Ketuhanan Yang Maha Esa; Berketuhanan atau Bertauhid?

Ketuhanan Yang Maha Esa

Sebelum Indonesia merdeka tahun 1945 bulan Agustus, ada suatu badan yang difungsikan untuk membuat dan menentukan dasar-dasar persiapan untuk menuju kemerdekaan. Badan itu adalah PPKI atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. salah satu topik bahasannya adalah Pancasila.

Soekarno sebelumnya telah memperkenalkan Piagam Jakarta bulan juni 1945. Pada ayat 1 disebutkan ke-Tuhan-an yang Maha Esa, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya.

Maramis, satu-satunya “tokoh yang bukan Islam, memprotes keras pada saat itu, hingga timbul perdebatan yang sengit mengenai perlunya ditulisnya kalimat itu. Sampai detik terakhir Soekarno sebagai pencipta Piagam Jakarta akhirnya luluh dan setuju kalimat itu tidak dicantumkan. Namun ada seseorang yang walaupun dia bukan pencipta-nya tetapi tetap bersikukuh untuk tetap dicantumkan, dialah Ki Bagus.

Bung Hatta dkk, tidak dapat merubah pendapatnya itu. Tetapi pada akhirnya dia bertanya apakah artinya kalimat ke-Tuhanan yang Maha Esa itu adalah kalimat tauhid? ya jawab teman-temannya didalam PPKI. Kalau begitu saya menerima.

Konsep ke-Tuhan-an dalam teks yang kemudian tertuang dalam Pancasila ternyata tidak menjustifikasi makna ke dalam satu pemahaman agama saja. Karena ditafsirkan menurut agama dan kepercayaan masing-masing individu bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam ragam agama dan kepercayaannya.

Penafsiran Ketuhanan Yang Maha Esa menurut Islam sangat berbeda dengan penafsiran menurut Kristen, Hindu ataupun agama lainnya. Dalam Pancasila terdapat banyak Tuhan, yaitu Tuhan orang-orang Islam, Tuhannya orang Kristen, Tuhan orang Hindu, Tuhan orang Budha dan lainnya, jadi Tuhan-tuhan manusia Indonesia berkumpul dalam Pancasila sebagai wadah tunggal, sebagai collective ideologi (aqidah bersama).

Opini Terkait
1 daripada 129

Bagaimana konsep Ketuhanan dalam Islam, apakah sama dengan konsep ke-Tuhan-an dalam Pancasila?

Esensi ajaran Islam adalah untuk menegakkan kalimah La Ilaha Illa Allah, tidak ada Ilah kecuali hanya Allah saja. Jadi konsepsi dalam Islam hanya ada satu Ilah saja, yaitu Allah Azza wa Jalla. Selainnya tidak!!! Tidak ada tuhan Yesus, tidak ada Sang Yhang Whidi, tidak ada Tao, tidak ada tuhan-tuhan lainnya. Yang ada hanya Allah Azza wa Jalla.

Bagaimana konsep Pancasila dengan ketuhanan-nya jika dibandingkan dengan konsep akidah islam, sama atau tidak? Jawabannya tentu tidak.

Pancasila berbicara pada tatanan konteks bernegara. Sebagai satu kesatuan yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, kalimat ini mewakili makna bahwa semua rakyat Indonesia berketuhanan. Indonesia adalah negara bertuhan, tidak atheis. Pancasila adalah dasar negara. Artinya, sila pertama bukan untuk satu agama tertentu. Bukan konsep bertauhid?

Guru PMP (Pendidikan Moral Pancasila) saya dulu mengatakan, Pancasila mengajarkan konsep bertauhid, yaitu bertauhid berdasarkan agama dan keyakinan masing-masing. Kalau demikian apakah Ketuhanan yang Maha Esa, mengajarakan tauhid? Tentu tidak! Karena sekali lagi Pancasila adalah dasar negara, Indonesia yang tidak hanya satu agama.

Loading...