Mari Berhijrah…

  • Bagikan
Mari hijrah
Ilustrasi Hijrah

Merenung, menerawang, berpikir, tentang ke mana, dan siapa berikutnya. Pongah.. Dunia seakan tak berdamai dengan bisikan kebenaran sebagai fitrah manusia. Nol… Mereka generasi itu tak lagi mengenal sosok terbaik, dalam 100 tokoh yang paling berpengaruh.

Menjadi anomali dalam alibi tak mau tahu. Terjepit, menjerit mereka dalam gelar ‘orang tua’, demi sesuap nasi dan sebongkah berlian. Hanya itu… Tak tahu lagi tentang kewajiban mereka mengajarkan bahwa rukun Islam ke-2 agama KAMU itu adalah salat. Anak-anak itu hanya tersenyum. Panas ruangan itu untuk dua jam pelajaran agama per minggu.

Nyaris sama keadaan masyarakat ketika nabi kemudian mendapat perintah langsung untuk pindah. Pindah dari tempat yang kian gk pasti, pindah ke arah yang lebih menjamin, itulah madani. Pindah dengan mewakilkan dirinya kepada sang pemberani. Ali… Dia sang Rasul tak takut, dia bukan tak punya nyali menghadapi mereka yang pintar tapi pura2 tak tahu. Jahiliyah…

Kini setelah beberapa abad, kita berjumpa hanya untuk memperingati, agar tahu BAU pindah itu seperti ini. Kita belum tentu mau tahu, atau pura-pura tahu, karena kita terkadang menobatkan diri menjadi jahiliyah.

Berdekatan kali ini. Mepet… 1 bulan kemudian dengan perayaan bintang Yunani, untuk merasakan bau pindah dan mengalami pesta telanjang dulu. Kita yang marah jika tak dikatakan Islam, sudah mulai tak merasa. Penciuman, pendengaran kita, bahkan hati kita telah mati.

Mari hijrah
Ilustrasi HijrahHijrah

Besok, mari kita sadar, sebentar saja. Pindahkan dirimu, ke arah yang di ridhainya, peindahkan dirimu, seperti salat sunat rawatib, sedikit saja. Pindahkan dirimu, karena dosa itu sudah tak punya tempat lagi..

Mari berhijrah..

Selamat tahun baru Islam 1434 Hijriyah.

  • Bagikan