Kenapa Islam Tak Bisa Bersatu?

Persatuan Islam

Kenapa Islam Tak Bisa Bersatu? Islam memang tak bisa bersatu, karena Islam hanya satu. Kelompok islam lah yang beragam. Aliran Islam lah yang sangat banyak. Sifat muslim lah yang tak terhitung. Lalu kenapa kelompok, aliran, dan muslim tidak bisa bersatu? Bukankah shalat jamaah mengajarkan itu?

Kelompok dan aliran Islam berpecah-belah menjadi beberapa golongan, masing-masing mengaku kelompoknya yang benar, “Sesungguhnya bani Israil berpecah-belah menjadi tujuh puluh satu, dan sesungguhnya umat ini akan berpecah-belah menjadi tujuh puluh dua, semuanya di neraka kecuali satu, dan dia adalah jama’ah” 1HR Ibnu Majah. Hadis nomor 3983

Banyak ulama menafsirkan hadis tersebut, bahwa yang dimaksud jamaah adalah muslim yang kembali kepada yang haq, yang benar, yakni muslim yang kembali dan berpijak kepada Sunnah para sahabanya. Mereka bersatu dalam ikatan (jamaah)

Melihat sepintas hadis tersebut, saya memahami bahwa umat islam terpecah belah bukanlah takdir, melainkan nasib, karena tersirat jalan persatuan yang jelas disebutkan. Nasib umat Islam yang tidak menyadari kalau persatuan adalah wajib seperti kewajiban lain yang diperintahkan, sehingga lebih menikmati perbedaan yang menjauhkan dari persatuan.

Ayat al-Quran dengan jelas menyebutkan perintah persatuan. Caranya berpegang teguh kepada tali Allah, bukan tali organisasi, apalagi tali person perorangan; “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai… 2Ali-Imran ayat 103

Terlalu tebal dinding dan sekat kepentingan menjadi penyebab utama umat islam hampir mustahil bersatu secara realita. Masing-masing kelompok, partai yang mengatasnamakan Islam lebih mendahulukan kepentingan kepentingan politik lokal (negara), suku, mazhab, aliran teologi, dibanding persatuan Islam itu sendiri.

Sebab kedua; lemahnya pengetahuan mendasar muslim terhadap ajaran agamanya sendiri. Arus informasi yang kian mudah juga berperan menjerumuskan umat memahami agama lewat orang lain yang juga mayoritas tidak mengerti bahasa al-Quran dan hadis, apalagi metodologinya.

Benarlah kata Imam Malik ra, bahwa tidak akan pernah baik umat ini selain yang membuat terbaik umat islam pada masa pertamanya, yaitu para sahabat dan tabi’in mengerti benar makna al-Quran dan hadis.

Hingga imam Syafii ra, berkata: hadis yang sahih tentang tafsir al-Quran hanya kurang lebih seratus. Ini adalah bukti kuat bahwa para sahabat Rasulullah saw, sangat paham akan hal itu. Kalau tidak, pasti mereka bertanya kepada Rasulullah saw, lalu diriwayatkan ke generasi setelahnya.

Istilah ustad Google bukan isapan jempol. Hapal satu dua ayat, lalu dengan kemampuan komunikasi membimbing orang ke jalan yang dia juga buta terhadap jalan itu. Kemampuan komunikasi didukung penampilan fisik yang aduhai akhirnya menjebak umat lebih fanatik kepada individu dan kelompok masing-masing, sekalipun itu bertentangan dengan ajaran islam.

Bayangkan, orang buta memandu orang buta, yang dipandu berpegangan pada orang buta pula, hingga berantai jauh ke belakang seperti antri yang panjang, di tengah kegelapan malam dan hujan deras. Saat pembimbing mengatakan gajah itu seperti ular, dia ikut. Lalu menuduh orang lain yang mengatakan gajah tidak seperti itu. “Hey kalian kafir, karena gajah itu seperti ular.”

Sebab ketiga; Islam adalah agama kaffah. 70% ajaran Islam sudah terbukti benar. Sisanya belum terbukti karena tidak empirik dan memang belum terjadi, misal hari kiamat.

Opini Terkait
1 daripada 89

Konsep ekonomi Islam belum terbantahkan sampai sekarang ini. Dalam hitungan untung rugi, yang sudah berada di zona nyaman dengan konsep ekonomi sekarang dipastikan akan tidak menyukai konsep ekonomi Islam. Konsep hukum, sosial, dan masih banyak lagi.

Kelompok, umat yang paling ditakuti di dunia ini adalah umat Islam, makanya aral persatuan dari kelompok lain, melintang cukup besar. Jika ada organisasi yang hampir mempersatukan umat Islam, maka dunia akan beramai ramai menyerang kelompok itu. Maka dipastikan persatuan Islam tidak akan tercapai, karena sekali lagi persatuan Islam akan terwujud jika umat memegang tali agama Allah, bukan tali yang lain.

Bagaimana Agar Umat Islam Bersatu?

Ayat yang sudah disebutkan sudah menunjukkan cara agar umat Islam bersatu, yaitu kembali kepada tali Allah. Lalu apa makna tali Allah? Mari kita lihat penjelasan generasi terbaik seperti yang diungkapkna imam Syafi’iy

“Kitab Allah adalah tali Allah yang menjulur dari langit ke bumi” 3Lihat Silsilah As-Shahihah 5/37

“Aku tinggalkan kepadamu dua perkara, kamu tidak akan tersesat selamanya yaitu kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya” 4HR Imam Malik. Hadis nomor 1395 dari Umar bin Khaththab

Bagaimana menjelaskan masalah berdasarkan al-Quran dan Hadis? Tentu merujuk kepada ulama. Ulama siapa? Bukankah ulama juga punya kepentingan lokal, dst seperti yang sudah disebutkan? Carilah fatwa ulama yang takut kepada Allah dan dibenci penguasa kata Imam Syafi’iy.

Begini deh, kita mulai dari hal kecil. Pulang belajar membaca al-Quran, ngaji di depan guru ngaji, terus, sampai bertemu beberapa guru. Jauhi guru yang menyalahkan guru lain kecuali jika berkaitan akidah dan hanya masalah furu’. Lakukan, insya Allah kita akan jauh dari kebencian terhadap muslim lain. Lambat laun akan terwujud persatuan Islam.

Kedua; kalau ada yang mengkafirkan orang lain dekati dia, jangan dibenci, karena semakin dibenci mereka akan semakin menjadi jadi, dan makin sulit usaha kita memperstukan umat Islam untuk berhasil.

Bagi saya mengkafirkan orang lain boleh jika al-Quran sudah menyebutkan itu. Misal dalam firman Allah; “sesungguhnya kafir orang yang mengatakan Tuhan itu tiga.” Ya, kafir! Dan dari sisi persatuan Islam kita tak butuh orang kafir.

Ketiga; pandanglah muslim lain sebagai saudara. Ini klise, tapi jarang kita lakukan. Kita lebih mudah mencari kekurangan muslim lain hanya karena pakaiannya berbeda dengan kita. What? Bukankah itu menutup aurat? Model daster, jubah, cadar, dll, kalau itu budaya baik dan sesuai ajaran Islam, dia saudara kita ferguso!

Cukup tiga opini saya terkait cara agar umat Islam bersatu. Ntar kalau kebanyakan makin tak bersatu kita hehehe

Loading...