Kepustakaan dalam Laporan Penelitian Tindakan Kelas

  • Bagikan
Kepustakaan dalam penelitian

Jumlah kepustakaan dalam penelitian tindakan kelas tidak ditentukan secara formal, namun biasanya mengikuti format jumlah daftar pustaka pada karya ilmiah secara umum, atau tergantung pemesan.

Kepustakaan dalam penelitian tindakan kelas, disusun berdasarkan urutan abjad dari awal nama terakhir pengarang setiap karya rujukan. Nama pengarang yang dimaksud mencakup nama orang, badan, lembaga, organisasi, panitia, dan sebagainya yang menyusun karangan itu. Contohnya:

Amal, Taufik Adnan. Rekonstruksi Sejarah Al-Quran. Yogyakarta: FKBA, 2001.

Bagir, Haidar. Buku Saku Filsafat Islam. Bandung: Arasy, 2005.

Capra, Fritjof. The Turning Point: Science, Society, and the Rising Culture. Toronto: Bantam Books, 1983.

Dhofier, Zamakhsyari. Tradisi Pesantren Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES, 1982.

Seperti halnya dalam catatan kaki, catatan akhir dan catatan dalam kurung, pangkat dan gelar akademik tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka.

Nama penulis yang lebih dari satu kata, ditulis nama akhirnya diikuti dengan tanda koma, kemudian nama depan yang diikuti dengan nama tengah dan seterusnya, contohnya:

Taufik Adnan Amal, ditulis: Amal, Taufik Adnan

Budi Munawar-Rachman, ditulis: Rachman, Budi Munawar

W. Montgomery Watt, ditulis: Watt, W. Montgomery

Huruf “al-” pada nama akhir penulis yang menggunakan alif lam ma‘rifah tidak dihitung sebagai huruf (A) menurut urutan abjad dalam daftar pustaka. Yang dihitung adalah huruf sesudahnya, contohnya:

Muhammad ibn Idris al-Syafi‘i diletakkan dalam kelompok huruf S dan ditulis: al-Syafi‘i, Muhammad ibn Idris.

Nama penulis yang menggunakan singkatan, ditulis nama akhir yang diikuti tanda koma, kemudian diikuti dengan nama depan lalu nama berikutnya, contohnya:

William D. Ross Jr, ditulis: Ross, William D. Jr. (Jr = Junior/Muda)

Pada dasarnya, unsur-unsur yang harus dimuat dalam kepustakaan sama dengan unsur-unsur dalam catatan kaki dan catatan akhir, kecuali berbeda untuk beberapa hal berikut:

Nama penulis yang disesuaikan dengan sistem penulisan katalog dalam perpustakaan, yaitu menyebutkan nama akhir penulis lebih dahulu (jika ada dua atau lebih) seperti disebutkan pada poin (2) di atas.

Nomor halaman dari referensi yang dikutip tidak lagi disebutkan dalam daftar pustaka.

Tanda koma (,) yang mengantarai nama pengarang dan judul karangan-nya dalam catatan kaki/akhir, diganti menjadi tanda titik dalam daftar pustaka.

Tanda kurung yang mengapit keterangan tentang nomor cetakan, tempat terbit, nama penerbit dan tahun penerbitan dalam catatan kaki/akhir, diganti menjadi tanda titik (.) dalam daftar pustaka.

Secara umum, daftar referensi (Reference List) untuk catatan dalam kurung (Parenthetical Reference) mencantumkan unsur-unsur berikut: nama pengarang, tahun terbit, judul buku referensi (huruf italic), volume, juz atau jilid, tempat penerbit, dan nama penerbit.

Contohnya:

al-Zuhaili, Wahbah. 1991. Al-Tafsir al-Munir fial-‘Aqidah wa al-Syari‘ah wa al-Manhaj, juz. 11. Beirut: Dar al-Fikr al-Mu‘asir.

Edgel, Beatrice. 1979. “Conception.” Dalam James Hastings, ed. Encyclopedia of Religion and Ethics, vol. 3. New York: Charles Shcribner’s Son.

Perbedaan mendasar Daftar Referensi (reference note) dengan Daftar Pustaka (bibliography) adalah karena pada yang disebut pertama, tahun penerbitan diletakkan persis setelah nama pengarang.

Jika ada dua atau lebih karya tulis dari pengarang yang sama, maka karya dengan tahun penerbitan paling awal ditempatkan lebih awal dalam daftar pustaka atau daftar referensi. Dalam penulisan karya berikutnya dari penulis yang sama dalam daftar pustaka, nama penulis tidak perlu lagi disebutkan, tetapi diganti dengan baris bawah sepanjang 7 (tujuh) karakter yang ditutup dengan tanda titik (.). Contohnya

Nasution, Harun. Falsafah dan Mistisisme dalam Islam. Cet. 2; Jakarta: Bulan Bintang, 1978.

_______. Teologi Islam: Aliran-aliran, Sejarah, dan Analisa Perbandingan. Cet. 5; Jakarta: UI Press, 1986.

_______. Falsafat Agama. Cet. 8; Jakarta: Bulan Bintang, 1991.

  • Bagikan