Korupsi di Jawa Timur Paling Hebat ?

“Saya katakan di Jawa Timur itu perampoknya paling hebat, luar biasa berpengalaman. Karena itu dia sudah mengantisipasi jejak-jejak untuk KPK. Yang lain itu perampok baru, gampang untuk diditeksi, kalau yang ini beda. Ibarat seorang pembunuh, dia sudah pakai sarung tangan, jadi tidak tertinggal lagi jejaknya.” Ujar Ketua KPK, Abraham samad beberapa hari lalu, ketika hadir di sebuah forum seminar di Jakarta. Ungkapan tersebut dikatakan oleh Ketua KPK, setelah mendapat pertanyaan dari peserta Seminar.

Warga Jawa Timur yang mendengar berita ini pasti merasa kaget dan sedikit marah dengan ketua KPK tersebut. Banyak reaksi yang bermunculan setelah berita itu beredar. Gubernur jawa Timur, Sukarwo menyatakan siap membantu KPK dalam hal menyuplai data pendukung jika dibutuhkan untuk menangkap pelaku korupsi kelas wahid di Jawa Timur.

Malang Corruption Watch (MCW) juga sedikit protes dengan ungkapan tersebut, mereka mengatakan bahwa KPK seharusnya langsung saja menangakap pelaku korupsi tersebut, dan MCW siap men-support data pendukungnya, terutama di daerah Malang Raya dan sekitarnya.

Banyak yang mengatakan, KPK telah mengetahui adanya kasus korupsi di Jawa Timur, mungkin KPK masih menunggu momen yang tepat untuk mengungkapnya, seperti melakukan tangkap tangan, atau penggrebekan. Hal ini sebenarnya tidak sulit, karena Gubernur Jawa Timur, Sukarwo juga telah mendukung tindakan KPK untuk memberantas korupsi di Jatim.

Opini Terkait
1 daripada 303

Pernyataan Ketua KPK dari posisinya sebagai penjawab pertanyaan seminar, bisa jadi ada benarnya. Namun melihat posisinya sebagai aparat pemberantas korupsi, pernyataan seperti itu, bisa menjadi multi tafsir. Mayarakat spontan akan menilai, “kalau sudah tahu kenapa dibiarkan ?”… atau yang lebih keras lagi, “apakah KPK menunggu perintah dulu?.”

Kasus korupsi bisa terjadi dimana saja, mau di Jawa, di kalimantan, di Sulawesi, ataupun di semua daerah di dunia. Bahkan KPK sendiri bisa melakukan korupsi. Hal yang menjadi fokus kita adalah bagaimana cara untuk mencegah korupsi itu agar tidak terjadi dan memberi efek jera pada koruptor. Korupsi memang membuat ketagihan, karena sekali berhasil korupsi untuk hal kecil, maka langsung ingin mengulanginya lagi untuk hal yang lebih besar. Moral dan karakter adalah hal penting untuk menyadarkan kita tentang resiko melakukan korupsi.

Korupsi selalu dilakukan dalam waktu yang lama, lalu menjadi budaya, dan akhirnya semua pihak terlibat. Ketika semua orang sudah telibat, maka seperti membasmi penyakit endemi, sangat susah sekali. Bayangkan saja jika di suatu kelurahan atau desa, seluruh aparat mulai dari level atas sampai level bawah semuanya korupsi, bagaimana cara membasminya ?.

Pemberantasan korupsi harus tegas, tidak pandang bulu, jika teman atau saudara, bahkan mungkin keluarga sendiri yang terlibat korupsi, maka kita wajib memberantasnya atau melaporkan pada pihak yang berwajib. Pencegahan korupsi juga bisa dilakukan di sekolah, mulai dengan pelatihan karakter, dan mental anti korupsi. Bahkan, anggota KPK atau kepolisian perlu juga datang ke sekolah untuk memberikan bimbingan tentang korupsi tersebut.

Komentar
Loading...