Kisah Khalifah yang Kalah di Pengadilan Kekuasaanya

0 33

Suatu waktu baju besi milik Khalifah Ali bin Abi Thalib ra terjatuh dari untanya yang ditungganginya. Baju besi itu dipungut oleh seorang Yahudi. Saat Khalifah Ali bin Abi Thalib ra hendak menggunakan baju besinya, dia melihat baju besi itu ada ditangan seorang yahudi. Khalifah Ali bin Abi Thalib ra lalu meminta, tentu ditolak, dan yahudi itu mengaku bahwa baju besi itu miliknya.

Karena Khalifah Ali bin Abi Thalib ra tidak bisa membuktikan saat itu, dan karakternya yang tidak suka berdebat, akhirnya keduanya sepakat agar masala itu diselesaikan di pengadilan saja. Keduanya berharap, agar baju besi itu menjadi milik mereka dan keputusan itu keluar dari pengadilan.

Sebagai amirul mukmini, khalifah, penguasa (kalau sekarang mungkin Presiden atau Raja), tentu kasat mata, Khalifah Ali bin Abi Thalib ra akan memenangkan sengkat di pengadilan nanti. Namun, Ali menunjukan hal berbeda. Dia datang ke persidangan sebagai rakyat biasa. Tidak ada pengawalan dan tidak membawa pendukung. Ia memang Amirul Mukminin, tapi pantang baginya mempengaruhi hakim dalam rangka memenangkan perkaranya. (Baca: 4 Bukti ketinggian ilmu Ali bin Abi Thalib)

Di pengadilan, hakim Syuraih berkata kepada Ali: Untuk menguatkan tuntutan anda, bawalah dua orang saksi yang benar-benar bisa memberi keterangan meyakinkan bahwa baju besi ini memang milik Anda. Ali pun akhirnya mengajukan pembantunya bernama Qundur dan puteranya, Sayyidina Hasan. Hakim Syuraih berkata: Saya bisa menerima kesaksian Qundur, tetapi tidak bisa menerima kesaksian Hasan karena Hasan adalah putra Anda. Tidak diterima kesaksian seorang putera untuk perkara ayahnya. Ali lalu berkata: Tidakkah engkau mendengar bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda Hasan dan Husein adalah penghulu/ pemimpin di Surga? (Maksud pertanyaan ini kira-kira adalah, apakah engkau meragukan kejujuran mereka?)

Dengan suara yang lembut tapi penuh wibawa, Syuraih menjawab: Ya, memang benar, tapi saya tetap tidak bisa menerima kesaksiannya, karena dia anak Anda. Sebagai manusia, rasa, hubungan batin orang tua dan anak akan mempengaruhi kesaksian.

Kalah saksi, Syuraih memutuskan bahwa baju besi itu adalah milik si Yahudi. Ia memenangkan orang Yahudi itu atas Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ra sebab bukti-bukti menunjukkan demikian.

Apakah Khalifah Ali bin Abi Thalib ra marah? Tidak. Ali menerima keputusan itu dengan lapang hati. Sulit dipercaya. Tapi kebijaksanaan itulah yang membuat Yahudi tersebut lalu sadar dan membaca dua kalimat syahada.

Komentar
Loading...