Mastrubasi Menurut Pandangan Ulama

Mastrubasi dalam Islam

Mastrubasi adalah cara mendapatkan kesenangan seksual melalui tangan. Dalam beberapa definisi yang lebih luas, mastrubasi adalah cara mendapatkan kenikmatan dan kesenangan bukan dari semestinya, dengan menggunakan tangan, jepitan paha, atau bagian tubuh yang dilarang.

Jauhkan diri dari mastrubasi, karena sangat merugikan kesehatan. Beberapa hasil penelitian merilis bahwa mastrubasi bisa menyebabkan ejakulasi dini ketika berhubungan suami istri. Ibarat baterei, jika sudah sering digunakan, maka energinya akan habis dan soak.

Lantas, bagaimana masturbasi dalam Islam? Artikel ini akan mengutarakan mastrubasi dalam Islam dari sisi ungkapan dalil terjemahan ayat al-Quran atau hadis, maupun ungkapan ulama. Silahkan pembaca menentukan hukum mastrubasi dalam Islam dari terjemahan dalil nanti.

Allah swt berfirman: “Dan orang-orang yang menjaga bagian pribadi mereka dari istri mereka dan mereka (remaja perempuan), dari tangan sehingga tidak ada kesalahan pada mereka. Lalu siapa mencari di luar itu (yang halal), mereka adalah orang yang fasik.”

Ibnu Suhail dari Sai’d meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda: “Barangsiapa memberi saya jaminan (untuk tidak menggunakan secara tidak sah) yaitu sesuatu antara rahang dan kaki mereka, saya memberi mereka jaminan Surga.” (HR. Bukhari)

Opini Terkait
1 daripada 304

Imam Shamsuddin Zahabbi menceritakan narasi dari hadis Nabi itu, “bahwa Allah telah mengutuk mereka dan tidak akan melemparkan pandangan rahmat atas mereka pada hari kiamat.

Allah akan memberitahu mereka untuk memasuki neraka dengan orang-orang yang pergi ke neraka, kecuali mereka yang bertobat, yaitu: orang yang melakukan tindakan sodomi, orang yang melakukan perbuatan buruk dengan hewan, orang yang menikahi ibunya atau saudara perempuannyn, dan orang yang masturbasi.” (Kitab al-Kaba’ir h. 48).

mastrubasi dalam islam

Mahmud al-Alusi meriwayatkan dalam Ruh al-Ma’ni: “Atta mengatakan bahwa saya telah mendengar bahwa pada hari kiamat satu kelompok akan dijadikan tangan mereka hamil. Allah swt akan memberikan hukuman sekelompok orang karena mereka menyalahgunakan bagian pribadi mereka.” (Ruh al-Ma’ni h. 291).

Mufti Waqaruddin al-Qadri menulis dalam Waqar al-Fatawa: Jika seseorang dikuasai oleh keinginan seksual sehingga ada ketakutan dia terlibat dalam perzinahan atau dia tidak mampu menikah atau istrinya begitu jauh sehingga dia tidak bisa pergi ke sana. Maka diharapkan tidak ada hukuman bagi orang yang melakukan ini (masturbasi).

Oleh karena itu orang, yang masturbasi harus bertobat dengan niat bahwa ia tidak akan pernah melakukan itu lagi dan melakukan perbuatan baik.”

Komentar
Loading...