Kenapa Hari Kiamat Mesti Ada?

0 59

Kenapa hari Kiamat mesti ada? Ah yang bener aja lu… ngapain pertanyaan seperti itu? Ini era milenial. Pertanyaan seperti itu sudah basi. Orang beragama tak perlu membantah lagi. Biar saja iman yang menjawab itu. Ada Kiamat! Beres. Tak ada lagi pertanayaan sesudahnya.

Demikian ungkapan yang kerap muncul melihat sepintas pertanyaan mengenai hari Kiamat. Padahal dengan mengetahui jawaban pertanyaan kenapa hari Kiamat mesti ada, setidaknya pandangan manusia dibatasi bahwa bukan hanya dunia ini saja. Masih ada kehidupan sesudahnya.

Pemahaman mendalam akan terkait hari Kiamat akan menggiring manusia senantiasa melakukan kebaikan sebanyak banyaknya dan mengurangi kesalahan. Jadi, jika melihat seseorang yang terbenam dalam kesalahan berulang, bohong berulang, maka bisa dipastikan pemahaman akan iman terhadap hari Kiamat masih dipertanyakan

Hari Kiamat adalah hari pembalasan. Berarti kenapa mesti ada hari pembalasan? Hari Kiamat juga dikenal dengan hari saat amal ditimbang. Berarti kenapa mesti ada hari penimbangan lagi?

Tak ada yang bisa melampaui ke-Mahakuasaan Tuhan. Dia bisa memberikan ganjaran kontan saat di dunia. Orang baik dibalas dengan sesuatu seketika, demikian juga dengan orang jahat. Bahkan orang kaya bisa dimiskinkan. Orang miskin bisa dibuat kaya meski tanpa sebab, karena sebab akibat sendiri dalam kuasaNya.

Manusia sebagai khalifah, sebagai pengganti. Setelah manusia lahir dengan membawa persaksian keesaan Tuhan, maka dia hidup dengan pilihan. Pilihan baik atau buruk. Dengan apa manusia menentukan itu, dengan akalnya. Dunia ini ibarat sandiwara. Manusia dibiarkan bersaing satu sama lain.

Hak khilafah manusia hanya berlaku di dunia saja. Hak memilih manusia juga demikian. Makanya, untuk menimbang, membalas apa yang sudah dilakukan manusia harus pada hari dimana manusia tidak punya hak menimbang lagi dan tidak punya hak memilih lagi.

Manusia kadang melakukan kebaikan di dunia tapi dipandang sebagai keburukan oleh manusia lain. Sebaliknya, banyak yang melakukan amal buruk tapi dipandang sebagai amal saleh. Manusia kadang posisinya penjahat tapi diagungkan sebagai pahlawan. Pun ada manusia sebenarnya pahlawan, tapi dianggap sebagai penjahat.

Pada titik itulah, mesti ada hari pembalasan, karena Allah Maha Adil. Tak ada sesuatu pun yang dilakukan manusia di dunia kecuali disediakan ganjarannya pada hari kemudian. Pembalasan, pemberian sanksi tidak spontan, tidak seketika, seperti melakukan kesalahan pada hari senin jam 11, maka balasan perbuatannya pada hari senin jam 12. Tidak!

Seperti halnya di dunia, setiap pelanggaran tidak langsung menerima ganjaran. Tapi ada jeda. Anda melakukan pelanggaran lalu lintas. Ditilang iya, tapi keliru jika menerima langsung hukuman itu, karena manusia akan selalu punya ruang menyadari. Di sela waktu pelanggaran dan hukuman itulah akan muncul penyesalan dan kesadaran.

hari kiamat

Ilustrasi hari kiamat

Hari kiamat juga demikian. Amal manusia saat di dunia akan diberi ganjaran oleh yang Maha Adil. Jeda antara kehidupan di dunia sampai hari kiamat, hari pembalasan adalah ruang untuk memperbaiki diri jika itu kesalahan.

Ukuran keadilan Tuhan dalam bentuk ganjaran yang diberikan di hari pembalasan, tidak terjangkau oleh kalkulasi manusia, seperti halnya nilai dari sebuah kebaikan bukanlah kalkulasi matematis. Allah hanya memberikan gambaran bahwa ganjaran maksiat itu berupa sesuatu yang panas yang disebut neraka. Bagaimana wujud pasti neraka itu, kita tentu tidak mampu menggambarkannya dengan detil.

Hari kiamat juga disebut hari perhitungan dan penimbangan amal. Pada saat itulah digambarkan bahwa amal manusia ditimbang dengan amal buruknya. Pada saat itulah amal manusia dihitung di depan semua yang dibangkitkan, sehingga sudah tidak ada dusta lagi di dalamnya.

Kalau di dunia bukti bisa dihilangkan, tuntutan bisa dikurangi, hal memberatkan dan meringankan tidak dipeduli oleh hakim, tapi di hari perhitungan semua terang benderang, semua direka ulang, tak ada yang bisa sembunyi dan menyembunyikan, karena pada hari itulah semua akan dipertanggungjawabkan.

Komentar
Loading...