6 Langkah Umum dalam Proses Penelitian

  • Bagikan
Langkah Umum dalam Proses Penelitian

Sebagai lanjutan pada pembahasan saya sebelumnya, maka artikel ini akan membahas secara singkat mengenai langkah‐langkah umum dalam proses penelitian. Hal ini sangat penting. Banyak sekali peneliti terutama para mahasiswa, keliru dalam penelitiannya disebabkan step penelitian yang keliru. Langkah umum dalam proses penelitian ini juga lebih difokuskan pada peneliti pemula. Sedikit berbeda dengan peneliti yang sudah mahir, dia bisa saja mengabaikan beberapa langkah dan melanjutkan ke langkah berikutnya;

Pertama: penetapan permasalahan penelitian. Tidak ada satupun dalam kehidupan ini yang bukan masalah. Olehnya itu, penelitian pada dasarnya adalah upaya menemukan jawaban dari permasalahan yang ada. Masalah yang mudah dijadikan menjadi sebuah penelitian ilmiah, jika sumber masalah dan pertanyaan‐pertanyaan tentang masalah itu jelas. Biasanya terkait hasil pengamatan formal, isu kontemporer, sumber literatur, atau dari teori yang sudah ada.

Dari hasil temuan masalah itu, kemudian dikerucutkan sehingga menghasilkan suatu topik. Topik yang dihasilkan terus dikerucutkan dan menghasilkan penyempitan topik. Tujuannya, agar masalah mudah diuraikan dalam pembuatan latar belakang masalah nantinya.

Kedua: studi literatur yang relevan. Dari topik yang dihasilkan tadi kemudian dicarikan literature yang terkait. Untuk mempermudah, literatur terkait bisa dengan mengambil bagian dari topik yang sudah dikerucutkan tadi. Pemilihan literature yang relevan nantinya akan membuat peneliti menyadari pentingnya penelitian yang dilakukan. Selain itu, tentunya menambah wawasan dari hasil penelitian sebelumnya.

Ketiga: menentukan hipotesis. Hipotesis dapat dipahami secara sederhana sebagai ungkapan peneliti yang menggambarkan jawaban masalah. Hipotesis identik dengan harapan yang menghubungkan variable dalam permasalahan. Sebagai contoh; “apa peran guru terhadap mental peserta didik?”. Kemudian peneliti merumuskan hipotesa bahwa “ada hubungan positif dan jelas antara bimbingan guru dengan mental peserta didik”. Hubungan positif apa itu?, betulkah ada atau tidak?, hasil penelitianlah yang akan menjawabnya.

Keempat: merancang desain penelitian. Desain penelitian ini biasa sekaligus menjadi proposal penelitian. Ada beberapa hal yang penting, yaitu (a) Apa yang akan diteliti? (b) Mengapa masalah itu diteliti? (c) Bagaimana penelitian itu dilakukan? (d) Strategi apa yang digunakan dalam penelitian? dan (e) Kapan penelitian itu dilakukan.

Kelima: Penetapan populasi dan sampel. Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian, dan populasi mewakili karakteristik dan sifat objek yang akan diteliti. Sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi yang mampu secara representatif dapat mewakili populasinya. Mengenai hal ini akan diulas pada celoteh berikutnya.

Keenam: selanjutnya pengumpulan dan pengolahan data. Data dari temuan peneliti disebut data primer, dan jika dari instansi atau lembaga lain disebut data sekunder. Data sekunder cenderung siap pakai. Misalnya data jumlah siswa, jumlah guru, dll. Data yang ditemukan kemudian diolah dengan menggunakan pisau analisis sesuai desain penelitian yang sudah ditetapkan sebelumnya. Data yang sudah diolah kemudian diuji dengan hipotesa yang sudah ditentukan pada step sebelumnya.

Enam langkah umum dalam proses penelitian tadi, kesemuanya harus tercatat. Hasil catatan itu kemudian menjadi acuan desain penelitian dan laporan penelitian yang mengacu pada standar penulisan karya ilmiah. Semoga bermanfaat.

  • Bagikan