Siapa Bilang Mencukur Alis Tidak Boleh Menurut Islam?

Hukum Mencukur Alis menurut Islam

Diah, siswi pintar dan cantik menangis karena tidak jadi ikut lomba busana muslimah saat 17-an. Alasannya saya anggap sepele, orang tuanya melarang. Boleh ikut asal Diah tidak mencukur, mencabut atau menipiskan alisnya, karena hukum mencukur alis menurut Islam adalah haram. Diah tidak terima hal itu, mencukur alis sudah menjadi tekadnya agar kelihatan lebih cantik. Mungkin anjuran teman-temannya atau inisiatif sendiri. Entah…

Berbeda dengan seorang wanita yang pada hari pernikahannya ingin mencukur sekaligus mencabut sebagian bulu alisnya. Setengah hari di salon dia korbankan untuk itu. Berhasil…

Setelah menikah, suaminya marah mengetahui hal itu. “Hukum mencukur alis menurut Islam itu haram. Apa yang kamu lakukan adalah perbuatan yang dilarang”. Kata suaminya.

Sang istri tidak terima. Dia mencari kebenaran yang dikatakan suaminya. Browsing, tanya teman, pesan buku fatwa ulama seputar hukum mencukur alis. Semua usaha dilakukan. Dapat jawaban ini, dia tidak puas. Mencari lagi jawaban lain. Sayang jawaban yang sesuai keinginanya tidak ditemukan. Si istri betul-betul penasaran.

“Se-kaku itukah Islam sehingga masalah mencukur alis saja dilarang?” Gerutunya dalam hati.

Bukan hanya Diah dan si istri yang penasaran seperti dalam cerita tadi, ada banyak wanita muslimah di sekitar kita, atau bahkan mungkin Anda yang tidak terima seperti apa yang dikatakan orang tua Diah dan Sang Suami.

Banyak wanita yang bahkan rela mencukur alis, yang tebal dijadikan tipis, yang tipis dijadikan lurus, yang lurus dibuat bengkok, dan seterusnya. Seakan, jika alis sudah berhasil diubah, ditipiskan, dipermak, maka orang yang melihatnya akan menyatakan kalau dia cantik.

Cantik, adalah kata yang paling banyak menghipnotis wanita se dunia. Semua ingin menjadi wanita cantik. Cantik mampu menutupi kesadaran. Agar terlihat cantik, biasanya seorang wanita melakukan hal sekuat tenaga untuk mencapai predikat itu. Tak peduli berapa budget digelontorkan, berusaha melakukan hal yang sebenarnya  indah dan sudah cantik, bahkan melakukan yang jelas-jelas dilarang dalam agama.

Iblis mengambil peran dalam usaha wanita untuk menjadi cantik. Target iblis sederhana, menggoda manusia agar meninggalkan apa yang diperintahkan dan melakukan apa yang dilarang. Jika mencukur alis dilarang, maka Iblis akan berusaha bagaimana manusia justru melakukan itu.

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ  # إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

“Iblis berkata: Aku bersumpah dengan Keagungan-Mu ya Allah, sungguh akan aku sesatkan mereka semua, kecuali para hamba-Mu diantara mereka yang baik imannya.” (al-Quran Surah Shad, ayat 82 sampai 83).

Salah satu diantara misi besar iblis untuk menyesatkan manusia adalah memerintahkan mereka untuk mengubah ciptaan Allah,

وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ

“Sungguh aku akan perintahkan mereka untuk mengubah ciptaan Allah.” (al-Quran Surah an-Nisa, ayat 119)

Namun sebagian besar yang terjebak dalam larangan ini adalah para wanita. Allah jadikan, bagian dari keindahan wanita,  tidak ada bulu di wajah selain alis dan bulu mata. Untuk menjaga dari ulah mereka, Rasulullah saw melaknat wanita yang mencukur bulu alisnya.

Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah saw bersabda,

لَعَنَ اللَّهُ الوَاشِمَاتِ وَالمُوتَشِمَاتِ، وَالمُتَنَمِّصَاتِ وَالمُتَفَلِّجَاتِ، لِلْحُسْنِ المُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ

“Allah melaknat tukang tato, orang yang ditato, al-mutanammishaat, dan orang yang merenggangkan gigi, untuk kecantikan, yang mengubah ciptaan Allah.” (HR. Bukhari 4886, Muslim 2125, dan lainnya).

al-mutanammishaat, adalah wanita yang meminta mencukur alis, menipiskan alis, atau mengubah bentuk alis dari bentuk asalnya. Bayangkan, minta dicukur saja Rasulullah sudah melaknat, bagaimana kalau sudah dicukur betulan.

Dari dalil ayat al-Quran dan hadis tersebut, ulama sepakat mengenai hukum mencukur alis menurut Islam adalah haram. Dilarang mencukur dan menipiskan alis buat wanita!

Opini Terkait
1 daripada 92

Dengan demikan, jika ada pertanyaan, apa hukum mencukur alis, apa hukum mencabut alis, atau apa hukum menipiskan alis? Maka jawabannya, haram, tidak boleh!

