Masih Banyak Penanganan Kasus Lamban Seperti Siput

Menerima tantangan Kelinci, Siput akan beradu cepat dengan Kelinci meski dia tahu dia pasti kalah. Dengan juri Raja Hutan, lomba adu cepat dimulai. Sayang sebelum finish, rute melalui sebuah sungai dengan arus deras. Kelinci dengan semangat besar nekat meloncat ke sungai dan terhanyut. Siput yang terbiasa dengan air selamat dan menjadi pemenang. Demikian ringkasan cerita Siput dan Kelinci yang dimenangkan oleh Kelinci.

Siput memang terkenal hewan yang paling lelet, 11 12 dan tak jauh beda dengan jaringan seluler untuk internet di kampung saya lah. Kecepatannya hanya 2 mm per-menit. Bayangkan, diperkirakan butuh lebih dari sehari untuk siput dapat berjalan dari satu sisi ke sisi lain di sebuah lapangan sepak bola. Itu pun dengan kecepatan maksimum. Namun, biar lambat, siput bisa berjalan dengan berbagai gaya, misalnya memanjat dan jungkir balik. Layak, karena alat jalan siput jauh berbeda dengan manusia apalagi manusia didukung nalar dan rasa.

Namun apa jadinya, jika tindakan dan perilaku manusia seperti siput. Sadar atau tidak sadar, banyak sekali tingkah dan pola pejabat, aparat, petugas, yang berwenang, atau apalah istilahnya di Negara ini ditunggu keputusannya oleh publik, namun yang ditunggu tak kunjung datang, lamban seperti siput. Sebut saja beberapa kasus yang santer di media. Padahal dengan kasus yang rada mirip, banyak pula penanganannya bagai kelinci dalam cerita di atas, cepat sekali tapi toh masuk sungai, hanyut.

Pertama: kasus Bank Century. Kasus ini bergulir sejak 2009. Beberapa dagelan sudah diperlihatkan oleh timwas, sampai berakhir di paripurna DPR dan lahirlah opsi C. Meski pihak KPK oleh juru bicaranya meminta maaf, namun alasan kurangnya alat bukti, sangat tidak memuaskan publik. Dari sisi anggaran juga tak tanggung-tanggung. Satu-satunya kasus yang memaksa penyidik memeriksa saksi sampai ke luar negeri. Dari sisi politis apalagi, kasus Bank Century rawan menyeret pembesar Negara bahkan sampai RI 1.

Banyak alasan KPK terkait lambannya penanganan kasus ini, diantaranya; kasus ini beda dengan kasus lain, kurangnya SDM, sampai kurangnya alat bukti. Lambannya kasus Bank Century juga mengingatkan publik akan janji ketua KPK ketika terpilih akan pulang kampong jika setahun tak menuntaskan kasus besar.

Opini Terkait
1 daripada 302

Kedua: kasus mega proyek Hambalang. Kasus yang ramai sejak tahun 2010 ini sampai sekarang semakin samar. Tersangka sudah ada, tapi penahanan apalagi proses persidangan pun masih abu-abu. Padahal jika, para tersangka tidak ditahan segera, potensi menghilangkan alat bukti sangat besar. Banyak alasan KPK untuk itu, SDM sampai berkilah saja.

Ketiga: Kasus Penembakan Polisi. “Murni aksi teror, tapi pelakunya bukan teroris.” Pernyataan yang membuat kasus ini makin tak jelas saja. Sudah 5 aparat kepolisian menjadi korban secara beruntun. Dan kasus yang ramai, yaitu penembakan Bripka Sukardi di depan gedung KPK, yang sampai sekarang pelakunya masih dihimbau untuk menyerahkan diri.

Keempat; Kasus Gembong Narkoba Fredy Budiman (FB). Setelah tertangkap dan divonis mati, sang Bandar narkoba malah mendirikan pabrik narkoba di lapas Nusakambangan. Kehebatan itu, akhirnya mendapat julukan “sakti” dari anggota komis III DPR RI. FB kemudian dipindahkan ke tahanan Mabes Polri dengan lama peminjaman sebulan (hari ini dikembalikan). Kasus ini tergolong lamban seperti siput, karena sampai detik ini FB belum dieksekusi.

Sebenarnya masih banyak kasus lain dengan variasi alasan berbeda, tapi cukup 4 kasus itu saja sebagai gambaran lamban seperti siput. Lambannya penanganan kasus oleh aparat berwenang tentu diikuti rasa ketidakpercayaan publik. Padahal modal kepercayaan sangat dibutuhkan oleh lembaga terkait setidaknya menjadi spirit penuntasan kasus besar. Bisa jadi lamban seperti siput, akan mengalahkan kecepatan kelinci nantinya, sehingga bisa menjadi pemenang. Tapi tentu hal ini akan sulit, karena dalam cerita kelinci dan siput di atas jelas terdapat sungai dan raja hutan sebagai faktor x yang cukup menentukan.

Adakah faktor x dari penanganan kasus yang lamban seperti siput ini?. Mari sama-sama kita tunggu. Semoga ada aksi jungkir balik seperti kemampuan berjalan siput.

Komentar
Loading...