Kisah 10 Buah Hati Semuanya Hapal al-Quran

10 Anak Hapal al-Quran

Sebuah keluarga muslim di Indonesia yang mampu menjadikan 10 orang buah hati mereka sebagai anak-anak yang shalih, hapal al-Quran dan berprestasi. Mereka adalah keluarga pasangan suami istri Mutammimul Ula dan Wirianingsih beserta 10 putra-putri mereka.

Mutammimul Ula (Kang Tamim) adalah anggota DPR RI, sedangkan Wirianingsih (Mbak Wiwi) adalah Ketua Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia dan Ketua Umum PP Salimah (Persaudaraan Muslimah) yang cabangnya sudah tersebar di 29 propinsi dan lebih dari 400 daerah di Indonesia. Meski kedua orang ini sibuk, namun mereka berhasil mencetak 10 anak yang mampu hapal al-Quran.

Anak pertama, Afzalurahman Assalam, sudah hapal al-Quran sejak usia 13 tahun. Lulusan Teknik Geofisika ITB ini sempat Juara I MTQ Putra Pelajar SMU se-Solo. Lalu anak kedua, Faris Jihady Hanifah, telah hapal al-Quran di usia 10 tahun dengan predikat mumtaz (sempurna cara membacanya). Mahasiswi Fakultas Syariat LIPIA ini sempat meraih juara I lomba tahfiz al-Quran yang diselenggarakan oleh kerajaan Saudi di Jakarta tahun 2003. Bukan cuma itu, di bidang akademik ia pun menjadi juara olimpiade IPS tingkat SMA yang diselenggarakan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada 2004.

Anak ketiga, Maryam Qonitat, hapal al-Quran sejak usia 16 tahun. Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo ini adalah pelajar teladan dan lulusan terbaik Pesantren Husnul Khatimah 2006. Kemudian anak keempat, Scientia Afifah Taibah, telah hapal 29 juz sejak SMA. Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) ini sempat menjadi pelajar teladan dan saat SMA memperoleh juara III lomba Murottal al-Quran tingkat SMA se-Jakarta Selatan.

Anak Kelima, Ahmad Rasikh ‘Ilmi, telah hapal lebih dari 15 juz al-Quran. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara I Kompetisi English Club Al-Kahfi dan menjadi musyrif bahasa Arab MA Husnul Khatimah.

Ismail Ghulam Halim, putra keenam, telah hapal lebih dari13 juz al-Quran. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara lomba pidato bahasa Arab SMP se-Jawa Barat, serta santri teladan, santri favorit, juara umum dan tahfiz terbaik tiga tahun berturut-turut di SMPIT Al-Kahfi.

Opini Terkait
1 daripada 304

Anak Ketujuh, Yusuf Zaim Hakim, telah hapal lebih dari 9 juz al-Quran. Bukan cuma jago hapal al-Quran, prestasi akademiknya pun luar biasa. Ia sempat duduk di peringkat I di SDIT, peringkat I SMP, juara harapan I Olimpiade Fisika tingkat Kabupaten Bogor, dan finalis Kompetisi tingkat Kabupaten Bogor.

Muhammad Syaihul Basyir, putra kedelapan, sudah hapal al-Quran 30 juz pada saat kelas 6 SD.Hadi Sabila Rosyad, putra kesembilan, sudah hapal lebih dari 2 juz al-Quran dan terakhir Himmaty Muyassarah, putri kesepuluh, juga sudah hapal lebih dari 2 juz al-Quran.

Bagaimana tips yang dilakukan oleh Kang Tamim dan Mbak Wiwi sehingga mampu mencetak putra-putrinya hapal al-Quran?

Sumber poto RCTImobile.com

Kuncinya adalah keseimbangan proses. Meski berdua sibuk, mereka telah menetapkan pola hubungan keluarga yang saling bertanggungjawab dan konsisten satu sama lain. Selanjutnya, menyingkirkan televisi dari rumah, tidak memasang gambar-gambar selain kaligrafi, tidak membunyikan musik-musik yang melalaikan, selesai salat Subuh dan Maghrib adalah waktu khusus untuk al-Quran yang tidak boleh dilanggar dalam keluarga ini, sewaktu anak masih balita, orangtua konsisten membaca al-Quran di dekat mereka dan mengajarkannya, mengkomunikasikan tujuan kenapa harus hapal al-Quran. Awalnya tidak masalah memberikan hadiah, dan edukasi pada anak, urgentitas menjadi hafiz al-Quran, selain keutamaan di dunia dan keutamaan akhirat.

Semoga dua kisah 10 Bersaudara yang hapal al-Quran menjadi inspirasi kita bersama. Insya Allah, kelak kita sebagai orangtua muslim harus jauh bersemangat untuk mencetak generasi-generasi al-Quran, ketimbang mendahulukan mengikuti les ini-itu. Sebab, mayoritas mereka yang hapal al-Quran, secara akademis memiliki nilai luar biasa.

 

Komentar
Loading...