Memahami Cinta Buta dan Cara Menghindarinya

Cinta Buta

Love is blind, cinta itu buta. Sering kita dengar kalimat ini. Betulkah demikian? Atau jangan-jangan “cinta itu buta” hanya menjadi kalimat legitimasi atas kesalahan tindakan yang dibuat oleh para pecinta yang buta.

Membahas cinta buta, akan saya tempatkan dalam beberapa porsi agar tidak disalahpahami, karena ada hal yang saling berdekatan namun kadang dianggap sama. Misalnya, cinta buta dan cinta yang membabi buta tentu berbeda. Cinta yang membutakan dan cinta orang buta itu juga berbeda.

Cinta buta yang saya pahami

Cinta buta adalah tuduhan kepada pecinta yang melakukan hal yang tidak wajar, dilarang, dikawatirkan, akibat perasaan cinta kepada yang dicintainya. Tuduhan? Iya karena cinta memang tidak punya mata untuk melihat, apalagi dilabelkan buta.

Cinta buta adalah istilah. Istilah yang disematkan kepada seseorang yang menjadi buta, tidak lagi mau melihat keadaan di sekitarnya, tak lagi peduli dengan keadaan di sekelilingnya, atau tak peduli lagi dengan hal umum dalam kehidupannya, hanya demi orientasi terhadap apa yang dicintainya.

Seorang pria mencinta wanita pujaannya. Apa daya, wanita itu menikah dengan yang lain. Pria ini sakit. Tak mau makan, tak bisa tidur. Dia bahkan bersumpah tak akan mencintai perempuan lain lagi. Buta!

Dia wanita baik-baik, tak pernah keluar malam tanpa tujuan yang sangat penting. Tiba-tiba dia ke rumah orang yang dicintainya di malam hari hanya karena dia dipanggil dan diancam, kalau tak datang mereka putus. Atas nama cinta, wanita itu tidak lagi mau melihat keadaan di sekitarnya, tak lagi peduli dengan keadaan di sekelilingnya, atau tak peduli lagi dengan hal umum dalam kehidupannya. Buta!

Seorang wanita pernah mencintai seorang pria, cinta berbalas. Sayangnya, takdir jodoh berkata lain. Wanita itu menikah dengan pria pilihan orang tuanya. Kini mereka sudah memiliki 6 orang anak. Suatu waktu, wanita itu bertemu pria yang pernah dia cintai itu. Rasa muncul lagi, kenangan indah merasuk tak terbendung. Setiap saat dia mengingat pria saat makan, tidur, bahkan meski bersama suaminya. Buta!

Ada banyak cerita terkait cinta buta yang tentu akan menjadi diskusi tak berkesudahan jika dibahas dengan orang yang lagi mencinta dengan cinta buta. Coba saja, salahkan pria yang ditinggalkan, atau wanita yang keluar malam demi pria yang dicintainya, dia akan melawan dengan seribu satu macam alasan, karena memang dia telah buta, dan tak peduli lagi keadaan sekitarnya. Hukum, agama, norma, apa saja, tak ada gunanya.

Ya, cinta buta melahirkan perbuatan yang membabibuta, tak peduli apapun kecuali melepas sesuatu yang dirasakan dan harus dihempaskan sebagai bukti kalau dia masih mencinta. Hanya sedikit perbedaan cinta buta dengan gila. Perbuatan akibat cinta buta, masih bisa dinalar meski melanggar.

Penyebab cinta buta

Ada sebuah tulisan menarik dari Herulono Murtopo yang mengatakan bahwa cinta bekerja dalam wilayah otak. Cinta adalah fenomena neurobiologis yang melibatkan beberapa hormon seperti oksitosin, vasopressin, dopamin dan serotonin. Menurutnya, ada 3 bagian otak yang bekerja sesuai dengan sistemnya. Pertama, sistem otak reptilian, yang mengatur gairah dan dorongan seksual. Kedua, sistem infatuasi membuat dopamine yang cara kerjanya seperti kokain yang menimbulkan ekstasi. Dan ketiga adalah attachment yang menghasilkan rasa senang.

