Kisah Susahnya Menjadi PNS (Bag. 4)

Setahun setelah merasakan susahnya menjadi PNS, pemerintah kembali membuka peluang menjadi PNS dengan pengangkatan instansi pusat dan daerah. Seperti pengalaman sebelumnya, jauh sebelum batas akhir pemberkasan, semua kelengkapan itu kupersiapkan. Aku tak goyah, aku benar-benar terhasut dengan “kepercayaan” orang kampung, “yang bekerja hanyalah yang PNS.”

Karena telah kupersiapkan sebelumnya, tak ada aral dalam pemberkasan itu. Formulir pengambilan kartu ujian yang berarti berkas telah memenuhi syarat sudah di tangan. Masih ada jeda dua minggu untuk mengambil nomor ujian dan mengetahui lokasi tempat pelaksanaan ujian nantinya. Cukup lama, “nomor ujian dikeluarkan oleh panitia pemeriksa di Provinsi, makanya lama.” Kata salah seorang pegawai BKDD.

Waktu dua minggu kumanfaatkan sebaik dan semaksimal mungkin. Kusampari toko buku yang menjual buku latihan menjawab soal tes CPNS. Tak tanggung-tanggung, kubeli sampai empat buku untuk masing-masing kompetensi yang diujikan. Jika tak sanggup menjawab, pasti kuberusaha mencarinya.

Serasa lama, sampai waktu pengambilan nomor ujian tiba. Pagi buta bergegas kupacu motor smash merahku yang cicilannya nunggak 3 bulan. Sesampai di tempat tujuan, ruang antri sudah penuh, akhirnya harus menunggu lama. Jam 13.00 namaku disebut, kuambil kartu itu, dan saya memberikan kembali, karena namaku tertulis salah. Masalah ini kemudian sampai kemeja ketua penyelenggara. Tak ada keputusan yang diambil, kecuali mengembalikan kartu itu ke Provinsi, dan pastinya membutuhkan waktu lama, padahal ujian akan dilaksanakan seminggu lagi.

Memang posisinya sangat dilematis. Dengan sistem pemeriksaan melalui komputer, nama yang diinput adalah nama yang terdaftar seperti yang tertera di nomor ujian, jika berbeda maka dianggap bukan peserta dan error.

Opini Terkait
1 daripada 304

Mungkinkah saya harus menulis biodata nantinya seperti yang tertera di kartu ujian (yang salah), atau saya menulis namaku dengan benar, dan pastinya akan error?. Jika memilih opsi pertama, bagaimana kelanjutannya nanti?… Inilah yang membuat keputusan satu-satunya adalah perbaikan, dan mengharap selesai dalam beberapa hari saja.

Alangkah susahnya menjadi PNS

Ilustrasi

Sehari sebelum ujian, kartu perbaikan belum datang. Was-was mulai menghantui. Sampai jam 5 sore, sms masuk dari penyelenggara. “Kartu perbaikan belum diterima. Penerimaan CPNS akan dilaksanakan tiap tahun. Semoga tahun depan, anda bisa mengikuti seleksi. Mohon maaf atas kekhilafan ini.” Gagal maning gagal maning, kata Kentung di film Jinny oh Jinny.

Alangkah susahnya menjadi PNS

The End

Komentar
Loading...