Salat Tapi Tidak Memakai Jilbab dan Memakai Jilbab Tapi Tidak Salat

Memakai Jilbab Tapi Tidak Salat

Antusias wanita muslimah memakai jilbab, kerudung, niqab dan sejenisnya, patut disyukuri. Beda dengan era 80-an, wanita berjilbab masih dihitung jari. Sekarang, jilbab sudah menjadi trend. Dari sisi ekonomi, aneka produk yang berkaitan dengan jilbab, seakan menjadi pasar yang tak ada matinya.

Lalu bagaimana dengan aspek ibadah lain? Salat misalnya. Antusias wanita menggunakan jilbab tidak menjamin keselarasan menjalankan ibadah lain, termasuk salat.

“Buat apa memakai jilbab tapi tidak salat”. Atau dengan kalimat terbalik, “Buat apa salat tapi tidak memakai jilbab”.

Cibiran ini adalah realita yang ada di tengah masyarakat. Bahwa dengan mudah masyarakat membandingkan antara salat dengan jilbab.

Kewajiban mendirikan salat dan kewajiban memakai jilbab

Salat adalah rukun Islama. Mengaku Islam, tapi tidak mengerjakan salat, maka Islamnya hanyalah label. Meninggalkan salat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.

Beberapa ulama seperti Asy-Syaukani menyebutkan bahwa orang yang tidak salat adalah kafir, karena mengingkari kewajibannya. Dalam artian, kafir karena meninggalkan salat secara kontinyu, bukan karena tidak sengaja, atau meninggalkan sesekali saja. Bahkan lebih radikal lagi, banyak ulama mengatakan, bahwa meninggalkan salat bisa dibunuh. Pendapat ini bisa dilihat dari fatwa  Ahmad, Sa’id bin Jubair, Ayyub As Sakhtiyani, Abdullah bin al-Mubarrok, Ishaq bin Rohuwyah, dan beberapa ulama Malikiyyah, dll.

Sebagian wanita muslimah menunaikan salat, dan melaksanakan kewajiban lainnya, tapi mereka tidak memakai jilbab. Bahkan, ada yang pakaiannya terbuka sedemikian rupa sehingga mempengaruhi pandangan orang lain dengan auratnya. Bagaimana hukum salat yang seperti itu?

Salat tapi tidak memakai jilbab

Tidak memakai jilbab adalah salah satu bentuk tidak patuh, bentuk tidak melaksanakan kewajiban, dan salah satu bentuk kemaksiatan seperti halnya tidak melaksanakan salat. Bahkan, jika kemaksiatan itu tidak hanya atas dirinya, tapi juga membuat orang melakukan maksiat jika melihatnya, karena melihat auratnya.

Antara mendirikan salat dan memakai jilbab sama-sama kewajiban bagi muslimah. Bahwa iman adalah membenarkan dalam hati, mengucapkan dengan lisan, lalu mengaplikasikan dengan perbuatan. Salat sejatinya mencegah perbuatn keji dan mungkar. Namun bagi orang yang membuka auratnya karena tidak memakai jilbab, ia justru membuat orang lain terpicu berbuat kemungkaran.

Opini Terkait
1 daripada 131

Satu hal pasti yang menjadi ijma’ (kesepakatan) para ulama sepakat, bahwa wanita wajib menutup aurat. Menutup aurat bagi wanita, adalah kewajiban sama seperti ketika ia salat. Yakni ia wajib menutup seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan.

Salat juga demikian. Salat merupakan kewajiban. Lalu bagaimana seorang wanita yang memakai jilbab tapi tidak salat, atau salat tapi tidak memakai jilbab? Karena keduanya adalah kewajiban, maka keduanya harus dilaksanakan. Satu kewajiban gugur, menghasilkan dosa baginya.

Hubungannya adalah bahwa jika wanita yang salat tapi tidak memakai jilbab, bisa dikatakan tujuan salatnya, yaitu untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar tidak tercapai.

Dengan demikian, muslimah yang tidak memakai jilbab, bukan berarti salatnya batal. Namun, sudah pasti salatnya tidak bisa sempurna, karena tidak mencapai tujuan salat itu sendiri.

Memakai jilbab tapi tidak salat

Wanita seperti ini juga tidak sedikit. Secara umum, wanita yang memakai jilbab tapi tidak salat disebabkan karena beberapa hal; malas, dan terjebak trend.

Sering kita temui pada acara tertentu yang dihadiri para wanita muslimah yang notabene memakai jilbab. Tiba waktu salat, bahkan acara sampai pada waktu salat berikutnya, tidak ada yang beranjak mendirikan salat.

Saya juga sering mendapatkan wanita yang kesehariannya memakai jilbab, tapi saat tiba waktu salat, selalu saja ada alasan untuk tidak mengerajakannya. Datang bulan, sebentar, pakaian tidak suci, dan seabrek alasan lainnya.

Apa yang salah? Bagi saya, intinya ada pada alasan memakai jilbab itu sendiri!

Berhijab dengan memakai jilbab adalah bentuk ketaatan seorang wanita muslimah kepada Tuhan. Jika wanita memakai jilbab dengan prinsip ini, maka ibadah yang lain tidak akan ditinggalkan. Berbeda jika wanita memakai jilbab hanya karena mengikuti trend dan untuk mempercantik diri saja.

Uniknya, wanita yang memakai jilbab dengan prinsip ini, biasanya tidak terlalu terpengaruh dengan aneka ragam gaya, warna, model jilbab.

Wallahu a’lam

Loading...