Kentut; dalam Diagnosa Ilmiah

Kentut

Suatu waktu kepala teman saya benjol, memar. Setelah saya tanya, dia mengatakan akibat berkelahi. “Memangnya kenapa berkelahi”? “Saya kentut di depan temanya teman saya tanpa sengaja.” Jawabnya malu.

Di pondok Pesantren As’adiyah Sengkang dulu, ada seorang guru yang sangat kami hormati. Cara mengajarnya pelan, namun sangat mudah dipahami. Nah, guru kami ini akan sponta berhenti mengajar jika mencium bau kentut atau mengetahui kalau di kelas ada santri yang kentut tak sengaja.

Kentut umumnya dimasukkan dalam pembahasan masalah moral dan etika belaka. Orang yang kentut terutama di depan orang banyak, akan dinilai kurang ajar. Mencoba kentut tapi tidak ketahuan juga sulit, disebabkan baunya yang tak bersahabat.

Namun, mengkaji kentut dalam kadar kesehatan secara ilmiah meski jarang dilakukan, setidaknya menggiring persepsi bahwa kentut bukan cuma masalah moral dan etika.

Kentut dalam bahasa ilmiah jarang ditemui, karena digantikan dengan istilah yang sedikit keren, yaitu Flatulence. Flatulence, yaitu kondisi kesehatan yang ditandai oleh produksi gas dalam sistem pencernaan. Gas tersebut merupakan produk dari proses pencernaan makanan, dan biasanya hanya diproduksi oleh mahluk mamalia, salah satunya adalah manusia.

Opini Terkait
1 daripada 123

Seperti diketahui, bahwa udara sangat dibutuhkan manusia untuk melakukan proses metabolisme, namun dalam batas-batas tertentu, sehingga ketika tubuh kelebihan beban udara, maka harus dikeluarkan dalam bentuk Flatulence.

Sebenarnya flatulence atau kentut, terdiri dari beberapa campuran gas yang tidak berbau diantaranya adalah nitrogen, hydrogen,CO2, metana dan oksigen. Gas dalam kentut terdiri dari 60% nitrogen, 30% karbondioksida dan 10% campuran dari metana dan hydrogen. Metana dan hydrogen adalah gas yang mudah terbakar.

Tidak jarang kita mendapati aroma tidak sedap ketika kentut, hal ini terjadi karena adanya kehadiran gas yang bernama hydrogen sulfide (H2S), indole, ammonia dan skatole. Gas-gas tersebut semuanya mengandung unsure sulfur.

kentut ilmiah
Kalau begitu, apa penyebabnya? Ternyata, salah satu penyebab flatulence adalah makan yang disertai ngobrol dan tertawa.

“Kalau makan, jangan sambil ngomong!”, kata nenek saya dulu dan itu dianggap tidak ilmiah.

Loading...