Melihat Hukum Kausalitas di Twitter

Ada banyak jejaring sosial. Jejaring sosial yang satu dengan yang lain memiliki karakteristik dan istilah berbeda. Menambah teman di Facebook, diistilahkan dengan add, di you tube, distilahkan dengan subscribe. Demikian pula dengan Twitter, teman diistilahkan dengan follow yang berarti mengikuti.

Perbedaan istilah itu juga mengindikasikan perbedaan sistem. Kalau di facebook antara teman yang meng-add dengan yang di-add, posisinya sama saja. Namun di Twitter, orang yang men-follow memiliki posisi berbeda dengan yang di-follow.

Orang yang men-follow dapat melihat segala aktifitas di time line, tapi orang yang di-follow, justru sebaliknya. Dia tidak dapat melihat aktifitas akun yang di-follow-nya. Dari mekanisme inilah muncul hukum kausalitas di Twitter. Hukum kausalitas di Twitter berjalan alami dan sangat tergantung dari tujuan orang yang men-follow. Hukum di Twitter termasuk dari hukum yang tidak tertulis. Tak ada kesepakatan pengguna Twitter seluruh dunia untuk merumuskan hukum ini, namun faktanya dapat berjalan dengan baik.

Ada beberapa tujuan orang men-follow sebuah akun. 1) karena iseng; 2) masih dalam tahap belajar; 3) untuk mendapat follow balik; 4) terpaksa; 5) akun yang di-follow-nya memberikan hal menarik dari tiap tweetnya. Untuk poin satu sampai dengan 4, hukum kausalitas tidak bisa dirumuskan dengan jelas.

Opini Terkait
1 daripada 40

Men-follow akun dengan iseng misalnya, maka akibatnya tidak bisa diharapkan dan dipastikan. Demikian pula jika masih dalam belajar, harap follow balik, maupun terpaksa. Berbeda dengan poin lima. Akun Twitter yang di-follow dengan alasan tertarik, maka dia menjadi sebab, dan sebab tidak mengharapkan akibat, tapi akibat muncul secara alami.

Dalam hukum kausalitas, sebab pasti lebih dahulu dari akibat, dan sebab meniscayakan akibat. Di Twitter, semua aktifitas akan meniscayakan akibat, tergantung bagaimana melihat potensi akibat yang muncul seperti apa. Poto profile menarik, background unik, tweet menarik, dll, semua meniscayakan akibat. Jika Anda mengharapkan akibat berupa follow dari aktifitas Anda, maka lakukanlah aktifitas yang akibatnya seperti itu. Menyapa orang lain, apakah akibatnya mendapat follow ?, promote, apakah berakibat follow ?. tergantung trial and error Anda.

Bagi saya, bertambahnya follower akan menjadi akibat, jika sebuah akun Twitter bisa memposting hal benar sesuai fakta dan belum diungkap oleh akun lain, maka tweet itu akan menarik. Tweet menarik pastinya memancing orang lain untuk men-follow. Sebaliknya, tweet copy paste, sudah diketahui orang lain, atau tidak sesuai dengan fakta, akan diabaikan oleh orang lain.

Artinya, kemungkinan mendapat follow dari akun lain sangat kecil dan disebabkan oleh poin 1 sampai 4 saja. Hanya saja, dengan prinsip hukum kausalitas di Twitter ini, membutuhkan waktu yang lama.

Loading...