Memahami Poligami dalam Islam

Poligami dalam Islam

Isu besar poligami menjadi senjata orientalis menyerang Nabi Muhammad saw (Islam). Dalam tulisan sebelumnya disebutkan bahwa poligami bukan syariat, namun Islam membenarkan poligami. Poligami boleh dan menjadi alternatif. Tak ada yang rancu dalam masalah poligami. Hanya diperlukan sedikit akal sehat, karena diperlukan pemahaman mendalam terkait itu. Mari kita lihat poligami secara menyeluruh

Dalil nash terkait poligami yaitu surah an-Nisa’, ayat 3 :
“Dan jika kamu takut tidak berlaku adil terhadap perempuan-perempuan yatim (apabila kamu menikahi mereka), maka nikahilah perempuan lain dua, tiga atau empat. Jika kamu kawatir tidak akan berlaku adil (di antara istri-istri kamu) maka menikahlah dengan seorang saja,..”.

Sahabat nabi saw Urwah bin az-Zubair, bertanya kepada Aisyah tentang surah an-Nisa ayat 3, lalu Aisyah menjelaskan, bahwa anak perempuan yatim ini berada dalam pemeliharaan walinya, sedangkan harta perempuan yatim ini bercampur dengan harta walinya. Rupanya, harta dan kecantikannya mengagumkan walinya, sehingga walinya berhasrat untuk menikahinya dengan tanpa berlaku adil dalam memberikan mahar kepadanya sebagaimana yang diberikan kepada selainnya. Itulah sebabnya. syarat adil ditetapkan jika ingin menikahi perempuan yatim itu, mereka juga harus berlaku adil, dan memberikan kepada mereka mahar yang layak.

Sedangkan untuk dalil hadis bisa dilihat dalam HR. At-Tirmidzi, hadis nomor 1128 dalam kitab an-Nikaah, Riwayat Ibnu Majah, hadis nomor 1953 pada kitab an-Nikaah, Riwayat Ahmad, hadis nomor 4617. Dan riwayat imam Malik, pada hadis nomor 1071.

Dalil membolehkan poligami, namun dengan syarat utama adil. Ayat yang menyebutkan keadilan terkait pernikahan ada pada surah an-Nisa ayat 129; “Dan kamu tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri kamu sekalipun kamu bersungguh-sungguh (hendak melakukannya); oleh itu janganlah kamu cenderung Dengan melampaui (berat sebelah kepada istri yang kamu sayangi) sehingga kamu biarkan istri yang lain seperti benda tergantung; ….

Ada beberapa syarat poligami, pertama suami dibatasi hanya menikahi maksimal empat wanita. Hikmah di balik pembatasan itu adalah bahwa laki-laki jangan sampai berbuat sesuka hatinya terhadap wanita. Kedua, laki-laki dilarang menikahi wanita yang terikat tali persaudaraan dengan istrinya. Misalnya, menikah dengan kakak dan adik, ibu dan anaknya, anak saudara dengan emak saudara baik sebelah ayah maupun ibu. Dalam hadis disebutkan, bahwa tujuannya untuk menjaga silaturrahmi sesama anggota keluarga.

Ketiga, dan inilah syarat utama, yaitu adil. Adil pertama terhadap diri sendiri. Maksudnya, seorang laki-laki yang hanya mampu memberikan nafkah batin, tapi tidak sulit menafkahi dirinya sendiri secara lahir, maka termasuk tidak adil terhadap diri sendiri. Kedua adil terhadap istri. Adil untuk segala hal, misal kemesraan hubungan, nafkah berupa makanan, pakaian, tempat tinggal dan lain-lain perkara yang diwajibkan Allah kepada setiap suami. Adil ialah persamaan dalam menggauli istri lahir dan batin

Opini Terkait
1 daripada 89

Surah an-Nisa ayat 3 membolehkan menikah dengan wanita lebih dari satu asal adil, lalu surah an-Nisa ayat 129, yang menyebutkan bahwa keadilan itu tidak mungkin dapat dipenuhi atau dilakukan. Dua ayat yang seakan bertentangan.

Muhammad Syaltut berpendapat bahwa keadilan yang dimaksud bukanlah keadilan yang menyempitkan dada sehingga poligami memberatkan. Sedangkan. T.M. Hasbi Ash-Shidieqy menjelaskan bahwa mereka yang beristri lebih dari satu ialah yang percaya benar akan dirinya mampu berlaku adil, yang sedikit pun tidak akan ada keraguannya. Jika ragu, cukup seorang saja.

Keempat, poligami tidak menimbulkan kisruh dalam rumah tangga. Misalnya kisruh antar istri, kisruh antar anak, maupun kisruh antar keluarga. Dan kelima, mampu memberi nafkah baik lahir maupun batin.

poligami
Ilustrasi Poligami dalam Islam

Semua syarat poligami yang sudah disebutkan sebenarnya dalam rangkan mengantisipasi dampak poligami yang kemungkinan bisa terjadi. Dampak poligami bisa berupa kebencian wanita terhadap aturan yang membolehkan dari Tuhan. Akhirnya wanita tersebut akan membenci syariat secara keseluruhan. Dampak lain adalah kesewenang-wenangan laki-laki terhadap wanita.

Ada jutaan pasangan suami istri yang sukses dalam berpoligami. Tak mungkin bisa kita ungkap satu persatu dalam tulisan singkat ini. Misal poligami antara Umar bin Khaththab dengan Ummi Kaltsum Putri Sayyidina Ali.

Poligami menjadi bukti kesempurnaan hukum Islam karena dapat menghindarkan manusia dari perbuatan zina. Meski poligami dibolehkan, pada dasarnya poligami sudah dilakukan masyarakat Yahudi, China, Yunani dengan aturan yang tidak seketat ajaran islam

Loading...