading...