Mengenal Ritual Dukun Bagian Ke-2

Ritual Dukun

Setelah menulis ritual dukun bagian 1 (baca di sini), saya akan mengungkapkan ritual dukun yang diistilahkan oleh Syeikh Wahid Abdus Salaam Bali dengan Thariqah al-Dzabhi (memotong sesembelihan).

Dukun mengambil seekor burung, binatang, ayam, burung dara atau yang lain yang disesuaikan dengan sifat-sifat binatang berdasarkna tujuan dan permintaan jin, biasanya berwarna hitam karena jin mengutamakan warna hitam, dan belang. Setan menyukai warna hitam sebagai simbol kepekatan, dan warna belang sebagai simbol ketidak konsistenan.

Binatang tersebut kemudian disembelih tanpa menyebut nama Allah, sembelihan itu dilemparkan ke tempat-tempat tinggal jin kemudian kembali ke rumahnya untuk mengucapkan mantera kemusyrikan dan memerintahkan jin sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

Bagaimana dukun tahu itu tempat jin, tahu keinginan jin, tahu kebutuhan jin, cara komunikasi dengan jin?. Itu bukan urusan kita. Biarkan si dukun bermain dengan subjektifitasnya.

***

Saya teringat ketika di sekolah tempatku mengajar terjadi kesurupan massal. Seorang yang saya tidak tahu asal-usulnya, kemudian memotong ayam warna belang yang selanjutnya dilempar kesemak bambu depan sekolah.

Opini Terkait
1 daripada 304

“besok anak-anak belum aman, akan ada kesurupan lagi”, saya menegaskan.

Mungkin kebetulan, besoknya masih ada beberapa anak kesurupan.

Kedirian setan hanya dipindahkan dalam raga ayam. Artinya, jika setan tersebut “bosan” berada di sana, akan keluar dan mencari tempat kesukaannya sesuai legalitasnya sebagai pengganggu manusia. Ini asumsiku ketika ditanya sama rekan, kenapa saya bisa tahu.

mengenal-Ritual-dukun

 

Menurut landasan agama, sudah pasti cara ini mengandung unsur kesyirikan, setidaknya untuk 2 hal berdasarkan hadis, menyembelih untuk jin dan mengucapkan mantera kesyirikan untuk menghadirkan jin. “Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah” (HR.Muslim). “sesungguhnya mantera-mantera, jimat dan pellet adalah kesyirikan” (HR.Abu Dawud).

Langkah antisipasi. Jika ada “orang pintar” (dukun), akan melakukan ritual seperti ini, segeralah mencegahnya. Lakukan dengan niat bahwa agama melarang. Jika tidak ingin menyinggung perasaan “orang pintar” tadi dengan menegur langsung, segera ambil sesembelihan yang ditempatkan pada tempat-tempat jin. Tidak perlu takut. Anda lebih mulia dari mereka. So…

Komentar
Loading...