Kiat Agar Tidak Cepat Lupa Materi Pelajaran

Lupa adalah sifat manusia. Tak ada manusia yang tidak pernah lupa, karena awal makhluk berakal dan ber-hawa nafsu ini dikatakan sebagai “insan” adalah sifatnya yang lupa. Karena lupa adalah sifat, tentunya bisa diubah. Sifat bisa diubah dengan kiat-kiat tertentu, termasuk sifat lupa.

Di sekolah, seorang guru terkadang mengeluh dengan sifat lupa yang dialami siswa. Materi barusan dipaparkan, diulang, dipraktikkan, toh tak lama berselang siswa lupa. Karena lupa adalah kebiasaan, alasan lupa akhirnya menjadi alasan paling manjur siswa di depan gurunya. Itu dimaklumi, karena guru sebagai manusia, pun kerap mengalami yang namanya lupa.

Banyak hal yang memengaruhi penyakit lupa bagi siswa, terutama kinerja otak, perhatian, fokus, kemampuan otak dalam menerima materi pelajaran, dan sebab eksternal tentunya. Untuk itu diperlukan cara agar tidak cepat lupa materi pelajaran.

Cara agar tidak cepat lupa ini pada dasarnya bisa dilakukan oleh siapa saja, mereka yang masih belajar.

Ada sedikit perbedaan antara cara agar cepat menghapal materi pelajaran, dengan cara agar tidak cepat lupa materi pelajaran (baca: cara agar cepat menghapal pelajaran). Cepat menghapal, sifatnya menemukan. Menemukan lalu mengingatnya. Sedangkan agar tidak lupa bersifat difense, atau mempertahankan. Dua cara ini bisa dipadu, cepat menghapal, lalu tidak cepat melupakan, bahkan tidak melupakan sama sekali.

Pertama, luruskan niat. Ada pertanyaan, apa sih tujuan belajar, apa tujuan sekolah? Pertanyaan ini dijawab siswa bervariasi. Agar masa depan bagus, cepat dapat kerja, agar tidak dipukul orangtua, agar pintar, supaya disayang orangtua, dan jawaban lain.

Tujuan belajar adalah mendapatkan ilmu. Dengan ilmu, Tuhan menjanjikan derajat lebih dibanding yang tidak berilmu. Derajat yang dijanjikan sesuai dengan kebutuhan. Bisa berupa kekayaan, kehormatan, wibawa, dan derajat lainnya. Ilmu yang didapatkan itu, nantinya diperuntukan untuk beribadah kepada-Nya. Inilah tujuan belajar.

Opini Terkait
1 daripada 304

Dengan meluruskan niat belajar, seorang pelajar, baik siswa maupun guru tidak akan gagal maksud, tidak akan kecewa, tidak cepat putus asa, dan tidak cepat lupa dalam proses belajarnya. Karena sebuah keniscayaan bagi makhluk ciptaan Tuhan untuk menyembah kepada yang Maha Berilmu, dan caranya harus dengan ilmu.

Kedua, mengurangi perbuatan maksiat. Seorang pembelajar, siswa atau yang lain, akan mudah melupakan pelajaran yang didapatkan, jika yang bersangkutan suka berbuat maksiat. Sekuat apapun ingatan, akan kalah dengan kegelapan maksiat. “al-Ilmu Nurun, wa Nurullahi la Yahdiyy lil’Asiy” ilmu itu adalah nur (cahaya), dan cahaya Allah tidak memberi petunjuk kepada kemaksiatan. Demikian sabda Nabi.

Jadi seorang pembelajar yang tidak ingin cepat lupa terhadap materi yang dipelajarinya, maka dia harus menghindari kemaksiatan, bagaimanapun bentuknya. Maksiat adalah perbuatan dosa yang dampaknya juga terhadap orang lain, baik langsung maupun tidak langsung.

Ketiga, mengaplikasikan materi pelajaran yang diterimanya. Cara ini sudah familiar dilakukan guru di sekolah. Guru yang berusaha agar siswanya tidak cepat lupa, memberikan waktu khusus untuk praktikum, tujuannya agar materi yang diterima mudah dipahami, dan agar tidak cepat lupa.

menghapal pelajaran

Mengaplikasikan materi pelajaran harus dengan sungguh-sungguh. Kesungguhan bisa dilihat dari keinginan siswa untuk mengulangi prakitk yang dilakukan. Siswa yang selalu ingin mengulang dalam bentuk praktik biasanya tidak akan mudah melupakan materi pelajaran yang diterimanya.

Keempat, doa. “Doa adalah senjata orang beriman”. Sehebat apapun kemampuan ingatan seseorang, harus dibingkai dengan senjata mumpuni, yakni doa (baca: menjawab teka-teki Doa). Banyak doa agar tidak cepat lupa materi pelajaran, salah satunya; “Rabbisyrahly Shadry wa Yassirly Amry”.

Demikian empat kiat agar tidak cepat lupa materi pelajaran yang dipelajari baik di sekolah maupun di luar sekolah. Kata cepat yang penulis maksud bukan berarti harapan agar meski lupa tapi lambat, tapi cepat dalam artian lupa lebih cepat dari sifat lupa sebagai manusia lainnya.

 

Komentar
Loading...