Nah, cinta buta itu lahir dari sistem infatuasi berlebihan yang membuatnya ekstasi lalu melahirkan ilusi unik dan tidak ideal lagi. Semakin tinggi kadar dophamine akibat infatuasi itu, maka sosok yang dicintainya akan menguasai keinginan lain. Itulah yang mengakibatkan sulit tidur, hilang nafsu makan, dan cenderung menarik diri dari lingkungan. Melihat idolanya lebih baik dibanding makan dan tidur.

Opini Terkait
1 daripada 123

Bisa ditarik kesimpulan, bahwa cinta buta disebabkan oleh fantasi berlebihan yang mungkin muncul dari fenomena neurobiologis tadi, atau mungkin saja karena hal lain. Intinya adalah fantasi berlebihan.

Cara menghindari cinta buta

Menghindari cinta buta penting untuk siapa saja. Jangan katakan “saya sudah orang tua, cinta itu hanya untuk muda mudi.” No! Anda punya anak perempuan, ponakan, dan keluarga perempuan. Dan yang terpenting, cinta itu tidak hanya berhubungan dengan asmara. Ada banyak hal terkait cinta; politik, dll.

Masa sudah jelas koruptor masih didukung? Buta!

Cinta buta
Ilustasi

Pertama; mencintailah dan jangan jatuh cinta. Memang beda? Beda! Mencintai itu mensyaratkan ke-aktif-an, di dalamnya ada gerak, menghindar, berpikir, memperbaiki, dll. Sedangkan jatuh cinta itu pasif. Jatuh cinta akan menjebak pencinta hanya bisa menerima, tak ada pilihan, tak ada gerak.

Anda mencintai seseorang, apakah Anda bisa aktif dengan yang Anda cintai atau tidak? Kalau tidak, Anda jatuh cinta. Ingat, seperti halnya jatuh yang lain, jatuh cinta itu terancam oleh kemungkinan sakit.

Karena mencintai itu bersifat aktif, maka ruang mengaktifkan logika lebih besar. Artinya, orang yang jatuh cinta bisa memilih apa yang paling baik dan ideal bagi yang dicintainya termasuk dirinya sendiri, bukan hanya berdasarkan perasaaan. Dengan aktifnya logika, maka pencinta akan selalu melahirkan pertimbangan yang menjauhkannya dari tindakan membabibuta

Kedua; cintailah sesuatu biasa-biasa saja. Ini sudah sering kita dengar. Kedengaran mudah tapi melakukannya sangat sulit. Bagaimana bisa biasa-biasa saja kalau rasa sudah dikuasai oleh ilusi yang dicintai.

Harus dikembalikan pada konsep dasar kehidupan, bahwa tidak ada sesuatu yang abadi, semua akan musnah. Anda, yang dicintai, bahkan cinta itu sendiri akan musnah. Buat apa melakukan sesuatu yang berlebihan kepada sesuatu yang akan musnah? Dengan prinsip itu, maka pikiran kita terhadap apa yang dicintai dengan sendirinya akan dibatasi oleh hal-hal yang melanggar norma kehidupan.

Ketiga; kurangi fantasi terhadap yang dicintai. Jangan biarkan sosok yang dicintai menguasai keinginan lain, sehingga mengamil jatah keinginan akan tidur, makan, dll. Caranya, hentikan fantasi dan hayalan terhadap objek yang dicintai. Bisa juga dengan mengurangi kadar dophamine akibat infatuasi seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Oke manteman, saya kira demikian bahasan cinta buta kali ini. Ada pertanyaan besar bagi jomblo atau suami takut istri. Bagaimana membuat pasangan jadi cinta buta? Ini juga penting buat wanita, jangan sampai Anda para wanita dijebak agar cinta buta toh…

Semoga bisa saya tulis pada opini selanjutnya.

Loading...