Kisah Karamah Wali Allah yang Menggali Liang Kubur Sendiri

Kisah Karamah Wali Allah

Ada banyak kisah karamah para wali Allah. Sebagian orang percaya, namun tidak sedikit yang tidak percaya dan menganggap hal itu mengada-ada.

Bagi penulis, sebagai sosok yang dekat dengan Allah sesuai dari makna “wali”, maka hal-hal ajaib dalam pandangan manusia biasa, bukanlah hal yang tidak mungkin dari para wali Allah.

Ada beberapa macam jenis karamah para Aulya (para wali Allah), salah satunya adalah mereka mengetahui datangnya ajal, baik ajal dirinya maupun ajal orang lain.

Seorang wali Allah bernama Syeikh Bakr al-Madzdub yang tinggal di kota Nablus, Palestina, membuktikan hal tersebut. Syeikh Bakr sudah mengetahui kapan dia wafat dengan membuktikan melalui apa yang dia lakukan.

Suatu hari di tahun 1310 M, tiga hari menjelang wafatnya, Syeikh Bakr pergi ke desa al-Haram. Di desa tersebut terdapat makam Syeikh Ali bin Alim al-Harami, seorang Wali Allah yang sangat terkenal di sana.

Sesampai di sana, Syeikh Bakr al-Madzdub menggali liang lahat di samping makam Syeikh Ali bin Alim.

Masyarakat sekitar yang menjaga dan menganggap makam Syeikh Ali sebagai tempat keramat, tentu panik dan kaget. Namun Syeikh Bakr al-Madzdub tidak peduli dan tetap saja menggali liang di samping makam Syeikh Ali.

Masyarakat sekitar kemudian mencela apa yang dilakukan Syeikh Bakr karena dinilai tidak beradab kepada Wali Allah.

Opini Terkait
1 daripada 304

Syeikh Bakr al-Madzdub lalu menjawab, bahwa liang yang dia buat adalah untuk kuburnya sendiri yang akan wafat tiga hari mendatang. Dan dia ingin dimakamkan di samping Syeikh Ali.

Sebagian percaya namun lebih banyak yang ragu. Mereka yang ragu tetap mencela apa yang dilakukan Syeikh Bakr.

karamah wali

Poto: Syeikh Mulla Husein Sisemi, seorang ulama sufi di distrik Shirvan, Turki yang menggali kuburnya sendiri untuk persiapan wafatnya. Setiap hari dari beliau muda hingga tua membaca al-Quran dan berdzikir disana.

Syeikh Bakr al-Madzdub kemudian menantang mereka yang ragu. Jika beliau benar wafat tiga hari mendatang, maka mereka wajib memakamkan dirinya di liang tersebut. Namun jika tidak, stempel pendusta akan dia terima selamanya.

Tiga hari kemudian terjadilah apa yang menjadi karamah Syeikh Bakr. Beliau benar meninggal pada hari itu dan masyarakat berbondong-bondong memakamkan beliau di sisi makam Syeikh Ali bin Alim.

Apa hikmah dari kisah karamah wali Allah ini? Orang yang dekat dengan yang Maha Mengetahui, tentu tahu beberapa hal yang tidak diketahui oleh manusia kebanyakan. Pengetahuan itu akan mudah dianggap sebagai suatu yang mengada-ada.

Apa yang diketahui oleh para wali Allah bukan konsumsi kebanyakan, karena memang wilayah kita berbeda.

Semoga kisah Syeikh Bakr tadi membuka cakrawala kita mengenai karamah para wali Allah

Sumber: Buku Kumpulan Kisah Keramat Para Wali hal. 280 karya Habib Yunus bin Ali Al-Muhdhar.

Komentar
Loading...