Mari Melawan Corona dengan Ikhtiar Langit dan Ikhtiar Bumi

Melawan Corona dengan Ikhtiar

3.122 orang meninggal di China, negara asal virus Corona covid 19. Di Italia, dari 35.713 kasus, 2.978 meninggal. Menyusul Iran dengan 17.361 kasus, dan 1.135 kematian. Belum negara lain, belum dampak yang ditimbulkan, ekonomi memburuk, hubungan sosial praktis berubah, dan masih banyak dampak lainnya.

Di Indonesia, meski tergolong masih ratusan dengan angka kematian lebih sedikit, virus ini telah menimbulkan ketakutan luar biasa. Wajar, selain karena penyebarannya yang masif dan katanya bisa melalui udara, juga karena kita adalah negara yang tidak sehebat dengan negara yang sudah saya sebutkan, baik dari sisi teknologi maupun sarana.

Tak ada alasan tidak melawan Corona! Perdebatan bahwa virus ini konspirasi, sarana perang biologis global, atau apalah, yang jelas kita tidak ingin virus ini menjangkiti kita dan keluarga.

Ikhtiar langit dan ikhtiar bumi

Kita adalah manusia beriman yang sadar bahwa awalnya kita tak ada. Lahir, hidup, berakal, berusaha, lalu kembali ke asal. Kembali kepada siapa yang menciptakan kita. Dia yang Maha segala Maha. Kedengaran klise, membosankan, karena pada titik ini kadang kita lupa, bahwa Dialah yang mengatur segalanya.

Pernahkah kita mencoba makin dekat kepada Nya saat ujian datang menekan? Atau kita lupa bahwa apapun yang menimpa hambaNya adalah kebaikan buat hamba Nya juga?

Lakukan ikhtiar (usaha) langit dengan mendekat kepada Nya. Mungkin Tuhan akan marah, karena kota baru datang saat terjepit, saat susah. Jangan khawatir, Dia Maha Penyayang.

Jika tidak membahayakan, pergilah ke masjid, walaupun selama ini kamu hanya ke sana sekali sepekan, hari Jumat saja. Pergilah berjamaah, meski jemaah lain dalam hati akan mengatakan “tumben”. Dan jika berbahaya lakukan di rumah, meski mungkin anak istri heran tapi senang.

Habi Luthfi bin Yahya memberikan ijazah shalawat pamungkas dengan cuma cuma. “الهم صلى على محمد وعلى اله وصحبه وسلم فى كل عدد وداء ودواء” baca setiap saat, karena ini ikhtiar langit.

Ulama menyarankan agar melaksanakan qunut nazilah bagi jemaah yang melaksanakan salat Jumat, ini juga ikhtiar langit.

Tapi, Anda, saya, mereka, kita, adalah hamba. Seorang hamba punya legalitas ikhtiar masing masing. Jangan hanya jadi hamba ikut ikutan. Lakukan ikhtiar langit dengan cara dan pemahaman kita masing masing, karena Allah Maha asyik kata Sudjiwotedjo.

Saya mendahulukan ikhtiar langit dibanding dengan Ikhtiar Bumi dengan 3 alasan;

Pertama, Allah memerintahkan mencari apa yang bisa membahagiakan kita di akhirat dan jangan lupa nasib kita di dunia seperti dalam surah al-Qhashash. Akhirat dulu baru dunia.

Kedua, ikhtiar langit banyak disepelekan bahkan diabaikan orang. Seakan dia di dunia hidup selamanya. Sesekali tidak! Bahkan tanpa Corona pun, ajal tak ada yang bisa tentukan kapan datang.

Ketiga, kita sudah tamat dengan ikhtiar bumi, tapi mungkin masih belajar dengan Ikhtiar langit. Lakukan jika itu terjadi

Masker apapun akan mudah ditembus, karena lubang pada masker sangat besar dibanding ukuran Corona virus. Tapi apakah dengan begitu, kita tidak menggunakan masker? Gunakan! Karena itu adalah ikhtiar bumi.

Tak ada jaminan, ketika kita mengikuti saran pemerintah untuk social distancing, lalu dijamin aman tidak terinfeksi virus asal Wuhan ini. Tidak ada! Tapi lakukan, karena itu ikhtiar bumi.

Hubungan ikhtiar langit dan ikhtiar bumi dalam melawan Corona

Masih banyak usaha yang kita bisa lakukan. Setiap melakukan sesuatu cuci tangan, jangan kontak fisik dengan orang lain, saat ada yang bersin dan batuk, tutup wajah, tingkatkan imunitas dengan olahraga dan asupan vitamin. Banyak….

Dengan melakukan ikhtiar bumi, setidaknya kita sudah membuktikan keinginan kita menghindar dan melawan virus mematikan ini. Dan Tuhan akan melihat itu.

Saat berserah diri, apa yang kita jaminkan bahwa betul kita ingin terhindar, betul kita ingin melawan virus corona. Tuhan tahu? Tahu! Tapi manusia adalah hamba. Seorang hamba harusnya melakukan apa yang memang menjadi hal melakukan dari seorang hamba.

Tuhan akan memberikan apa yang dibutuhkan hambanya. Apakah terhindar dari virus corona adalah kebutuhanmu? Apa buktinya? Buktinya, kamu sudah melakukan ikhtiar bumi. Sisanya serahkan ke Tuhan dengan Ikhtiar langit.

 

Berikan Komentar

Alamat email bersifat pribadi