Siapa yang bilang? Allah dan RasulNya!

Kenapa mencukur alis dilarang?

Banyak yang tidak terima dengan hukum mencukur alis yang tegas dalam al-Quran dan hadis. Mereka beranggapan islam terkesan kaku. Masa mencukur alis saja tidak boleh? Tidak adil, hanya wanita yang dilarang mencukur alis!

Islam tidak kaku, hanya saja, rahasia di balik larangan mencukur alis, belum diketahui. Mungkin juga akibat kekecewaan atas gairah mencukur alis yang tinggi. Berikut beberapa hikmah sekaligus jawaban atas hal itu:

Pertama, semua yang diciptakan Allah terhadap setiap individu adalah bentuk terbaik. “Fii ahsani taqwim”. Ada hikmah yang kadang tidak kita ketahui dari bentuk ciptaanNya kepada manusia.

Ada yang tidak suka Gino (gigi nongol), namun siapa sangka kondisi Gino yang membuat Omas terkenal. Andai Omas tidak Gino, bisa jadi dia tidak setenar itu. Gino pada Omas yang membuat dia bisa membuat orang terhibur.

Kedua, semua yang diperintahkan Tuhan, memiliki kebaikan di baliknya. Dan semua yang dilarang Tuhan, memiliki manfaat di baliknya. Hanya saja, kadang kebaikan dan manfaat itu tidak kita ketahui.

Banyak orang akan menganggap Islam kaku karena melarang wanita mencukur alis, sebenarnya, mereka hanya belum mengetahui, kebaikan dan manfaat di balik perintah dan larangan Tuhan saja.

Ketiga, kecantikan itu anggapan, penilaian, ungkapan perasaan, dan opini saja. Anggapan dari pihak yang melihat, dan penglihatan orang berbeda-beda. Bisa saja A menganggap cantik, tapi B tidak. Bisa saja B menilai cantik, tapi C tidak.

Banyak orang yang akan melihat Anda sebagai wanita. Meski Anda sudah mengklaim dan menganggap diri cantik di depan cermin, belum tentu bagi yang melihat Anda. So? Buat apa sampai melanggar perintah dan larangan Tuhan kalau semua itu anggapan tak pasti?

Keempat, nilai kecantikan seorang wanita jangan dibatasi hanya sampai pada alis saja. Masih banyak cara menjadi wanita cantik, yang dianjurkan dan tidak dilarang. Anda masih memiliki hidung, mata, pipi, dll, yang bisa dinilai cantik. Bahkan mungkin perpaduan itu membuat siapa yang melihat ternyata berbeda dengan anggapan Anda sendiri.

Diah tidak terima, lalu mundur dari kontes hanya karena menganggap dia tidak akan cantik lagi kalau alisnya tidak tipis. Padahal, Diah memiliki banyak hal yang bisa dinilai. Demikian juga dalam kasus si istri tadi.

Kelima, wanita mencukur alis adalah perbuatan aneh bin ajaib. Laki-laki tidak pernah mencukur kumis, lalu kumisnya dilukis lagi. Kira-kira itulah sebabnya, larangan mencukur alis ada pada wanita meski ada dalil yang secara umum melarang mengubah bentuk ciptaan.

hukum-mencukur-alis-dalam-islam.png
Ilustrasi hukum wanita mencukur alis dalam-islam

Kapan mencukur alis boleh menurut Islam?

Aturan umumnya jelas, tidak boleh dan haram! Tapi semua pelarangan, dalam kondisi tertentu bisa dibolehkan, misalnya jika dalam keadaan darurat. Larangan mencukur alis tadi adalah kondisi umum yang tak ada darurat padanya.

Sebagian dari ulama madzhab Hanbali membolehkan wanita mencukur atau menipiskan alis dengan dua syarat. Pertama, jika wanita yang mencukur alis atas permintaan suami. Alasannya kebolehannya bahwa istri adalah perhiasan bagi suami. Kedua, jika hasil dari mencukur alis itu, entah terlihat cantik atau tidak, semata mata untuk kesenangan suami.

Permintaan suami, bukan berarti usaha istri membujuk, menggoda atau bahkan menjebak suami agar meminta istrinya mencukur dan menipiskan alis. Permintaan suami yang dimaksud murni karena kesukaan suami, menurut sebagian ulama madzhab Hanbali.

Jadi, hentikan menipiskan alis, mencukur alis, atau sejenisnya. Ketahuilah, cantik menarik itu adalah penilaian orang yang melihat, bukanlah penilaian pemilik alis. Terkadang pemilik alis menganggap dirinya jelek, padahal menurut siapa yang melihatnya, itu sudah cantik sekali.

Ingatlah, bahwa semua makhluk diciptakan yang Maha Pencipta dengan sempurna sesuai tujuannya. Dan manusialah yang lebih sempurna dibanding makhluk lain. Masing masing punya kelebihan. Jangan anggap alis yang kurang tipis itu jelek, karena tetap saja itu adalah ciptaanNya, ciptaan dari yang Maha Sempurna.

Loading...